ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Corporate Communication Series

Reputation Management

Kita semua memaklumi bahwa usaha organisasi komersial, pabrik atau perusahaan harus berjalan bersama dengan “bank kepercayaan”.  Al Golin (2003) menulis dalam bukunya Trust or Consequences: Build Trust Today or Loose Your Market Tomorrow: “Sebagaimana anda tidak akan melanjutkan kehidupan anda tanpa asuransi kesehatan karena secara fisik anda sehat, anda seharusnya tidak akan  pergi dari tempat anda berusaha karena organisasi itu tanpa suatu bank kepercayaan , jika karena organisasi tempat anda bekerja anda mempunyai nilai-nilai yang baik.” Apa yang dimaksud dengan “bank kepercayaan”? Kepercayaan pada organisasi/perusahaan merupakan salah satu faktor dalam membangun Reputasi. Tentu reputasi yang dikehendaki adalah reputasi baik. Bagaimana menimbulkan kepercayaan publik, public trust? Bagaimana mengelola public trust?

Jangan timbul kerancuaan antara kepercayaan public, citra perusahaan/organisasi dan reputasi. Apakah citra, image sesungguhnya? Dalam bukunya The Practice of Public Relations, Seitel menguip studi kasus suatu peusahaan di Amerika yang berhasil karena bertumpu pada image advertising, public relations dan public services. Hingga dewasa ini banyak organisasi/perusahaan sukses mengikuti strategi ini. Faktor-faktor tersebut akan kita pelajari yang akan membawa perushaah pada service excellence. Servicing ditegaskan sebagai ilmu yang harus dipraktekan sebagai Customer Relationship Management (CRM). Jelas dari sebutannya CRM bukan sekedar mengetahui dan memberikan pelayanan atau servicing, lebih dari itu konsepnya adalah  relationship management, yaitu pengelolaan hubungan (baik) dengan customer, pembeli atau pelanggan, bahkan seharusnya lebih melebar lagi, dengan seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan perusahaan terkait.

Perkembangan dunia usaha berlanjut bahwa pemangku kepentingan harus sungguh-sungguh diperhatikan, dan hal ini dijalankan melalui konsep GCG (Good Corporate Governance) yang akarnya berasal dari pembinaan corporate culture atau budaya perusahaan. Orientasi GCG sebenanrnya kembali pada membina kepercayaan. Menurut Francis Fukuyama  (1995) dalam bukunya Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity, yang dikutip oleh William J. Byron (2010) dalam bukunya The Power of Principles, kegiatan ekonomi menampilkan bagian yang menentukan dari kehidupan sosial. Salah satu pelajaran penting dari pengkajian kehidupan ekonomi adalah bahwa kesejahteraan suatu bangsa, yang dapat diterjemahkan dalam lingkup lebih kecil, kesejahteraan suatu perusahaan, sekaligus kemampuannya untuk bersaing, dikondisikan oleh sifat kultural pervasif yang tunggal: tingkat kepercayaan yang melekat di dalam masyarakat bangsa tersebut. Jadi dapat dikatakan  sebagai tingkat kepercayaan yang melekat dalam perusahaan.

Outline Materi

  • Membina dan mengelola memerlukan strategi; bahasan mengenai strategi dan taktik
  • Strategi Membangun Public Trust, yang perlu terkontrol melalui Perception Audit
  • Public Trust,  Corporate Value; Corporate Value & Corporate Reputation
  • Image, Reputation, Advertising dan Public Relations menunjang reputasi
  • Customer Excellence to Customer Relationship Management that lead to Reputation
  • Leadership & Public Trust to Corporate Reputation
    • Corporate Culture & Public Trust that leads to Corporate Reputation
    • Strategi menuju Good Corporate Governance (GCG), menghasilkan reputasi perusahaan
    • Monitoring, Audit & Evaluation

Metode Pelatihan

Interactive, discussions, case studies, problem solving approach.

Facilitator

Drs. Ludwig Suparmo, M.Si

Beliau memulai kariernya dari bawah, ketika berumur 20 tahun, sebagai detailer/promosi obat secara ilmiah, kemudian meningkat ke jenjang supervisor, field manager, commercial officer, manager periklanan dan manager komunikasi. Sejak 20 tahun terakhir menjadi konsultan komunikasi dan manajemen, trainer dan pengajar di beberapa institusi perguruan tinggi. Mendapat pendidikan dan pelatihan manajemen di Manila, Philippines,  Presentation Skills dan Negotiation Skills di London, United Kingdom. Setelah terjun sebagai praktisi langsung, menyempatkan diri di hari tuanya menyelesaikan pendidikan Master (S2) dalam waktu 18 bulan dan lulus sebagai  peserta terbaik.

