ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

HR Series

Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard

Bonus!! setiap peserta akan mendapatkan CD berisi free KPI catalogues dari beragam fungsi seperti SDM, Keuangan, Pemasaran, R&D, dll.

Sasaran Pelatihan

Workshop ini ditujukan tidak hanya bagi mereka yang sudah menerapkan Balance Scorecard dan ingin mengoptimalkan formulasi KPI nya, tapi juga bagi perusahaan yang belum menerapkan Balance Scorecard dan ingin meningkatkan KPI nya dengan mengacu pada KPI Balance Scorecard.

Mengelola dan menselaraskan kinerja perusahaan dengan kinerja individu karyawan tak pelak lagi  merupakan salah satu elemen penting bagi kesuksesan sebuah entitas bisnis. Toh demikian, dalam kenyataannya  mengintegrasikan kinerja perusahaan dengan kinerja individu bukan merupakan proses yang mudah; dan karenanya diperlukan sejumlah pendekatan yang sistematis untuk mengelolanya.

Workshop selama Dua hari ini didesain untuk memberikan pendekatan yang komprehensif dan sekaligus praktikal, tentang bagaimana langkah-demi-langkah membangun sinergi antara corporate and employee performance. Workshop juga akan menuntun peserta untuk mengidentifikasi serta memformulasikan suatu KPI (Key Performance Indicator) yang optimal, dengan menggunakan pendekatan empat perspektif Balanced Scorecard.

Di dalam workshop ini wawasan dan ketrampilan peserta akan ditingkatkan dalam hal-hal :

  • Mengenal model Pendekatan Integratif dalam Mengelola Kinerja Perusahaan : Corporate, Division/Department and Individual Scorecard
  • Mendesain Peta Strategi dan Sasaran Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Empat Perspektif Balanced Scorecard
  • Menurunkan (cascading process) Sasaran Kinerja Perusahaan ke Level Divisi/Departemen
  • Mendesain dan Merumuskan Individual Performance Scorecard dengan Mengacu pada Corporate and Division/Department Scorecard
  • Memperkenalkan metode untuk Mengidentifikasi Key Performance Indicators dari Beragam Fungsi dalam Perusahaan
  • Bagaimana cara mengintegrasikan Sasaran Kinerja Korporat dengan Sasaran Kinerja Individu

Dengan intensifnya workshop diharapkan setelah pelatihan ini peserta dapat mengembangkan sendiri KPI-KPI yang optimal untuk berbagai fungsi di Perusahaan.

Peserta

Workshop ini ditujukan untuk para GM/Manajer/Specialist yang berperan dalam pengelolaan kinerja korporat dan kinerja SDM.

Facilitator :

Widodo Aryanto SE., MCom

  • Master of Commerce dari Wollongong University, Australia
  • Telah menulis 7 buku manajemen: Jurus Jitu Jadi Karyawan Nomor 1, Panduan Praktisi PR, Change Acceleration Process, Change Agent Program, Empowering Human Capital, Amazing Story of Indonesia Power Success to Excellence dan The Indonesia Power Way
  • Klien: Danamon, BTN, BNI, Tiga Raksa, TASPEN, Kawasan Berikat Nusantara, Pertamedika, PLN, Pembangkit Jawa Bali, UPJB, Indonesia Power, WEB, INSCO, Nindya Karya, Telkomsel, Esia, Jotun, Bahana, Sandi Negara, Pertamina, Telkomsel, Jasa Raharja dan Jasa Marga dll

Training-Optimizing-Companys-KPIs-with-Balance-Scorecard-yogya

HR Management Development Program

Untuk dapat sukses meniti karir dibidang HR, seorang HR professional tidak hanya dituntut menguasai area spesialisasinya dengan baik, tetapi juga mampu memahami konteks dari setiap kebijakan SDM yang terkait dengan area spesialisasinya. Bahkan semakin senior seorang HR professional maka tuntutan menguasai perspektif yang generalis dari HR semakin diperlukan.

Hal tersebut diantaranya adalah pemahaman yang menyeluruh mengenai employee management dari mulai penerimaan sampai dengan berakhirnya hubungan kerja. Disisi lain, ia juga diharapkan untuk lebih memahami peran unit HR yang semakin berkembang yang mencakup tidak hanya pada tataran administratif tetapi juga benar-benar dapat menerapkan prinsip-prinsip kerja “the right man in the right place“; “developed employees are the companies most substantial capital“; mendorong perusahaan untuk menjadi preferred employer; serta menerapkan prinsip-prinsip keadilan bagi perusahaan maupun karyawan, bebas diskriminasi, dan independen.

