ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Banking Series

Penerapan Prinsip Know Your Customer & Anti Money Laundering

Industri keuangan adalah sasaran empuk bagi para pelaku money laundry (pencuci uang illegal).  Berbagai macam cara akan dicoba akan dicoba oleh pelaku money laundry dengan menggunakan kelemahan sistem keuangan di industri keuangan (multi finance, sekuritas, perbankan, asuransi, modal ventura, dll).

Institusi-institusiterkaitseperti BI, OJK memerintahkan lembaga keuanganbaik bank maupunnon bank untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip panduan sebagai upaya untuk memantau kegiatan transaksi yang mencurigakan dan melaporkannya kepada institusi terkait (PPATK).

PRINSIP MENGENAL NASABAH (KYC)

Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) adalah program pelatihan yang dibuat untuk para karyawan di semua lini baik front liners (sales, marketing), back office, maupun support.

Dengan mengetahui, memahami dan menerapkan prinsip mengenal nasabah sesuai dengan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh institusi terkait di dalam pekerjaannya, para karyawan dapat membantu dalam menjaga reputasi perusahaan.

Tujuan Pelatihan

Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan:

  1. Memahami mengapa Prinsip Mengenal Nasabah penting untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari
  2. Memahami dampak negatif dengan tidak diterapkan Prinsip Mengenal Nasabah dalam pekerjaan
  3. Dapat menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah dalam pekerjaan sehari-hari

Outline Materi

Hari Pertama

  1. 09.00 – 10.30      Pengertian Prinsip Mengenal Nasabah
  2. 10.30 – 10.45      Coffee break
  3. 10.45 – 12.00      Peraturan-peraturan dari institusi terkait mengenai Prinsip Mengenal Nasabah
  4. 12.00 – 13.00      Lunch
  5. 13.00 – 14.30      Langkah-langkah dalam pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah
  6. 14.30 – 14.45      Coffee break
  7. 14.45 – 16.00      Case Study

Hari Kedua

  1. 08.30 – 10.00      Prinsip Mengenal Nasabah vs Money Laundering
  2. 10.00 – 10.15      Coffee break
  3. 10.15 – 12.00      Identifikasi transaksi Money Laundering
  4. 12.00 – 13.00      Lunch
  5. 13.00 – 14.30      Pembuatan profil nasabah
  6. 14.30 – 14.45      Coffee break
  7. 14.45 – 16.00      Case Study

Facilitator

Kurnia Hadi

Berlatar belakang ilmu perbankan dari Politeknik Universitas Indonesia dan ilmu manajemen dari FE Universitas Indonesia.  Memiliki pengalaman kerja di dunia perbankan di tiga bank multinasional lebih dari 19 tahun dengan spesialisasi Perdagangan Internasional, Corporate Banking, Wealth Management, dan Micro Banking.

Menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tingkat internasional “Commodity Trade and Finance World Asia 2012 di Marina Bay Sand hotel  di Singapore pada tanggal 28-29 Maret 2012. Pendiri dan pemilik perusahaan konsultansi bisnis dan perdagangan “ PT Grajosa Resources”. Memiliki network yang luas dengan eksportir, importer, investor dari luar negeri.

Training-Penerapan-Prinsip-Know-Your-Customer-&-Anti-Money-Laundering-yogya

Menyusun Struktur Pembiayaan Syariah Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Nasabah

Perbankan Syariah saat ini sedang booming, dimana pertumbuhannya diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan bank konvensional.

Untuk itu diperlukan SDM yang kompeten, khususnya di bidang Syariah Lending / Financing untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Pada dasarnya SDM di bidang Lending / Financing di perbankan umum telah mempunyai credit skill yang memadai untuk bekerja di bank syariah, hanya dibutuhkan pengetahuan tambahan mengenai skema dan cara membuat struktur pembiayaan yang cocok dengan regulasi syariah yang berlaku.

Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan :

  1. Memiliki kemampuan mengidentifikasi akad dan skema yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi customer need.
  2. Memiliki kemampuan membuat struktur fasilitas pembiayaan syariah berdasarkan akad dan skema yang cocok.
  3. Memiliki kemampuan membuat skema pricing dan repayment schedule dari pembiayaan syariah yang diberikan.

Outline Materi

  1. Pengenalan sistem operasional Bank Syariah
  2. Pengertian akad-akad yang lazim dan paling banyak digunakan dalam pembiayaan di Bank Syariah
    • Akad Murabahah
    • Akad Ijarah / IMBT
    • Akad Mudharabah
    • Akad Musyarakah
  3. Identifikasi kapan akad-akad syariah tersebut digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan nasabah
  4. Menerapkan akad-akad syariah di dalam pembuatan struktur fasilitas pembiayaan syariah
  5. Membuat perhitungan pricing dan repayment schedule sesuai dengan akad-akad syariah yang dipergunakan

Metode Pelatihan

Pelatihan ini menekankan penggunaan Presentasi dan Diskusi.

Peserta

Account Officer / Relationship Manager di bidang kredit atau pembiayaan, Credit Analyst, Credit Risk Reviewer, Risk Policy Officer, Credit Administration / Support, Credit Committe, para bankir baik yang bekerja di bank syariah maupun bank konvensional yang mempunyai unit usaha syariah.