Training-Reputation-Management-yogya

Public Trust : Strategi Komunikasi Menangkan Pasar

Berikut ini kutipan berita dari Tribune News.Com

Tetap menjaga kepercayaan publik (public trust) merupakan segalanya bagi korporasi untuk memenangkan pasar pada tingkat persaingan bisnis yang kian ketat. Penetapan strategi komunikasi sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi perusahaan.

Strategi komunikasi penting untuk meningkatkan nilai perusahaan, baik yang sudah go public, maupun non go public. Karenanya, menjaga kepercayaan publik (public trust) suatu yang mutlak. Kurang tepatnya strategi komunikasi dapat mengakibatkan berkurangan nilai perusahaan (corporate value). Sementara, tingkat persaingan bisnis kian hari semakin berat dan ketat.

Perlu strategi komunikasi yang jitu untuk melaksanakan strategi perusahaan. Strategi perusahaan berkaitan erat dengan pencapaian visi, misi, obyektif, dan goal-goal perusahaan dengan memperhitungkan segala sumber daya yang ada serta semua kondisi eksternal dan internal yang ada.

Selain itu, setiap personal dalam korporasi harus menyadari logika bisnis (logic of business) dari usahanya. Fungsi-fungsi perusahaan perlu dikembangkan secara seksama dengan mempertimbangkan kepentingan perusahaan itu sendiri yang berhubungan dengan customer, shareholders, stakeholder dan publik secara umum.

Secara internal, komunikasi perusahaan perlu dikembangkan sebagai titik strategis. Komunikasi ini harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, strategi yang akan digunakan untuk mencapainya, taktik atas sumber daya akan digunakan serta sumber daya yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan. Membangun sistem komunikasi internal dan eksternal, membuat program komunikasi yang sesuai strategi membangun dan meningkatkan public trust. Hal ini dimaksudkan agar ada kesatuan strategi komunikasi dalam strategi perusahaan, baik strategi pengembangan internal juga strategi bersaing.

Strategi akan selalu terkait dengan taktik. Strategi merupakan suatu pendekatan untuk mencapai tujuan. Strategi perusahaan merupakan pendekatan yang dilakukan oleh organisasi bisnis untuk dapat merealisasikan visinya sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan.

Sedangkan strategi bersaing akan terkait dengan bagaimana dapat perusahaan mengungguli kompetitor dengan kompetensi yang dimiliki dan dibangun oleh perusahaan.

Kontrol dan evaluasi pelaksanaan program secara terus menerus, evaluasi yang baik dapat memperbaiki kualitas strategi bahkan visi dan misi perusahaan. Selain itu, dalam penerapan strategi komunikasi, perlu dilakukan audit persepsi untuk mengukur tingkat kepercayaan publik dan memastikan bahwa publik memiliki persepsi yang sama dengan posisi yang diinginkan perusahaan.

Langkah lain yang perlu diperhitungkan adalah faktor globalisai bisnis dan meningkatnya aneka ragam angkatan kerja, meningkatnya nilai informasi tingkat resapan teknologi, tumbuhnya ketergantungan pada kerja tim, evaluasi struktur organisasi, berbagai macam hambatan terhadap komunikasi yang berhasil.

Berita tersebut mengkukuhkan usaha keberhasilan perusahaan-perusahaan baik Multi Nasional, International maupun nasional antara lain menerapkan strategi “Public Trust” demikian. Pelatihan memberikan pengertian komprehensif kepada para peserta yang disajikan dalam presentasi grafis yang mudah dipahami dan disampaikan secara interaktif.

Outline Materi

  • Strategi  Konsep dan Mendayagunakannya
  • Strategi Membangun Public Trust
  • Perception Audit
  • Komunikasi Efektif: Internal & External
  • Public Trust & Corporate Value
  • Corporate Value & Corporate Reputation
  • Leadership & Public Trust
  • Corporate Culture & Public Trust
  • Change Manangement & Public Trust
  • Media Monitoring & Public Trust
  • Case Studies & Problem Solving

NB: Case Studies bisa berupa studi kasus yang sedang dihadapi organisasi/korporasi sehingga pengetahuan yang diserap langsung dapat dimanfaatkan.

Facilitator

Drs. Ludwig Suparmo, M.Si

Beliau memulai kariernya dari bawah, ketika berumur 20 tahun, sebagai detailer/promosi obat secara ilmiah, kemudian meningkat ke jenjang supervisor, field manager, commercial officer, manager periklanan dan manager komunikasi. Sejak 20 tahun terakhir menjadi konsultan komunikasi dan manajemen, trainer dan pengajar di beberapa institusi perguruan tinggi. Mendapat pendidikan dan pelatihan manajemen di Manila, Philippines,  Presentation Skills dan Negotiation Skills di London, United Kingdom. Setelah terjun sebagai praktisi langsung, menyempatkan diri di hari tuanya menyelesaikan pendidikan Master (S2) dalam waktu 18 bulan dan lulus sebagai  peserta terbaik.