Lebih jauh lagi, para CEO dan Board of Directors sangat mengharapkan seorang HR dapat berperan sebagai partner stratejik mereka dalam mengelola perusahaan. Kompleksitas HR semakin ditambah dengan posisinya yang berada ditengah-tengah antara tuntutan manajemen dan karyawan. Ia diharapkan dapat membuat kebijakan-kebijakan yang bisa ‘mempertemukan’ kepentingan Manajemen dan karyawan.

Workshop ini dirancang untuk menjadi basic course bagi setiap profesional HR untuk dapat melihat keseluruhan fungsi HR yang utama secara singkat.  Dengan memahami keterkaitan dari orang, sistem dan kebijakan HR maka diharapkan setiap profesional HR yang mengikuti workshop ini akan lebih mengerti trik dan tips dalam menangani berbagai pekerjaan dan menambah wawasan secara kontekstual yang ada di area HR.

Sasaran Peserta

HR Manager, HR Supervisor ataupun HR Staf dan Profesional atau Praktisi HR lainnya yang ingin mendapatkan gambaran yang integratif mengenai pengelolaan HR di dalam suatu perusahaan.  Workshop ini juga diperuntukkan bagi setiap HR professional yang mulai dipersiapkan untuk menjadi seorang genaralis di bidang HR

Outline Materi

  1. Pengantar HRM Development Program
    • HR dan perkembangan perannya dari administrative ke strategic role
    • Pengoptimalan fungsi HR: menentukan batas antara peran HR di manajemen lini dan di unit HR
  2. From HR planing to HR Audit
    • Lingkup dan langkah-langkah HR planning
    • Metodologi HR planning
    • Overview workload analysis
    • Mem-forecast jumlah kebutuhan karyawan
    • Membuat target HR dan meng auditnya
  3. Struktur organisasi dan Job Analysis
    • Memahami link antara Manajemen Strategis dan Struktur organisasi
    • Mengenal berbagai bentuk struktur organisasi
    • Pembuatan job description yang akurat
    • Pengolahan job description untuk berbagai kepentingan lain (job evaluation, enrichment, etc)
  4. Mengelola Recruitment
    • Mengenal berbagai metode recruitment
    • Menentukan proses recruitment yang paling efektif bagi kepentingan perusahaan
    • Menggunakan data job desc ke dalam proses recruitment
    • Berbagai pengukuran efektivitas recruitment
    • Perkembangan metode, tools dan pendekatan recruitment terakhir
  5. Mengelola Program Pengembangan karyawan
    • Mendapatkan input kebutuhan pengembangan karyawan melalui kuesionair TNA, hasil recruitment, career plan, dll
    • Menentukan prioritas topik dan target pelatihan
    • Mengoptimalkan proses pengembangan karyawan ke arah learning organisation
    • Mengoptimalkan metode pengembangan karyawan: coaching, assignment, pelatihan
    • Mengoptimalkan OJT dan in class training
    • Mengukur efektivitas pelatihan dan sebuah ‘departemen’ pelatihan
  6. Manajemen karir
    • Mencari format manajemen karir yang optimal
    • Memahami berbagai metode pengembangan career path
    • Mengelola kebijakan karir di suatu perusahaan
    • Me-link sistem karir dengan sistem SDM lainnya, seperti planing, recruitment dan pengembangan karyawan
  7. Sistem Penggajian
    • Memahami proses pengembangan sistem penggajian
    • Mengenal berbagai metode sistem penggajian
    • Memahami peran sistem penggajian terhadap motivasi kerja dan manajemen kinerja
  8. Manajemen Kinerja
    1. Me-link antara sasaran corporate dengan sasaran individu (cascading process)
    2. Mengelola keterkaitan performance plan, review dan reward secara integratif
    3. Mengenal berbagai macam format Performance Appraisal yang ada
  9. Industrial Relations
    • Memahami format efektif IR
    • Mendisain sasaran dan program IR
    • Hubungan karyawan dan KKB
    • Community dan union relations
  10. Pembahasan Kasus

Facilitator :

Adil Kurnia MM, MPsi.