Facilitator

Zwei Munici

Praktisi Perbankan Syariah

“Praktisi Perbankan Syariah. Ikut membidani lahirnya 2 Unit Usaha Syariah (UUS) dari 2 bank swasta nasional devisa. Berpengalaman di bidang perkreditan baik di bank konvensional maupun syariah. Membuat beberapa produk pembiayaan syariah (sebagai Product Development). Saat ini masih berkarir di Bussines Unit segmen SME di salah satu dari 3 besar UUS bank swasta devisa di Indonesia.”

Training-Menyusun-Struktur-Pembiayaan-Syariah-Yang-Sesuai-Dengan-Kebutuhan-Nasabah-yogya

Manajemen Risiko Operasional Bank

Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional bank dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun ekstenal.  Peristiwa potensial seperti penyalahgunaan wewenang (fraud), kegagalan sistem teknologi informasi, standar proses operasi yang belum sesuai dengan peraturan/regulasi yang berlaku, dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank jika tidak identifikasi dan dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang berat bahkan bencana bagi bank.

Risiko operasional sebenarnya lazim dihadapi berbagai lembaga keuangan termasuk bank, namun jenis risiko ini baru mendapatkan perhatian luas setelah dimasukan ke dalam kerangka regulasi Basel II. Manajemen risiko yang terkait dengan risiko operasional ini dikenal sebagai manajemen risiko operasional.  Seiring dengan itu, terdapat kebutuhan akan pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai manajemen risiko operasional.

Tujuan Pelatihan

Workshop dua hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut di atas dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam penerapan manajemen risiko operasional.

Outline Materi

  1. Pengertian tentang Risiko dan Risiko Operasional
  2. Kasus-kasus Perbankan terkait Risiko Operasional
  3. Mengenali Jenis-jenis Kegagalan Operasional Bank: people risk, process risk (model, transaksi, dan kegiatan operasional), system and technology risk, external party risk, dan natural disaster risk.
  4. Elemen-elemen Utama Manajemen Risiko Operasional: Kebijakan, identifikasi, proses bisnis, metode pengukuran, manajemen eksposur, pelaporan, analisis risiko, dan economic capital.
  5. Risiko Operasional dan Risk Capital.
  6. Model-model Risiko Operasional berbasis Basel II: Basic Indicator, Standardized Approach, dan Advanced Measurement Approach (AMA).
  7. Value-at-Risk (VAR) for Operational Risk
  8. Risk and Control Self-Assessment (RCSA): Arti penting, pendekatan, dan pelaksanaan RCSA yang efektif
  9. Strategi Mitigasi Risiko Operasional: risk prevention dan risk reduction program.
  10. Operational risk reporting and profiling

Facilitator

Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA

Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA.

Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut:

Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya.

Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Training-Manajemen-Risiko-Operasional-Bank-yogya

Basic Syariah Lending for non-Syariah Bankers

Perbankan Syariah saat ini sedang booming, dimana pertumbuhannya diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan bank konvensional.

Untuk itu diperlukan SDM yang kompeten, khususnya di bidang Syariah Lending / Financing untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Pada dasarnya SDM di bidang Lending / Financing di perbankan umum telah mempunyai credit skill yang memadai untuk bekerja di bank syariah, hanya dibutuhkan pengetahuan tambahan mengenai skema dan cara membuat struktur pembiayaan yang cocok dengan regulasi syariah yang berlaku.

Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan :

  • Memiliki kemampuan mengidentifikasi akad dan skema yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi customer need.
  • Memiliki kemampuan membuat struktur fasilitas pembiayaan syariah berdasarkan akad dan skema yang cocok.
  • Memiliki kemampuan membuat skema pricing dan repayment schedule dari pembiayaan syariah yang diberikan.

Outline Materi

1.   Pengenalan sistem operasional Bank Syariah

2.   Pengertian akad-akad yang lazim dan paling banyak digunakan dalam pembiayaan di Bank Syariah

  • Akad Murabahah
  • Akad Ijarah / IMBT
  • Akad Mudharabah
  • Akad Musyarakah

3.   Identifikasi kapan akad-akad syariah tersebut digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan nasabah

4.   Menerapkan akad-akad syariah di dalam pembuatan struktur fasilitas pembiayaan syariah

5.   Membuat perhitungan pricing dan repayment schedule sesuai dengan akad-akad syariah yang dipergunakan

Metode Pelatihan

Pelatihan ini menekankan penggunaan Presentasi dan Diskusi.

Facilitator

Zwei Munici

Praktisi Perbankan Syariah

“Praktisi Perbankan Syariah. Ikut membidani lahirnya 2 Unit Usaha Syariah (UUS) dari 2 bank swasta nasional devisa. Berpengalaman di bidang perkreditan baik di bank konvensional maupun syariah. Membuat beberapa produk pembiayaan syariah (sebagai Product Development). Saat ini masih berkarir di Bussines Unit segmen SME di salah satu dari 3 besar UUS bank swasta devisa di Indonesia.”

Training-Basic-Syariah-Lending-for-non-Syariah-Bankers-yogya