Training-Public-Trust-Strategi-Komunikasi-Menangkan-Pasar-yogya

Public Speaking Training

Tujuan

  1. Menyampaikan kepada peserta manfaat penguasaan Public Speaking
  2. Menggunakan keahlian Public Speaking untuk mencapai tujuan
  3. Menggunakan Public Speaking sebagai sarana aktualisasi diri
  4. Jembatan untuk menggali potensi diri
  5. Menyampaikan kepada peserta kiat-kiat yang dapat secara praktis dilakukan
  6. Mengenali dan mengatasi kendala lapangan
  7. Mengenali dan mengatasi kendala teknis

Outline Materi

  • Persiapan:

–     Tujuan pembicaraan

–     Apa yang patut dan sesuai disampaikan

–     Mengenali hadirin: latar belakang, tren, minat, tata cara, bahasa

  • Perencanaan:

–     Pengenalan lokasi dan  peralatan

–     Pemilihan dan pemanfaatan waktu yang tepat

–     Skenario

  • Pengorganisasian :

–     Introduksi

–     Isi pembicaraan

–     Membuat ringkasan presentasi

–     Isi presentasi: Berdasarkan topik, Kronologis, Masalah dan pemecahan, Sebab akibat

  • Alat bantu visual

–     Mempersiapkan presentasi

–     Menggunakan visualisasi

  • Teknik presentasi

–     Percaya diri dan semangat

–     Penampilan,

–     Postur

–     Suara dan intonasi

–     Bahasa non verbal

–     Blocking

  • Latihan:

–     Membuat presentasi

–     Melakukan latihan

–     Sesi umpan balik

Facilitator

Dianti Arudi, MBA.

Komunikasi tidak hanya karir profesional Dianti namun juga menjadi personal interest yang bersangkutan. Memulai pengalamannya dalam bidang komunikasi sebagai Journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, surat kabar ekonomi Jepang, Dianti kemudian melanjutkan karirnya dalam area yang membutuhkan komunikasi intens

Dianti menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan, Master in Business Administration, di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI)

Training-Public-Speaking-Training-yogya

Public Speaking For Executive

MENGAPA PUBLIC SPEAKING BEGITU PENTING?

Survey secara internasional membuktikan bahwa peringkat No.1 untuk sukses dalam karir dan bisnis adalah Komunikasi dan Public Speaking. Hal ini terkait dengan kemampuan menyampaikan ide-ide dan mempengaruhi orang lain baik secara pribadi maupun massa. Semakin terampil seseorang berbicara akan semakin menunjukkan kualitas kecerdasan dan intelektualitas dirinya

Dalam realitas semakin tinggi jabatan/kedudukan seseorang, maka dia akan semakin dituntut untuk berbicara didepan umum. Sehingga orang akan menilai dirinya dari apa yang disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Demikian pula dengan seorang executive  di satu perusahaan. Tentu dalam pekerjaannya mereka sering melakukan kegiatan komunikasi/public speaking di dalam maupun diluar  perusahaan.

MENGAPA ORANG MENGHINDARI PUBLIC SPEAKING ?

Pandangan masyarakat bahwa kemampuan Public Speaking adalah bakat dari lahir dan hanya dimiliki orang tertentu. Sehingga Public Speaking menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang di dunia. Manajer/eksekutif/owner perusahaan serta pimpinan organisasi  sering mengatakan, bahwa mereka tidak berbakat dan tidak mampu berbicara di depan umum. Mereka berusaha menghindar jika diminta berbicara di depan umum. Padahal kenyataannya Public Speaking adalah sebuah keterampilan yang dapat dilatih dan akan semakin cemerlang bila sering dipraktekkan (bahkan untuk mereka yang dari nol).

Tujuan Pelatihan

  • Peserta memahami dasar-dasar Public Speaking yang baik dan efektif
  • Peserta menguasai teknik atau keterampilan dasar Public Speaking
  • Peserta tampil percaya diri dan piawai dalam melakukan Public Speaking dan Presentasi.
  • Peserta menguasa teknik berbicara di depan insan media, di radio dan televisi, sebagai bagian dari aktivitas public speaking.
  • Membangun citra diri positif di perusahaan melalui kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum (Public Speaking).

Peserta

PSE cocok diberikan untuk kelompok executive dari bidang apa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup melalui Public Speaking. Selain itu ia punya hasrat untuk berbagi ilmu yang ia miliki dengan sesama dan meraih sukses yang lebih tinggi dalam karirnya.

