ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

HR Series

Strategy to Increase Engagement

Keterlibatan (engagement) karyawan dalam mencapai kinerja (performance) merupakan syarat utama yang dibutuhkan oleh organisasi dalam mencapai tujuan strategis, namun banyak organisasi (manager, supervisor atau leader) tidak memperhatikan keterlibatan karyawan dalam setiap pelaksanaan fungsi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, yang mengakibatkan target kinerja yang diharapkan tidak tercapai.

Overview

Program Strategy Improving Engagement ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para leader untuk melibatkan karyawan pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di dalam organisasi, melalui kegiatan tutor, diskusi dan umpan balik dalam proses transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman, sehingga para leader (supervisor, manager dan direktur), mampu merealisasikan tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Understanding

Engagement adalah hubungan antara organisasi dan karyawannya yang terlibat sepenuhnya terhadap pekerjaan dalam mengambil tindakan positif untuk memajukan reputasi dan kepentingan organisasi, karena diharapkan untuk mengungguli persaingan, dimana organisasi memiliki fokus untuk menghasilkan keterlibatan, sebagai cara yang obyektif untuk diukurnya.

Tujuan Pelatihan

  1. Keterlibatan karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk mencapai kinerja yang diharapkan
  2. Menciptakan Excellent Corporate Culture
  3. Menghilangkan hambatan dalam proses learning management
  4. Mencapai keselarasan antara target yang diharapkan dengan tujuan yang ditetapkan
  5. Transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman untuk keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab

Highlights

  1. Relationships
  2. Behavior
  3. Assessment
  4. Corporate Culture
  5. Learning Management

Outline Materi

  1. Arti penting relationships
  2. Pemahaman kondisi
  3. Self Assessment
  4. Arti penting ketertarikan
  5. Assistances
  6. Mentality coach and mentor
  7. Komitmen dan keselarasan

Metode Pelatihan

  1. Melakukan tutor, diskusi dan umpan balik untuk memberikan pemahaman terhadap perilaku, budaya dan sikap, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan atau teknik untuk melibatkan karyawan dalam penyelesaian tugas dan tanggung jawab
  2. Melakukan simulasi dengan studi kasus dan menerapkan proses imitasi untuk transformasi pengalaman dalam mengajak keterlibatan karyawan dalam pencapaian pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
  3. Memberikan penugasan kepada individu dan kelompok, untuk terlibat dalam proses imitasi sehingga peserta memiliki pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan untuk diterapkan pada lingkungan kerja.

Durasi Pelatihan

Program ini diselenggarakan selama 2 hari kerja atau 12 jam secara efektif, dengan Run Down, sebagai berikut

  1. Pengenalan terhadap topic bahasan, selama 30 menit
  2. Pendalaman materi melalui studi kasus, selama 1,5 jam
  3. Evaluasi studi kasus dengan lingkungan kerja, selama 1,5 jam
  4. Simulasi studi kasus dengan proses imitasi, selama 1 jam
  5. Penugasan individu dan kelompok dalam melakukan transformasi, selama 1 jam
  6. Evaluasi keberhasilan, selama 30 menit

Peserta

  1. Supervisor
  2. Leader
  3. Manager
  4. Setiap orang yang ingin mengetahui strategi peningkatan keterlibatan

Referensi

  1. Brady, Chris & MacLeod, David (2008). The Extra Mile – How to Engage Your People to Win.
  2. MacLeod, David & Clarke, Nita (2009). Engaging for Success: enhancing performance through employee engagement.
  3. Ayers, Keith (2008). Engagement Is Not Enough: You Need Passionate Employees to Achieve Your Dream.
  4. Kahn, William A. (1990). Psychological Conditions of Personal Engagement and Disengagement at Work. The Academy of Management Journal, Vol. 33, No. 4 (Dec., 1990), pp. 692–724. http://www.jstor.org/stable/256287
  5. Harter, James K.; Schmidt, Frank L.; Hayes, Theodore L. (2002). Business-unit-level relationship between employee satisfaction, employee engagement, and business outcomes: A meta-analysis. Journal of Applied Psychology. Vol 87(2), Apr 2002, 268-279
  6. Kruse, Kevin (2012). Employee Engagement 2.0
  7. Macey, Schneider (2008). The meaning of employee engagement. Industrial Organizational Psychology.
  8. McKay, Avery, & Morris (2008). Mean racial and ethnic differences in sales performance: The moderating role of diversity climate. Personnel Psychology, 61, 349-374.
  9. Meyer & Allen (1991). A three component conceptualization of organizational commitment. Human Resource Management Review, 1, 61-89.
  10. Rayton, Bruce A., Dodge, Tanith & D’Analeze, Gillian (2012). Employee Engagement – The EvidenceEngage for Success.
  11. Rucci, Anthony J.; Kearn, Stephen B.; Quinn, Richard T. (January 1998). “The Employee-Customer Profit Chain at Sears”Harvard Business Review. pp. 83–97.
  12. Smith, Kendall, & Hulin (1969). The measurement of satisfaction in work and retirement: A strategy for the study of attitudes.
  13. Schneider, Hanges, & Smith (2003). Which comes first: employee attitudes or organizational financial and market performance? Journal of Applied Psychology
  14. Treacy, Michael (2006). Double Digit Growth.
  15. Morrell, Finlay (2011), 90 Steps to Employee Engagement & Staff Motivation. 200 pages. “90stepengagement.com
  16. Karsan, Rudy & Kruse, Kevin (2011). WE – How to Increase Performance and Profits through Full Engagement.
  17. National Business Research Institute, Inc. The Importance of Employee Engagement Infographic (2011)

