ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Finance Series

Basic understanding of Merger & Acquisition

Merger dan Akuisisi (M&A) adalah dua langkah strategis yang ditempuh oleh perusahaan dalam rangka menghadapi situasi dan kondisi bisnis yang tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Faktor internal terkait dengan pertumbuhan usaha yang signifikan, strategi bisnis, dan atau menghindari kerugian maksimum akibat kemunduran usaha yang dialaminya. Sedangkan actor eksternal perusahaan adalah terkait dengan kondisi ekonomi global, perubahan regulasi, tingginya tingkat persaingan bisnis. Pengambilan keputusan strategis terkait M&A tidak harus berupa kombinasi antara kedua faktor tersebut, namun dapat pula berdiri sendiri-sendiri.

Proses M&A adalah suatu perjalanan panjang dan merupakan langkah strategis bagi perusahaan, sehingga memerlukan pemahaman dan perencanaan yang akurat agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Di Indonesia, pelaksanaan M&A tidak hanya melibatkan faktor-faktor teknis keuangan dan akuntansi, namun aspek legalitas juga menjadi kunci utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Tujuan dilaksanakannya wokshop ini adalah:

  • Membuat dan menyusun rencana strategis M&A.
  • Mengenal aspek-aspek teknik: keuangan dan akuntansi M&A.
  • Mengenal aspek-aspek legalitas M&A di Indonesia.
  • Memahami proses identifikasi, penilaian risiko (risk assessment) dan rencana mitigasi terkait M&A.

Oleh karena pentingnya workshop ini, maka disarankan bagi pemilik modal, eksekutif, akademisi, konsultan, dan pemerhati M&A dapat mengikutinya, sehingga dapat diterapkan di perusahaannya masing-masing. Workshop ini akan dilaksanakan dengan 3 metode yaitu lecturingtopic discussion, dan case study. Workshop akan dilaksanakan dalam 2 hari dengan agenda sebagai berikut:

Hari ke-1:

  1. Overview of Merger & Acquisition.
  2. Determining an appropriate classification and strategy for Merger & Acquisition based on internal or external environments and strategic objectives.
  3. Understanding for legal perspective on Merger & Acquisition.
  4. Understanding for Indonesians Accounting Principle on Merger & Acquisition.

Hari ke-2:

  1. Applied risk assessment and measurement on M&A planning.
  2. Corporate valuation.
  3. Workshop 1 : Case Study
  4. Workshop 2 : Drafting M&A strategic plan

Profil trainer:

Andri Krisnanto, SE, MM.

Beliau seorang profesional muda tamatan Universitas Indonesia. Pengalaman kerja beliau antara lain adalah sebagai Deputy Advisor di Indonesian Parliament, Deputy Manager Finance and Asset Management di PT PPA (Persero), Executive Director AK Consulting, dan Senior Consultant Associate di PT Performa Global Indonesia. Sebagai konsultan, perusahaan-perusahaan besar yang pernah ditanganinya antara lain adalah PT KAI, PT Imora Motor (Honda Jakarta Center), Astra Otoparts, dan Sulwood Group. Saat ini, Andri bekerja di salah satu Grup Perusahaan Nasional dan bertanggung jawab terhadap penerapan ERM dan Pengembangan Organisasi, dimana di dalamnya terdapat penilaian dan rekomendasi strategi Merger dan Akuisisi yang akan ditempuh induk dan anak usahanya. Selain sebagai praktisi, Andri juga aktif mengajar di beberapa Perguruan Tinggi dan menjadi anggota asosiasi professional di bidangnya.
Saat ini beliau sebagai Direktur Investasi dan Busdev di sebuah Private Equity dengan porfolio bisnis di: Financing, ritel,properti,oil dan direct investment

Training-Basic-understanding-of-Merger-&-Acquisition-yogya

 

Treasury for non Treasury

Treasury adalah salah satu aktivitas finansial di perusahaan, perbankan dan non perbankan, yang berkaitan dengan 3 (tiga) aktivitas utama yaitu manajemen kas, investasi kas, dan transaksi pembayaran. Ketiga aktivitas treasury tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, para praktisi non treasury lebih mengenal aktivitas ini khusus terkait dengan optimalisasi penggunaan dana kas perusahaan dalam bentuk instrument investasi jangka pendek, seperti saham, deposito, dan surat berharga lainnya.

Aktivitas treasury membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan akurasi perhitungan. Seorang treasurer tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, namun harus pula memperhatikan aspek-aspek penilaian risiko finansialnya dan prinsip kehati-hatian. Di sisi lain, unit atau divisi kerja di luar treasury, dapat bekerja sama dengan treasury dalam hal melakukan efisiensi penggunaan keuangan perusahaan agar posisi kas stabil dan dapat digunakan untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan keuangan (financial resistance).

Tujuan dilaksanakannya wokshop ini adalah:

  • Mengenal fungsi treasury di perusahaan bank dan non bank.
  • Mengenal aspek-aspek teknik treasury.
  • Mengenal produk-produk investasi beserta turunannya.
  • Memahami proses identifikasi, penilaian risiko (risk assessment) dan rencana mitigasi terkait aktivitas treasury.