 

Psikolog dari UI serta mengikuti Program Magister bidang Manajemen SDM dan Profesi Psikologi bidang Industri & Organisasi. Saat ini beliau mengelola Konsultan SDM sendiri sekaligus sebagai Associate Consultant pada beberapa Konsultan SDM & Manajemen. Selama pengalamannya lebih dari 15 tahun baik sebagai konsultan maupun praktisi, beliau banyak memberikan jasa konsultansi, pelatihan dan rekrutmen untuk Departemen, BUMN maupun perusahaan swasta, antara lain Dephub, Depkeu, Deperindag, BPKP, Setjen DPR-RI, PT. Pelabuhan Indonesia, PT. Jasa Marga, PT. Asuransi Jasa Raharja, PT. Asuransi Ekspor Indonesia, PT. Telkom, Hotel Indonesia, Hotel Preanger, PT. Aerowisata, Bank Indonesia, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, PT. Krakatau Steel, PT. Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa Bali, PT. Kawasan Berikat Nusantara, PD. Pasar Jaya, PT. Matahari Putra Prima, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, PT. Secure Parking, RS. Muhammadiyah. Dengan pendidikan dan berbagai pengalaman yang dimiliki, beliau sangat kompeten dalam memberikan bagaimana mendisain dan menuliskan job description yang tepat sesuai dengan jenis instansi/perusahaan dan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan job description.

Training-HR-Management-Development-Program-yogya

Workload Analysis

Pertanyaan yang sering muncul ketika suatu perusahaan terhimpit kerugian atau berusaha memperkuat kemampuan bersaingnya adalah bagaimana cara mengefisienkan perusahaan. apakah jumlah SDM/karyawan yang ada sekarang ini berlebih, kurang atau sudah optimum dengan kebutuhan perusahaan, dan bagaimana cara mengetahui atau mengukur hal-hal tersebut?Banyak cara/teknik/metode yang dapat digunakan untuk menjawab serangkaian pertanyaan tersebut, namun metode yang dianggap paling akurat untuk digunakan adalah Analisis Beban Kerja (Workload Analysis).

Metode analisis beban kerja yang akan diberikan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penyelidikan waktu (time study). Dengan menganalisis waktu yang seharusnya dikonsumsi pemegang jabatan untuk melaksanakan tugas-tugas jabatannya sesuai dengan yang diharapkan dibandingkan dengan waktu efektif yang tersedia maka akan diperoleh nilai beban kerja (dalam prosentase) suatu jabatan/unit/perusahaan. Berapa kelebihan atau kekurangan jumlah SDM pada suatu jabatan/unit/perusahaan akan diperoleh dengan membandingkan kebutuhan jumlah karyawan yang optimum dengan jumlah SDM yang ada saat ini di jabatan/unit/perusahaan.

Implikasi dari hasil analisis beban kerja ini, selain pengurangan/penambahan jumlah SDM juga dapat berupa rekomendasi penyempurnaan job description, prosedur kerja (system operating procedure), restrukturisasi organisasi, dan pelatihan peningkatan competency SDM. Informasi lebih terinci mengenai hal-hal tersebut akan diperoleh dengan mengikuti workshop ini.

Outline Materi

  1. Pengertian Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
  2. Tujuan & Manfaat Analisa Beban Kerja
  3. Jenis-jenis Beban Kerja (BK Jabatan, BK Individu, BK Unit Kerja, BK Perusahaan)
  4. Pendekatan & Metode dalam Analisis Beban Kerja
  5. Penyelidikan Waktu (Time Study)
  6. Jenis-Jenis Tugas (Pokok, Tambahan, Lain-lain, Rutin, Berkala, Insidentil)
  7. Tahapan/Langkah-langkah Pelaksanaan Tugas
  8. Waktu Pelaksanaan Tugas
  9. Kelonggaran Waktu (Allowance)
  10. Beban Kerja Standar
  11. Alat Pengukuran yang digunakan
  12. Teknik Analisis Data yang digunakan
  13. Proses/Langkah-Langkah Pelaksanaan Analisis Beban Kerja
  14. Wawancara dalam Analisis Beban Kerja
  15. Perhitungan Beban Kerja Jabatan, Individu, Unit Kerja, dan Perusahaan
  16. Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM yang Optimum
  17. Perhitungan Kelebihan/Kekurangan Jumlah SDM
  18. Rekomendasi penyempurnaan job description (disain ulang tugas jabatan) dan SOP
  19. Rekomendasi penyempurnaan struktur organisasi (penggabungan/pemisahan unit kerja)
  20. Latihan Wawancara Analisis Beban Kerja
  21. Latihan Menghitung Beban Kerja dan Kebutuhan Jumlah SDM Optimum suatu
  22. Jabatan/Unit/Perusahaan

Facilitator

Adil Kurnia MM, MPsi.