Jadwal Pelatihan

Day 1  

09:00 – 09:30: Opening, Ice Breaker, Introduction Participant/Trainer  & Training Contract

09:30 – 10:30: General Public Speaking & Communication

10:30 – 10:45: Coffee/Tea Break

10:45 – 12.00: Find Out Your Right Mind Set & Goal Setting To be A Good Public Speaker

12:00 – 13:00: Break ISHOMA

13:00 – 15.00  : Ease Your Nervouse

15:00 – 15.15    : Coffee/Tea Break

15:15 – 17:00 : Grab Your Audience

Day 2  

09:00 – 10:30: Impressive Voice

10:30 – 10:45: Coffee/Tea Break

10:45 – 12.00: Gesture for Maximum Impact

12:00 – 13:00 : Break ISHOMA

13:00 – 15.00  : Implementation/Practical

15:00 – 15.15    : Coffee/Tea Break

15:15 – 16:30: Implementation/Practical

16:30 – 17:00: Commitment for Goal Setting to be A Good Public Speaker  and Closing Session

Metode Pelatihan

70 % Practical dan Implementation

30% Presentation, Modeling by film, Interactive Games, Role Play, Ice Breaking dan Simulation

Testimoni

I Komang Astawa

Ass. Regulation & Safety Compliance

Aviation Operation

Pertamina Aviasi Jakarta Pusat

‘’Trainer sangat  kompeten, sehingga peserta dapat menerima materi dengan baik,,

Hamzah Situmorang

Ass. Manager Aviation Region IV

Pertamina Aviasi – Makassar

‘’Saya terkesan karena saya bisa menjadi seorang trainer/pembicara sebagai wahana pengembangan diri dengan dibimbing oleh trainer yang profesional,,

Facilitator

Dra. Wita Rifol, Psi

Psikolog lulusan UI ini pada mulanya seorang business woman di bidang garment. Sebagai UKM  binaan pemerintah dan BUMN yang sukses (UKM terbaik se Jakarta tahun 2005), ia dikirim keluar negeri seperti, Singapore, Malaysia, Thailand, Australia, Afrika Selatan, Jerman, Belanda dan Inggris untuk mengikuti pameran/business meeting ataupun seminar. Hal ini memperlihatkan ketrampilan komunikasi, interpersonal dan human relationshipnya yang tinggi. Sering  diminta ceramah/seminar serta menjadi konsultan bagi UKM lainnya, membuat kemampuan Public Speakingnya terasah dan membukakan jalan berkarir di bidang HRD Consultant. Pengalaman praktis yang luas menjadikannya trainer andal di bidang Self Empowerment, Motivational Training, Leadership, Positive Mind Set, Personal Image, Communication dan Public Speaking. Selain itu Dosen Pengembangan Diri Trisakti School of Management Jakarta dan Senior Partner Career Development Center Universitas Indonesia (CDC-UI),   juga aktif memberikan   workshop/seminar/ceramah untuk public maupun inhouse.

Pengguna jasanya diantaranya, Perusahaan: Pertamina, Telkomsel, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), PT Sucofindo, PT Monsanto, PT Epiterma Indonesia, IDDC-Safety Driver. Instansi Pemerintah  Dinas Perdagangan DKI, Dinas Koperasi & UKM Jakarta Timur. Perguruan Tinggi/Sekolah: Universitas Indonesia (UI), Perguruan Cikini, SMA Al-Azhar Pondok Labu, Perguruan Al- Azhar Rawamangun, Yayasan Vidatra PT Badak NGL-Bontang.  Ormas/Partai : Islamic Centre Muhammadiyah Rawamangun Jakarta, DPP Partai Keadilan Sejahtera.

Training-Public-Speaking-For-Executive-yogya

Protokol dan Pergaulan Internasional

Berpedoman kepada Keprotokolan Negara dan Undang Undang Protokol terbaru, pelatihan ini akan memberikan pengayaan yang berkaitan dengan tata cara pergaulan resmi dan tidak resmi baik Negara ataupun swasta. Serta dilengkapi juga dengan praktek-praktek pergaulan internasional yang lazim dikerjakan dengan melihat dari sejarah protocol dari permulaan hingga kondisi pada saat ini.

Outline Materi

  1. Pengertian Protokol, landasan dan sumber hukum keprotokolan.
  2. Ruang lingkup tugas dan peran protokol
  3. Tata upacara, Tata tempat, Tata Penghormatan
  4. Pengaturan kunjungan-kunjungan kenegaraan, kunjungan kerja dan tamu asing.
  5. Konferensi Internasional
  6. Misi diplomatik dan konsuler
  7. Tanda jasa dan kehormatan
  8. Tata Busana
  9. Etiket dan Pergaulan Diplomatik serta Pergaulan Internasional lainnya
  10. Jenis Jamuan  dan persiapannya.
  11. Hal-hal yang sering dijumpai dalam praktek keprotokolan negara dan cara mengatasinya.

Facilitator

Djoko Hardono

Djoko Hardono

Ex Kepala Protokol Negara untuk Dubes RI di Kanada.

Training-Protokol-dan-Pergaulan-Internasional-yogya