Oleh karena workshop ini dinilai sangat bermanfaat untuk diketahui dan dipelajari, maka disarankan bagi para eksekutif dan praktisi non treasury dapat mengikuti workshop ini. Workshop ini akan dilaksanakan dengan 3 metode yaitu lecturing, topic discussion, dan case study. Workshop akan dilaksanakan dalam 2 hari dengan agenda sebagai berikut:

Hari ke-1:

  1. Introduction of investment management.
  2. Cash flow management
  3. Capital market: system, product, and analysis method
  4. Money market: system, product, and analysis method

Hari ke-2:

  1. Applied risk assessment and measurement on treasury.
  2. Understanding Accounting Principles on treasury transactions.
  3. Workshop: treasury game

Workshop Leader :

Beliau seorang profesional muda tamatan Universitas Indonesia. Pengalaman kerja beliau antara lain adalah sebagai Deputy Advisor di Indonesian Parliament, Deputy Manager Finance and Asset Management di PT PPA (Persero), Executive Director AK Consulting, dan Senior Consultant Associate di PT Performa Global Indonesia. Sebagai konsultan, perusahaan-perusahaan besar yang pernah ditanganinya antara lain adalah PT KAI, PT Imora Motor (Honda Jakarta Center), Astra Otoparts, dan Sulwood Group. Saat ini, Andri bekerja di salah satu Grup Perusahaan Nasional dan bertanggung jawab terhadap penerapan ERM dan Pengembangan Organisasi, dimana di dalamnya terdapat penilaian dan rekomendasi strategi Merger dan Akuisisi yang akan ditempuh induk dan anak usahanya. Selain sebagai praktisi, Andri juga aktif mengajar di beberapa Perguruan Tinggi dan menjadi anggota asosiasi professional di bidangnya.
Saat ini beliau sebagai Direktur Investasi dan Busdev di sebuah Private Equity dengan porfolio bisnis di: Financing, ritel,properti,oil dan direct investment

Training-Treasury-for-non-Treasury-yogya

Pencegahan Pencucian Uang Dalam Transaksi Keuangan

Latar Belakang

Efektifitas dan Efisiensi kinerja penegak hukum dalam melakukan tindakan pemberantasan pencucian uang yang masih rendah, merupakan tolok ukur keberhasilan kinerja, karena jumlah uang yang berhasil dikembalikan masih sangat sedikit bilamana dibandingkan dengan jumlah uang yang berhasil dimiliki oleh para pelaku tindak pidana pencucian uang.

Keterbatasan kemampuan dan kolaborasi yang dijalankan oleh penegak hukum dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, sering berakhir pada batas wilayah hukum dan/atau Negara, dimana system hukum Negara Indonesia tidak dapat menyentuh system hukum Negara lain, dan kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku pencucian uang.

Infrastruktur yang dimanfaatkan oleh para pelaku pencucian uang adalah infrastruktur badan usaha, dengan fasilitas yang diberikan oleh industry perbankan sehingga pelaku pencucian uang yang merupakan nasabah dari industry perbankan mendapatkan fasilitas transaksi keuangan yang pada akhirnya disalahgunakan untuk melakukan pencucian uang, namun perbuatan tersebut tetap dilindungi oleh Negara dan system hukum yang berlaku pada bank tersebut.

Overview

Perbuatan pencucian uang diawali dengan melakukan pembukaan rekening bank (current account, dan/atau saving account) pada salah satu bank diluar negeri dimana bank tersebut diakui keberadaan dan kegiatan usahanya oleh Negara domisili bank, dan dapat menerima transaksi keuangan atau menerima pengiriman (transfer) uang ke rekening pelaku pencucian uang, dan untuk menghindari jeratan peraturan pencucian uang di Indonesia, maka pelaku pencucian uang mempergunakan 2 (dua) cara yaitu:.

Melakukan transfer/transaksi dalam jumlah masih dibawah batasan maksimum yang diperkenankan dari Indonesia langsung ke bank yang berada di luar negeri, dan/atau melakukan transfer/transaksi melalui perusahaan yang terafiliasi dari pelaku pencucian uang

Perbuatan pencucian uang diawali dengan melakukan pembukaan rekening bank (current account, dan/atau saving account) pada salah satu bank diluar negeri dimana bank tersebut diakui keberadaan dan kegiatan usahanya oleh Negara domisili bank, dan dapat menerima transaksi keuangan atau menerima pengiriman (transfer) uang ke rekening pelaku pencucian uang, dan untuk menghindari jeratan peraturan pencucian uang di Indonesia, maka pelaku pencucian uang mempergunakan 2 (dua) cara yaitu melakukan transfer/transaksi dalam jumlah masih dibawah batasan maksimum yang diperkenankan dari Indonesia langsung ke bank yang berada di luar negeri, dan/atau melakukan transfer/transaksi melalui perusahaan yang terafiliasi dari pelaku pencucian uang.

Apabila uang yang ditransfer sudah berada di rekening bank di luar negeri, maka pelaku pencucian yang mempergunakan instrument perbankan tertentu, sehingga pelaku dapat menarik uang tersebut dari Indonesia dan mempergunakannya dengan aman tanpa dapat tersentuh oleh Hukum Negara Indonesia.