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Strategy-to-Increase-Engagement-yogya

Strategy for Improving Corporate Performance & Profitability

Objective

Membangun keuntungan strategis bagi perusahaan dengan menerapkan sistem evaluasi kinerja yang kuat yang mendorong kinerja dan meningkatkan keuntungan, melalui eksplorasi sumber daya lokal dan multinasional untuk mengelola risiko operasional dan menciptakan nilai perusahaan untuk mendapatkan memanfaatkan dari peluang pertumbuhan di masa yang penuh tantangan.

Overview

Mendapatkan keunggulan yang kompetitif dalam perekonomian yang sulit, sehingga membutuhkan pandangan yang seimbang dari bisnis yang meliputi keuangan dan non-keuangan serta sistem control dari kinerja atas biaya, melalui mengeksplorasi hubungan yang kritis antara strategi bisnis, pengukuran kinerja, akuntabilitas manajemen, desain organisasi, dan tata kelola perusahaan.

Seiring dengan tercapainya keinginan berbagai kelompok yang se-level, dengan mengevaluasi sistem baru yang dalam mengukur dan mengelola risiko, biaya, dan kinerja, untuk mengembalikan organisasi dalam menerapkan sistem dan fungsi bisnis serta inisiatif, dalam menciptakan nilai perusahaan, dan mendorong terobosan kinerja.

Benefit

  1. Menterjemahkan misi perusahaan dan strategi bisnis ke dalam target dan ukuran kinerja
  2. Menganalisa, memahami dan mengkomunikasikan strategi bisnis
  3. Mengembangkan dan menerapkan kerangka kerja yang terintegrasi untuk mengelola system biaya dan kontrol kinerja
  4. Mensejajarkan akuntabilitas manajemen, design organisasi dan tata kelola perusahaan dengan menggunakan strategi dan nilai-nilai perusahaan
  5. Memahami komponen di dalam pengelolaan resiko strategi operasional selama masa pertumbuhan ekonomi
  6. Memanfaatkan keuangan, fisik dan modal manusia dalam menciptakan nilai perusahaan
  7. Strategi komunikasi bisnis dan kinerja untuk investor

Outline Materi

  1. Menyeimbangkan score cards
  2. Pengukuran profitabilitas dan manajemen pelanggan
  3. Manajemen biaya
  4. Evaluasi kinerja
  5. Design organisasi dan insentive cross-selling
  6. Tata kelola manajemen resiko
  7. Korupsi dan Sistem Kontrol
  8. Merger dan Akuisisi
  9. Komunikasi investor
  10. Nilai Perusahaan
  11. Insentif dan manajemen kinerja
  12. Sistem tanggung jawab

Metode Pelatihan

Dengan menggunakan metode kasus perintis, tutorial, simulasi, diskusi kelompok dan proses imitasi, sehingga dapat memeriksa bagaimana perusahaan mencapai kesuksesan dengan memanfaatkan sistem kontrol yang terbaru untuk mencapai terobosan bahkan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang kompetitif, untuk memahami secara mendalam tentang cara menghubungkan strategi dengan scorecard, sistem kinerja, struktur, dan tata kelola, untuk mendorong kinerja dan profitabilitas perusahaan di pasar manapun.

Peserta

Program ini dirancang bagi para professional senior di perusahaan yang mendapatkan tanggung jawab untuk merancang dan menerapkan sistem untuk memonitor dan meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga mereka dapat membuat perencanaan, pengendalian, dan tanggung jawab akuntansi, termasuk:

  1. Senior Staff, Supervisor dan Manajer
  2. Penanggung jawab perencanaan strategi
  3. Controllers
  4. Account eksekutif di bidang industri

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Strategy-for-Improving-Corporate-Performance-&-Profitability-yogya

Strategy for Evaluating Candidates Resume

Objective

  1. Mendapatkan keterangan yang benar atas informasi yang disampaikan
  2. Mendapatkan gambaran kemampuan Kandidat pada saat interview
  3. Menentukan kandidat yang cocok terhadap posisi yang akan ditempati
  4. Mendapatkan keterangan psikologis kandidat

Pengertian

Pemeriksaan resume adalah proses penyortiran resume untuk mendiskualifikasi calon yang mengikuti proses seleksi secara berturut-turut dari resume yang diterima. Tujuannya adalah untuk menemukan calon yang paling memenuhi syarat untuk pekerjaan yang terbuka (lowong), sehingga perusahaan akan mendapatkan tenaga professional sebagaimana diharapkan setelah kandidat dipekerjakan, dan beberapa hal dapat dilakukan dengan bantuan otomatisasi dan komputer, namun masih ada keterampilan yang diperlukan untuk membantu dengan cepat sehingga dapat melakukan diskualifikasi kandidate tanpa pengecualian.