Psikolog dari UI serta mengikuti Program Magister bidang Manajemen SDM dan Profesi Psikologi bidang Industri & Organisasi. Saat ini beliau mengelola Konsultan SDM sendiri sekaligus sebagai Associate Consultant pada beberapa Konsultan SDM & Manajemen. Selama pengalamannya lebih dari 15 tahun baik sebagai konsultan maupun praktisi, beliau banyak memberikan jasa konsultansi, pelatihan dan rekrutmen untuk Departemen, BUMN maupun perusahaan swasta, antara lain Dephub, Depkeu, Deperindag, BPKP, Setjen DPR-RI, PT. Pelabuhan Indonesia, PT. Jasa Marga, PT. Asuransi Jasa Raharja, PT. Asuransi Ekspor Indonesia, PT. Telkom, Hotel Indonesia, Hotel Preanger, PT. Aerowisata, Bank Indonesia, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, PT. Krakatau Steel, PT. Indonesia Power, PT. Pembangkitan Jawa Bali, PT. Kawasan Berikat Nusantara, PD. Pasar Jaya, PT. Matahari Putra Prima, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, PT. Secure Parking, RS. Muhammadiyah. Dengan pendidikan dan berbagai pengalaman yang dimiliki, beliau sangat kompeten dalam memberikan bagaimana mendisain dan menuliskan job description yang tepat sesuai dengan jenis instansi/perusahaan dan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan job description.

Training-Workload-Analysis-yogya

Transforming HR Mindset

Peranan Human resources seharusnya dijadikan sesuatu yang penting apabila perusahaan berkeyakinan bahwa sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan,namun masih banyak hal tsb hanya sebatas retorika ,wawasan ,tidak terimplementasikan.
Cara pandang bahwa Human Resources  hanya sebatas urusan administrasi personalia harus segera ditinggalkan,hal ini  memerlukan perubahan mindset /cara pandang terhadap Human Resources di satu sisi,  di sisi lain  perlunya peningkatan kompetensi dari Human Resources sendiri agar  dapat berperan dalam suatu organisasi, menjadi mitra sejajar,mitra strategis bagi bisnis di suatu organisasi/perusahaan.

Sasaran Pelatihan

  • Memahami transformasi peranan Human Resources
  • Memahami pentingnya Human Resources  sebagai  mitra sejajar,mitra strategis dalam suatu organisasi/perusahaan
  • Memahami  kemampuan yang perlu dimiliki sebagai Human Resources agar dapat berperan sebagai mitra sejajar.
  • Memahami  pentingnya mengetahui kebutuhan dari bisnis yang merupakan customernya.
  • Memahami bahwa komunikasi merupakan salah satu skill yang penting  harus dimiliki   dalam menjalankan perannya.

Outline Pelatihan

  •  Perubahan peran Human Resources dalam suatu Organisasi/Perusahaan.
  • Human Resources sebagai mitra sejajar,mitra strategis bagi bisnis dalam suatu organisasi/perusahaan.
  • Kemampuan yang perlu dimiliki Human Resources dalam menjalankan perannya.
  • Komunikasi salah satu skill yang perlu dimiliki Human Resources dalam menjalankan perannya
  • Outcomes yang perlu ditetapkan sebagai Human Resources (aspek Finansial,aspek customer,aspek  interal proses,dan people)

Facilitator

Rheny Kartika

Beliau sudah 25  tahun lebih berkecimpung dalam area Human Resources, Berbagai sertifikasi internasional dan nasional dapatkan untuk  menambah kemampuan maupun wawasan dalam men deliver suatu program pengembangan di perusahaan.

Sertifikasi sebagai fasilitator training  yang Beliaumiliki sampai saat ini :

1. Leadership Development  Program (Organisation Tranformation  International)
2. Targeted Selection ( Dimension Development International )
3. Behaviour based Interview ( Pasific Century  Consultan)
4. Interaction Management (Dimension Development International )
5. Service Excelent ( Dimension Development International )
6. Service STAR  ( Achieve Global)
7. Manager Development Program ( Gallup Int – Permata Bank)
8. Strength Based Coach (Gallup Int – Standard Charterred Bank)
9. dll

Posisi yang pernahdiembannya sebagai training fasilitator untuk perusahaan ( al: Bank Permata, Lippo Bank/CMIB-Niaga, BTPN, Pertamina, Bank BTN ).

Technical Advisor  Human Resources (Charoen Phokphan – Bank Agris )

Sebagai assessor  (competency based ) di Bank Agro.