Program ini disusun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 2012-2013 melalui kolaborasi Internasional yang dilakukan oleh Konsultan Manajemen Indonesia yang dibantu oleh Praktisi Hukum Singapore dan Professional Banker Jerman, atas banyaknya peristiwa tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh pelaku pencucian uang yang yang berasal dari Indonesia dengan memanfaatkan kelemahan sistem hukum di Indonesia, melalui transaksi keuangan lintas Negara atau Benua.

Understanding

  1. Pencucian Uang adalah adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau harta kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal.
  2. Pelaku tindak pidana akan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan yang merupakan hasil dari tindak pidana dengan berbagai cara agar Harta Kekayaan hasil kejahatannya sulit ditelusuri oleh Aparat Penegak Hukum sehingga bisa leluasa memanfaatkan Harta Kekayaan tersebut baik untuk kegiatan yang sah maupun tidak sah.

Program ini disusun berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 2012-2013 melalui kolaborasi Internasional yang dilakukan oleh Konsultan Manajemen Indonesia yang dibantu oleh Praktisi Hukum Singapore dan Professional Banker Jerman, atas banyaknya peristiwa tindakan pencucian uang yang dilakukan oleh pelaku pencucian uang yang yang berasal dari Indonesia dengan memanfaatkan kelemahan sistem hukum di Indonesia, melalui transaksi keuangan lintas Negara atau Benua.

Highlight

  1. System Hukum Continantal dan Anglo Saxo
  2. Badan Usaha pada system hukum Continental dan Anglo Saxon
  3. Infrastruktur transaksi keuangan
  4. Membuat current account dan saving account

Sasaran

  1. Dapat mengindikasi suatu tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perencanaan pencucian uang
  2. Dapat melakukan pencegahan atau penghentian proses pada tahap awal dalam perubatan pencucian uang
  3. Dapat memberikan laporan atas adanya perencanaan perubatan pencucian uang
  4. Dapat menguasai secara hak atas uang/harta kekayaan negara yang dikuasai tanpa hak oleh pelaku pencucian uang

Strategi

  1. Tutor dan diskusi untuk memberikan pemahaman tentang praktek pencucian uang berdasarkan teori dan praktek yang dilakukan, dan memberikan transformasi pengetahuan dan ketrampilan untuk mencegah terjadinya pencucian uang
  2. Melakukan simulasi dengan mempergunakan proses imitasi, dalam memberikan pembuktian dan pemahaman yang terjadi di alam nyata, sehingga peserta dapat mengantisipasi terjadinya pencucian uang.

Outline

  1. Mengenal system hukum yang ada di dunia (Anglo Saxon dan Continental)
  2. Mengenal elemen yang dipergunakan  untuk melakukan pencucian uang
  3. Entity bisnis berdasarkan system hukum Anglo Saxon dan Continental
  4. Proses persiapan pencucian uang dan pencucian uang
  5. Infrastruktur perbankan yang dipergunakan untuk pencucian uang
  6. Penggunaan uang dari pencucian uang
  7. Proses penarikan atau pengambilan uang dengan infrastruktur perbankan
  8. Strategi identifikasi transaksi keuangan pada proses pencucian uang
  9. Strategi pencegahan pencucian uang dan pencegahan penarikan uang hasil kejahatan
  10. Mengenal dan menguasai praktek pencucian uang dalam rangka melakukan pencegahan pencucian uang
  11. Mengenal dan menguasai proses yang tejadi dalam pencucian uang dan menarik uang hasil kejahatan tersebut di Indonesia

Peserta yang harus hadir

  1. Manajer
  2. Direktur
  3. Pemegang Saham
  4. Setiap orang yang ingin mengetahui dalam menyusun secondmend agreement.

Workshop Leader :

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Pencegahan-Pencucian-Uang-Dalam-Transaksi-Keuangan-yogya

The Smart Way To Manage Your Salary And Plan Your Better Future

Training ini merupakan perpaduan yang sangat indah antara motivasi dan perencanaan keuangan keluarga berdasarkan buku “NASIBMU di DOMPETMU” yang ditulis oleh Andreas Hartono dari Andreas-Hartono Academy dan akan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada Juni 2012 mendatang. 

Sebuah Realitas :

Sebuah filosofi bijak mengatakan bahwa untuk menghasilkan suatu kualitas kerja (quality of work) yang baik maka seorang karyawan harus ditopang oleh 3 faktor yaitu kualitas kehidupan (quality of life), kualitas lingkungan kerja (quality of working life) dan kualitas diri (competency).

Tetapi harus diakui bahwa fokus perusahaan umumnya hanya membangun quality of working life serta competency dan kurang memperhatikan aspek quality of life yang  juga berkontribusi besar dalam menghasilkan sebuah quality of work. Dari berbagai permasalahan karyawan diketahui bahwa penyebab stres dan demotivasi karyawan disebabkan oleh faktor quality of life yang buruk khususnya masalah ekonomi atau keuangan keluarga.

Apakah penghasilan mereka yang kurang ? Bisa jadi demikian tetapi pengaruh terbesar bukan terletak pada faktor besaran gaji tetapi lebih kepada mentalitas dan kemampuan untuk mengatur keuangan mereka. Hukum Parkinson berkata “berapa pun besarnya penghasilan anda maka pengeluaran anda akan mendekati penghasilan tersebut”, sehingga ketika seseorang gajinya 1 juta maka pengeluarannya akan mendekati 1 juta ketika gajinya dinaikkan 2 juta maka pengeluarannya akan mendekati 2 juta dan seterusnya. Akibatnya berapa pun besarnya gaji akan terasa tidak cukup bahkan tidak jarang terjadi situasi besar pasak daripada tiang.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri karyawan yang sudah mengalami permasalahan finansial :

  • Tidak mempunyai tabungan
  • Mengeluh penghasilan tidak cukup untuk hidup
  • Gaji, THR, bonus selalu habis dalam waktu singkat
  • Tidak mampu menabung secara rutin
  • Terbelit pada permasalahan hutang dan kartu kredit
  • Hidup royal dan konsumtif yang ditanda dengan membeli barang berdasarkan keinginan bukan kebutuhan
  • Tidak memiliki persiapan finansial yang memadai untuk pendidikan anak
  • Tidak memiliki persiapan untuk pensiun mandiri yang tidak bergantung pada anak

Lalu apa yang harus dilakukan ? Segera imunisasi karyawan anda dengan mentalitas, pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan keuangan yang sehat dan benar sebelum mereka semakin terjerumus lebih dalam yang akhirnya akan menggerogoti produktifitas perusahaan anda.

Tentang Training :

Sebuah Achievement Financial Motivation Training yang merupakan perpaduan yang indah antara achievement motivation training dengan employee financial planningyang akan memberikan mindset, pengetahuan dan ketrampilan finansialyang sehat dan benar.

Manfaat Yang Didapatkan Dari Training :

Membangun kualitas kehidupan karyawan yang lebih bahagia sehingga mampu membangkitkan inner motivation yang tinggi dan akhirnya mampu meningkatkan kinerja dan produktifitas kepada perusahaan.

12 materi spektakuler yang akan merubah hidup peserta menjadi lebih bahagia, bermakna dan produktif :

  1. Financial Check up – Sehatkah pikiran anda tentang uang dan bagaimana rasio kesehatan finansial anda saat ini ?
    • Mindset anda menentukan masa depan anda tetapi sayang ternyata 90% lebih orang memiliki mindset yang salah dan tidak sehat tentang uang akibatnya kesehatan finansial terganggu yang berdampak pada kualitas kehidupan dan produktifitas kerja yang menurun.
  2. Mengatur Anggaran Keuangan – Mengapa besar pasang daripada tiang sering terjadi dalam kehidupan ini meskipun gaji sudah memadai ?
    • Hukum parkinson berkata “berapapun gaji anda maka pengeluaran anda akan mendekati gaji tersebut”. Akibatnya kalau tidak tahu atau tidak mampu mengelola cashflow keuangan maka besar pasang daripada tiang akan terjadi setiap bulannya. 
  3. Manajemen Hutang – Hutang adalah penyebab no 1 kehancuran finansial, lalu bagaimana mengatur hutang yang baik ?
    • Banyak orang terjerumus dengan hutang yang dilakukan dengan sengaja ataupun terpaksa. Kelola perencanaan keuangan dengan baik melalui hutang yang sehat atau hidup anda akan hancur oleh hutang jahat.
  4. Menabung Dan Investasi – Menabung pangkal miskin kalau anda tidak tahu bagaimana cara menabung yang benar.
    • Menabung pangkal kaya ? Iya kalau tahu caranya dan tahu tempat nabungnya, kalau tidak maka menabung pangkal miskin. Mengapa ? Karena tabungan anda di bank tumbuh 2% per tahun sedangkan inflasi 10% per tahun. Solusinya menabung harus pada instrumen investasi yang tepat dan bertumbuh di atas inflasi.
  5. Peternakan Uang – Keajaiban dunia ke-8 adalah peternakan uang, yang dapat membuat orang miskin menjadi kaya dan orang kaya menjadi semakin kaya
    • Albert Einstein berkata inilah keajaiban dunia yang ke-8 tetapi  sayang yang tahu hanya sedikit orang saja. Dengan peternakan uang ternyata dengan berhemat ½ bungkus rokok sehari selama 20 tahun maka hasilnya dapat digunakan untk membeli mobil Toyata Avanza baru secara tunai.
  6. Investasi Reksadana – Instrumen investasi yang dapat dilakukan oleh semua orang karena aman, mudah, murah dan tanpa perlu banyak mikir.
    • Reksadana merupakan media investasi yang mudah, murah, tanpa banyak mikir dan semua orang mampu melakukannya. Dengan reksadana seseorang dapat dengan mudah mengatur dan mencapai tujuan finansialnya.
  7. Dana Darurat – Siapkan dana darurat atau finansial anda selalu dalam kondisi gawat darurat !
    • Penyebab utama cashflow terganggu adalah tidak punya tabungan dana darurat. Dana darurat adalah tujuan finansial primer utama yang wajib harus dipenuhi oleh setiap orang yang jumlahnya dapat disesuaikan dengan karakteristik keluarga dan kondisi pekerjaan.
  8. Proteksi Diri – Kena musibah ! Keluarga masih dapat hidup normal secara finansial.
    • Asuransi hal penting bagi setiap orang untuk perlindungan keluarga tetapi yang memiliki asuransi jumlahnya sangat sedikit sekali dan mereka yang telah memiliki asuransi tersebut ternyata juga banyak yang salah dalam membeli asuransi yang tepat.
  9. Pendidikan Anak – Punya anda maka anda bertanggung jawab membiayai sekolahnya hingga perguruan tinggi !
    • Biaya sekolah di Indonesia mahal ? Begitulah kenyataan yang banyak dihadapi oleh orang tua ! Lalu apa yang harus anda lakukan ? Tidak lain adalah lakukan perencanaan dana pendidikan anak anda sejak dini. Dimanapun anda menginginkan anak anda sekolah baik dalam maupun luar negeri dapat anda siapkan mulai dari sekarang.
  10. 10. Persiapan Pensiun – Sehat, kaya, dermawan, bahagia dan meninggal dengan banyak warisan itulah tujuan hidup anda ketika sudah pensiun !
    • Sebuah lembaga melakukan survei tentang pensiun di Indonesia dan hasilnya ternyata mayoritas orang Indonesia terlambat mempersiapkan masa pensiun yang berakibat kehidupan pensiun bergantung pada anak atau panti sosial. Padahal sebenarnya hanya dengan menabung rutin 200 ribu per bulan anda dapat hidup pensiun dengan bahagia kalau anda melakukannya sejak usia muda.
  11. Strategi Uang Mengejar Anda – Bekerja bukan mengejar uang tetapi bagaimana supaya dikejar uang !
    • Semua orang bekerja tetapi mayoritas bekerja untuk mengejar uang dan inilah penyebab banyak orang stress padahal kalau diubah tujuannya menjadi bekerja supaya dikerjar-kejar uang menjadi sungguh nikmat hidup ini. Bagaimana caranya ? Menciptakan nilai tambah dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya maka uang akan mengejar anda.
  12. Kebahagiaan Finansial – Belajar ilmunya lalu ambil tindakan nyata maka kebahagiaan finansial akan menjemput anda !
    • Rumus kebahagiaan finansial adalah lakukan perencanaan keuangan dengan baik sejak dini, tambah pendapatan dengan menciptakan nilai tambah dan tunda kesenangan anda.