Sebagai Managing Partner Bina Talenta, Head of Leadership Development di Bank Permata, Head of  People Development di Bank Permata, Team Merger  “ change management “, Training Coordinator, Training and Rekruitment Manager, General Manager Training di Bank Baliserta Profesional Trainer di LPPM

Training-Transforming-HR-Mindset-yogya

System Perpajakan Kepabeanan Pelabuhan Dan It Inventory Kawasan Berikat

Perusahaan yang masuk kategori Kawasan Berikat adalah adalah Perusahaan  yang difungsikan sebagai tempat timbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor.

Proses produksi didalam Kawasan Berikat dilakukan  oleh Penyelenggara dan Pengusaha Kawasan Berikat. Penyelenggara Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan menyediakan dan mengelola kawasan untuk kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat. Pengusaha Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat.

Karena Perusahaan yang kategori Kawasan Berikat  mendapat banyak fasilitas baik secara Fiskal dan Prosudural dari Pemerintah dalam hal ini adalah Bea Cukai maka menjadi kewajiban bagi Perusahaan Kawasan Berikat harus mempertanggungjawabkan Fasilitas yang diterimanya. Berbagai prosudur harus dilalui oleh perusahaan kawasan berikat dimana system monitoringnya ketat baik keluar masuk barang dari dan ke area pabrik kawasan berikat tersebut.  Dan ini berbeda perlakuannya bila dibandingkan dengan dengan perusahaan dalam katagori perusahaan non Fasilitas.

Oleh karena sistemnya yang lebih komplek daripada perusahaan biasa maka diperlukan keahlian personel dan pemahaman dari management perusahaan untuk menyikapi system tersebut. Karena apabila tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Kawasan Berikat  pastinya ditingkat operasional akan menghadapi kendala.

Maka sangatlah tepat training tentang kawasan berikat ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang masuk sebagai perusahaan kawasan berikat  agar hal hal yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang kawasan berikat bisa dihindarkan dan tentu saja efektifitas dan efesiensi akan didapatkan bagi management perusahaan.

Keuntungan-keuntungan yang didapat setelah mengikuti training ini adalah mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di Kawasan Berikat; memahami sistem pembukuan yang disyaratkan oleh DJBC; mengetahui audit kepabeanan di Kawasan Berikat; dan mengetahui strategi menghadapi audit kepabeanan di Kawasan Berikat

Outline Materi

  1. Overview kawasan berikat (bonded zone)
  2. Fasilitas kepabeanan
  3. Prosedur pemasukan barang ke kawasan berikat
    • Dari luar negeri (impor)
    • Dari lokal (dpil)
    • Dari gudang berikat
    • Dari kawasan berikat lainnya
    • Dari perusahaan fasilitas kite
  4. Prosedur pengeluaran barang dari kawasan berikat
    • Pengeluaran barang ke luar negeri (ekspor)
    • Pengeluaran barang ke kawasan berikat lainnya
    • Pengeluaran barang ke lokal (dpil)
  5. Audit kepabeanan untuk kawasan berikat
  6. Customs risk
    • Pada saat memasukan dan mengeluarkan barang
    • Pada saat audit
  7. Perpajakan atas kegiatan export import khusus kawasan berikat (bonded zone)
    • Pph pasal 22 atas kegiatan export import dan hal-hal yang dikecualikan
    • Ppn atas kegiatan export import, mekanisme penyetoran ppn terutang, ssp dan pelaporan spt ppn
      • Fasilitas ppn atas import Yang dibebaskan ppn/ppnbm
      • Tidak dipungut ppn/ppnbm
  8. Metode Persuratan di Kawasan Berikat
  9. Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang)  dan Harmony System Code
  10. International Transportation Kepelabuhan dan Pabean Kawasan Berikat
  11. Pengeluaran Barang Impor Dan Penjaluran Kawasan Berikat
  12. Prosudur ekspor dan impor dan Kalkulasi Pajak Kawasan Berikat

Metode Pelatihan

  • Workshop
  • Konsultasi Interaktif
  • Latihan studi kasus

Peserta

Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll.

Facilitator

Sutomo Asngadi, SS, MM(cand)

Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor yang berpengalaman lebih dari 17 tahun pada level managerial  di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas,  construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export process, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan  dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies).

Sebagai Executive Trainer untuk Management Export Import, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public  training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Training-System-Perpajakan-Kepabeanan-Pelabuhan-Dan-It-Inventory-Kawasan-Berikat-yogya