Target  Peserta Training :

  • Karyawan yang mempunyai masalah finansial : wajib supaya cepat bertobat dan dapat segera keluar dari masalah finansial
  • Karyawan yang tidak mempunyai masalah finansial : wajib supaya uangnya bertumbuh lebih maksimal dan tidak seperti Mike Tyson yang punya banyak uang tetapi akhirnya bangkrut karena salah kelola.
  • Manager ke atas : wajib karena penghasilan besar tidak otomatis kesehatan finansialnya bagus
  • Manager ke bawah : wajib karena kebahagiaan finansial bukan ditentukan oleh besarnya gaji tetapi lebih ditentukan kemampuan mengelolanya.
  • Usia 35 tahun ke bawah : paling bagus karena semakin mudah melakukannya dan semakin mudah untuk tercapai
  • Usia 35 tahun ke atas : sudah agak terlambat tetapi lebih baik terlambat daripada tidak tahu sama sekali yang jauh lebih fatal akibatnya
  • Laki-laki atau perempuan : semua wajib ikut karena keuangan tidak mengenal gender
  • Back office atau front office : semua wajib ikut karena permasalahan keuangan dan kebahagiaan finansial tidak memandang jenis pekerjaan

Kesimpulannya : Siapapun dapat diikut sertakan dalam training ini supaya mereka memiliki kualitas kehidupan yang lebih bahagia yang pada akhirnya berkontribusi kepada produktifitas dan kinerja perusahaan.

Workshop Leader :

Ir. Andreas Hartono

Beliau memulai karir di dunia profesional sejak tahun 1998 bersama PT Sharp Yasonta Indonesia sebagai seorang Electrical Engineer setelah menamatkan studi Teknik Elektro di Unika Atma Jaya Jakarta. Selama menjadi Engineer beliau juga pernah bekerja di Sharp Roxy Corporation Malaysia sebagai seorang audio designer mewakili Indonesia.

Pada tahun 2000 beliau kemudian bergabung dengan Business Excellence Consulting sebagai Management Consultant sampai dengan tahun 2004. Beliau adalah salah satu konsultan yang paling diminati oleh klien dan selama berkarir di Business Excellence Consulting pernah menangani sekitar 20 perusahaan untuk membangun management system dari berbagai jenis industri baik nasional maupun multinasional.

Selama tahun 2004 – 2007 beliau menjabat sebagai seorang Trainer dan Training Manager di PT Garudafood yang merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbaik di Indonesia. Selama berkarir di Garudafood, beliau mendalami konsep people development khususnya di bidang motivation dan leadership. Beliau merupakan trainer terbaik dan yang paling diminati karyawan di Garudafood Group.

Beliau juga mendalami ilmu Kepribadian, Neuro Linguistic Programming (NLP), Psycho Cybernetics dan Hypnosis dari para pakar dan guru di Indonesia kemudian mendalami secara otodidak dari berbagai sumber sejak tahun 2004. Beliau juga merupakan seorang Certified Hypnotist (CH), Certified Hypnotherapy (CHt) dan Certified Hypnosis Instructure (CI) dari Indonesian Board of Hypnotherapy. Pada tahun 2010 beliau juga mendapatkan sertifikasi dalam Financial Certification Program dari Quantum Magna Financial Indonesia.

Tahun 2006 beliau mendirikan Indonesian Human Excellence Institute (I|HEI) dan Andreas-Hartono Academy pada tahun 2008 yang menjadikan beliau semakin populer sebagai seorang trainer, motivator dan konsultan muda yang berprestasi dan diakui oleh ratusan perusahaan serta ribuan peserta training.

Sebagai seorang trainer, motivator dan konsultan beliau juga terus belajar dari guru-guru terbaik di Indonesia seperti RH Wiwoho, Daniel Dianto, Krishnamurti dan Tung Desem Waringin.

Training-The-Smart-Way-To-Manage-Your-Salary-And-Plan-Your-Better-Future-yogya

Training Risk Based Internal Audit

Fungsi Internal Audit adalah salah satu fungsi penting di suatu perusahaan. Internal Auditor kadang-kadang dipandang sebelah mata oleh kolega dari unit lain karena dianggap tidak professional, hanya mencari-cari kesalahan saja. Padahal Internal Audit mempunyai peran strategis dalam membawa kepentingan perusahaan, bahkan mungkin pemegang saham untuk memastikan setiap unit di dalam perusahaan berjalan dengan baik.

Workshop 3 hari ini memberikan overview mengenai kemampuan teknik dasar yang perlu dimiliki seorang Internal Auditor yang professional. Peserta akan mempelajari konsep internal audit dan mendapatkan teknik-teknik yang diperlukan untuk dapat menjalankan audit secara efektif.

Partisipan akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai proses dokumentasi dan evaluasi teknik-teknik internal control/fieldwork. Dengan menggunakan kasus-kasus yang didesain secara khusus untuk keperluan tersebut. Disamping itu, partisipan juga akan mengevaluasi elemen-elemen kritis dari internal audit seperti meng-assess resiko, membuat flowchart, merencanakan program audit, melaksanakan audit dan menerapkan hasil untuk menyelesaikan masalah-masalh bisnis. Partisipan juga akan melatih keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam proses internal audit  seperti berinteraksi dengan auditee, membuat laporan dan memberikan rekomendasi.

 

Outline Materi

1.  STANDAR PROFESI AUDIT INTERNAL

KODE ETIK

TUJUAN

PENETAPAN

STRANDAR PERILAKU AUDIT INTERNAL

STANDAR PROFESI

STANDAR ATRIBUT

1000            Tujuan, Kewenangan, Dan Tanggungjawab

1100            Independensi Dan Objektivitas

1200            Keahlian Dan Kecermatan Profesional

1300            Program Jaminan Dan Peningkatan Kualitas Fungsi AUDIT INTERNAL

STANDAR KINERJA

2000            Pengelolaan Fungsi Audit Internal

2100            Lingkup Penugasan

2200            Perencanaan Penugasan

2300            Pelaksanaan Penugasan

2400            Komunikasi Hasil Penugasan

2500            Pemantauan Tindaklanjut

2600            Resolusi Penerimaan Risiko oleh Manajemen

2.      INTERNAL AUDIT CHARTER

  • Pendahuluan
  • Dasar
  • Maksud dan Tujuan

i.    Visi

ii.   Misi Dan Tujuan

iii.  Kewenangan

iv.  Tanggungjawab (Akuntabilitas)

v.   Ruang Lingkup Audit

vi.  Standar Pelaksanaan Pekerjaan

vii.  Pengesahan

3.      INTRODUCTION TO INTERNAL AUDITING

SEJARAH, PERKEMBANGAN, DAN GAMBARAN UMUM AUDIT INTERNAL

  1. Evolusi dan sejarah audit internal, pencapaian identitas auditor internal.
  2. Perbedaan antara audit internal dan eksternal.
  3. Definisi audit internal. Audit internal sebagai sebuah profesi.
  4. Perbedaan profesi auditor internal dan profesi di bidang perdagangan dan di bidang teknis.
  5. Kemajuan di bidang audit internal.
  6. Pernyataan Tanggung jawab IIA.
  7. Kode Etik IIA. Standar Praktik Profesional Audit Internal IIA, kerangka kompetensi.
  8. Program sertifikasi auditor internal, pengakuan profesional, sertifikasi khusus.
  9. Format-format dan pendekatan audit internal.
  10. Penilaian sendiri atas Kontrol, kekhususan audit.
  11. Penggunaan tenaga auditor dari luar perusahaan, audit Internal sebagai sebuah fungsi utama.
  12. Pemberian jasa kepada manajemen, Makna independensi dalam audit internal.
  13. Menggalakkan pelaporan kesalahan dan kecurangan dari karyawan dalam perusahaan.
  14. Lampiran: Auditor Internal sebagai Seorang Konsultan.

4.      TEKNIK-TEKNIK AUDIT INTERNAL (CONTROL) 

  1. Kontrol sebagai kunci utama bagi auditor internal, kontrol, sebagai kata benda dan kata kerja, dua tingkatan dalam setiap sistem.
  2. Jembatan penghubung antara auditor dan klien, akses dan pelaporan mengenai kontrol.
  3. Definisi kontrol: definisi awal, definisi menurut akuntan publik dan definisi menurut auditor internal.
  4. Perluasan konsep kontrol internal pada SAS 78, tujuan kontrol: untuk mencapai tujuan organisasi, model-model kontrol internal.
  5. Konsep COSO, model COCO, audit kontrol menurut COSO dan kontrol operasional.
  6. Kontrol yang didefinisikan oleh studi SAC.
  7. Kontrol untuk mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki, menghilangkan probabilitas, bukan kemungkinan kontrol.
  8. Manfaat-manfaat kontrol, sistem-sistem kontrol, tujuan, standar, perbandingan, tindakan perbaikan.
  9. Lingkaran tertutup atau sistem umpan balik, elemen-elemen sebuah sistem, pentingnya kontrol, standar kontrol internal.
  10. Tanggung jawab manajemen atas kontrol, sarana mencapai kontrol.
  11. Karakteristik-karakteristik kontrol, masalah-masalah kontrol.
  12. Elemen manusia, bagaimana mencapai Kontrol: pengorganisasian, kebijakan, prosedur, personalia, akuntansi, penganggaran dan pelaporan.
  13. Dampak regulasi terhadap kontrol, peranan auditor internal, kontrol akuntansi internal pendekatan siklus.
  14. Dampak pengaturan organisasi terhadap kontrol internal, pengurangan kontrol organisasi virtual.
  15. Empat fungsi dan kontrol manajemen, mengapa sistem kontrol harus dirinci, kontrol yang berlebihan.

5.       PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT) 

  1. Filosofi COSO, siapa yang memanfaatkan penilaian risiko?
  2. Merencanakan penilaian risiko dan eksposur, memperluas audit berbasis risiko.
  3. Organisasi tanpa proses manajemen risiko.
  4. Risiko audit dan komponen-komponennya pada audit laporan keuangan.
  5. Persediaan risiko, petanyaan-pertanyaan dasar mengenai risiko.
  6. Auditor internal dan risiko EC, risiko EDI, risiko manajemen.
  7. Membuat rencana penilaian risiko, manajemen risiko.
  8. Tujuan-tujuan proses manajemen risiko, metode analitis.
  9. Menggunakan bagan alir, kuisioner pengendalian internal dan analisis matriks.
  10. Pengendalian dan kontrol preventif, detektif dan korektif
  11. Metodologi ilustratif COSO, metode lain pemberian nilai.
  12. Pertimbangan-pertimbangan pengungkapan risiko.
  13. Kebutuhan akan beberapa sarana dan kesimpulan.

6.      SURVEI PENDAHULUAN (PRELIMINARY AUDIT SURVEY)  

  1. Perencanaan audit internal di kantor besar.
  2. Menyiapkan daftar pengingat, catatan kesan, dan kuisioner.
  3. Menentukan jadwal pertemuan awal dengan klien dan melakukan tanya jawab.
  4. Menentukan tujuan, sasaran, standar, pengendalian risiko.
  5. Penilaian risiko dan kualitas manajemen.
  6. Indikator-indikator manajemen yang efektif.
  7. Ciri-ciri manajemen yang tidak efektif.
  8. Kendala-kendala manajemen yang efektif, mengobservasi kualitas karyawan.
  9. Melakukan pengamatan fisik dan menyiapkan bagan alir.
  10. Melaporkan hasil survei, menganggarkan survei pendahuluan.

7.      PROGRAM AUDIT (AUDIT PROGRAM)

  1. Program audit, pedoman dan sarana pengendalian mandiri.
  2. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan program audit, kapan harus disiapkan, bagaimana penyiapannya dan siapa yang menyiapkan.
  3. Manfaat-manfaat program audit yang tepat, kapan menyiapkan program.
  4. Tanggung jawab auditor internal.
  5. Penekanan pada risiko, pengendalian dan standar.
  6. Ruang lingkup audit dari audit ketaatan hingga audit efektivitas.
  7. Mendefinisikan keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas.
  8. Tujuan dan prosedur-prosedur audit, perbandingan dengan tujuan dan prosedur operasional.
  9. Contoh-contoh berbagai prosedur audit, bagaimana menyiapkan program audit.
  10. Menggunakan latar belakang informasi yang diperoleh selama survei pendahuluan.
  11. Mengidentifikasi tujuan, risiko, dan pengendalian.
  12. Program audit sebagai alat mempertahankan diri bagi auditor, contoh-contoh program audit pembelian dan pemasaran.
  13. Program audit komprehensif, bagian Pengangkutan, contoh program proforma: kotak penyimpanan yang aman.
  14. Ambiguitas dalam bahasa program, hubungan program dengan laporan audit final.
  15. Mekanisme program, penugasan staf untuk audit berskala kecil.
  16. Pedoman penyusunan program audit, kriteria-kriteria program audit.

8.      PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK) I 

  1. Pekerjaan lapangan suatu proses yang sistematis dan merupakan Persyaratan profesional.
  2. Skeptisisme yang sehat.
  3. Strategi untuk melakukan pekerjaan lapangan.
  4. Tim audit yang diarahkan secara mandiri.
  5. Audit berhenti-kemudian-lanjut.
  6. Penilaian sendiri ats pengendalian.
  7. Elemen-elemen pekerjaan lapangan.
  8. Tujuan-tujuan audit dan tujuan-tujuan operasi.
  9. Auditing SMART.
  10. Pengukuran kinerja.
  11. Penerapan dan pembuatan standar.
  12. Penggunaan tolok ukur.
  13. Uji evaluasi.
  14. Teknik-teknik pemeriksaan transaksi-transaksi atau proses-proses tertentu: mengamati, mengajukan pertanyaan, menganalisis, memverifikasi, menginvestigasi, dan mengevaluasi.

9.      PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK)  II

  1. Menerapkan teknik audit, audit fungsional, audit organisasional, studi dan konsultasi manajemen, audit program, audit atas kontrak.  
  2. Audit terintegrasi, penggunaan konsultan, pemanfaatan sumber daya dari luar dan dari mitra.  
  3. Pemeriksaan analitis: analisis tren, analisis rasio, analisis regresi, teknik-teknik analitikal lainnya. 
  4. Bahan bukti hukum dan bahan bukti audit.  
  5. Penanganan bahan bukti yang rawan dan pekerjaan lapangan dalam lingkungan berteknologi tinggi.  
  6. Auditing berkelanjutan.  
  7. Masalah-masalah audit internal sehubungan dengan risiko, e-commerce/e-business, dan audit berkelanjutan 

10.      AUDIT SISTEM  INFORMATIKA (INFORMATION SYSTEM AUDIT)

  1. Tujuan kontrol aplikasi, kategori kontrol dan jenis-jenis kontrol
  2. Kontrol masukan (input), otorisasi dan validasi masukan, transmisi dan konversi data penanganan kesalahan
  3.  Kontrol otorisasi masukan (Input authorization control)
  4. Kontrol pengolahan (process), pemeliharaan ketepatan data, pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan kontrol fail
  5. Kontrol keluaran (output), rekonsiliasi keluaran, penelaahan dan pengujian hasil pengolahan distribusi keluaran
  6. Record retention

11.     TEMUAN AUDIT (AUDIT FINDINGS)

  1. Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
  2. Temuan audit yang dapat dilaporkan.
  3. Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
  4. Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
  5. Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
  6. Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
  7. Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
  8. Kecukupan tindakan perbaikan.
  9. Wewenang dan status audit.
  10. Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
  11. Temuan audit yang dapat dilaporkan.
  12. Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
  13. Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
  14. Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
  15. Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
  16. Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
  17. Kecukupan tindakan perbaikan.
  18. Wewenang dan status audit.

12.      DOKUMENTASI KERTAS KERJA AUDIT (AUDIT WORKING PAPERS)

  1. Pengertian kertas kerja audit dan fungsinya.
  2. Penyusunan dokumentasi kertas kerja audit
  3. Otomisasi kertas kerja dan kertas kerja elektronic
  4. Pemberian indeks dan referensi silang (Cross Indexing)
  5. Kertas kerja pro forma
  6. Penyimpanan kertas kerja audit
  7. Izin penggunaan kertas kerja audit
  8. Pengawasan terhadap kertas kerja audit
  9. Penyimpanan kertas kerja audit
  10. Administrasi hasil audit
  11. Administrasi kelengkapan pelaksanaan audit

13.      LAPORAN HASIL AUDIT (AUDIT REPORT) 

1.   Kriteria dan standar laporan hasil audit

2.   Bahan-bahan laporan dari Kertas Kerja Audit Terkini

(Current Audit Work Papers) dan Permanen (Permanent Work Papers):

  • Latar Belakang Aktivitas Operasi Auditee
  • Daftar Audit Objectives
  • Semua temuan (audit finding) dan hubungannya dengan proses Internal Control Questionnaire (ICQ), Internal Control Evaluation Process (ICEP) dan Konsolidasi uji kepatuhan (Compliance Audit Test)

3. Susunan materi laporan hasil audit yang informatif dan efektif :

  • Latar belakang keterangan (Background information)
  • Ringkasan penting dari temuan dampak / tingginya tingkat risiko
  • Hasil temuan audit (Nomor, Nama dan Tingkat risiko High-Medium-Low Risk).
  • Susunan 4 bagian interim audit memorandum:
    • Latar belakang (Background),
    • Temuan (Finding),
    • Dampak/tinggi-rendahnya tingkat risiko (Exposure) dan
    • Saran (Recommendation) termasuk tanggapan dan janji perbaikan dari Auditee (Improvement/Corrective action).

4. Bentuk laporan dan macam laporan :

  • Laporan formal atau informal
  • Laporan final atau progress report
  • Laporan tertulis atau lisan
  • Laporan pendapat atas semua temuan kelemahan.

14.      STUDI KASUS OPERATIONAL AUDITING

Facilitator

Bambang Pramono, MBA.

Telah lebih dari 20 tahun berkarir dalam area internal audit, akuntansi dan IT.  Sampai ke posisi AVP, Internal Audit di suatu perusahaan nasional.  Ia telah berkarir dalam perusahaan manufacturing, oil and gas dan memiliki pengalaman bekerja di beberapa Negara di luar Indonesia, seperti Australia, Amerika, Perancis dan Filipina.

Lulusan SI dan MBA dalam bidang Akuntansi ini juga aktif di IIA (Institute of Internal Auditors) yang menyebabkan ia diantaranya secara intensive terlibat di dalam pembuatan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank.  Ia juga trainer dalam bidang Internal Audit untuk berbagai Perusahaan dan pembicara dalam berbagai seminar.

Training-Risk-Based-Internal-Audit-yogya