Gambaran Ringkas

Proses rekruitmen diawali dengan melakukan evaluasi atas resume yang telah diterima atau dinamakan proses evaluasi administrasi, dan kemudian dilanjutkan dengan mendapatkan keterangan melalui interview sehingga diperoleh suatu gambaran tentang kemampuan profesional kandidat sebelum menerima pengalihan tugas dari perusahaan untuk diselesaikan.

Outline Materi

  1. Qualitative evaluation
  2. Skills evaluation
  3. Experience evaluation
  4. Achievement evaluation
  5. Business process evaluation

Strategy

Hari Pertama

  1. Melakukan evaluasi resume dan referensi
  2. Analisa tugas dan tanggung jawab
  3. Penyetaraan tugas dan tanggung jawab

Hari Kedua

  1. Role play dari tugas dan tanggung jawab
  2. Mendefinisikan kemampuan intelektual
  3. Mengukur tingkat keberhasilan dalam tugas yang akan diserahkan

Methode Pelatihan

  1. Tutorial dan diskusi
  2. Diskusi dan tanya jawab
  3. Simulasi dan permainan

Peserta

  1. Senior Staff atau Supervisor
  2. General Manager atau Manager
  3. Direktur

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Strategy-for-Evaluating-Candidates-Resume-yogya

Strategi Implementasi Program Untuk Mencapai Keberhasilan

Banyak organisasi berusaha untuk menerjemahkan strategi untuk diimplementasikan ke dalam hasil, melalui suatu kerangka terpadu dan alat-alat praktis untuk melaksanakan strategi , bahkan dengan melaluikan perubahan tanpa henti, sehingga diperlukannya kerangka kerja holistik untuk memahami driver individu dalam melakukan eksekusi dan strategi berinteraksinya, sehingga memantau eksekusi dengan strategi survei 360 derajat.

Melalui suatu fasilitas tertentu untuk menganalisis hasil survei dan mengembangkan rencana eksekusi yang disesuaikan dengan hasil yang terstruktur serta proses yang sistematis untuk meningkatkan pelaksanaan strategi dalam organisasi dengan memadukan teori, studi kasus dan praktek untuk membawa kerangka untuk hidup dan mengeksplorasi driver individu dalam eksekusi cara berinteraksinya.

Overview

Pelaksana Strategi untuk melengkapi hasil yang dicapai pemimpin dan manajer dengan struktur praktis untuk melaksanakan strategi di pasar yang kompleks dan cepat berubah, dengan mendapatkan keuntungan dari wawasan konsep strategis terbaru, hasil penelitian saat ini dan studi kasus tentang bagaimana perusahaan harus beradaptasi dan melaksanakan strategi perusahaan dalam konteks ambigu, sehingga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pembelajaran dan bekerja dengan mengembangkan tujuan strategis bagi organisasi dan menerapkan rencana eksekusi untuk mendorong implementasi strategi.

Focus

Titik awal dari program ini adalah pelaksanaan survei 360 derajat pada organisasi, yang akan digunakan untuk menentukan rencana pelaksanaan strategis dan telah terbukti menjadi latihan yang sukses bagi peserta.

Studi kasus menyoroti atas hal-hal yang diperlukan untuk pelaksanaan strategi, untuk menghindari kesalahan dalam organisasi, melalui skenario kehidupan nyata dengan memberikan dampak bagi teori, yang memungkinkan individu untuk menilai situasi organisasi dalam cara yang berarti dan outputnya adalah rencana eksekusi yang disesuaikan bagi individu untuk percaya diri dalam mengambil peluang bisnis Anda untuk diimplementasikan.

Advantages for individu

  1. Peningkatan kemampuan untuk memimpin pelaksanaan strategi
  2. Membangun rencana eksekusi yang disesuaikan untuk mengimplementasikan tujuan strategis
  3. Memungkinkan individu untuk mengaplikasikan pembelajaran dan wawasan dalam menghadapi tantangan bisnis secara khusus
  4. Akses ke arah methode kepemimpinan terbaru tentang strategi eksekusi

Advantages for organization

  1. Peningkatan kemampuan perusahaan untuk bereaksi secara efektif terhadap perubahan lingkungan
  2. Keunggulan kompetitif yang lebih kuat melalui respon organisasi yang efisien terhadap perubahan
  3. Peningkatan budaya untuk implementasi strategis di seluruh organisasi berdasarkan nilainya
  4. Pelaksanaan Strategi untuk dalam menyajikan kerangka holistik yang mengintegrasikan elemen-elemen kunci dari eksekusi menjadi sistem yang koheren :
    • Strategi sebagai sebuah pernyataan singkat tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, menangkap dan memelihara nilai ekonomi yang menjawab tiga pertanyaan mendasar : Siapa target pelanggan kita?

Outline Materi

  1. Pemahaman umum tentang pentingnya prioritas strategi dan strategi organisasi untuk melakukannya sekarang (sebagai tindakan real-time)
  2. Hidrolika Organisasi, yang merupakan proses dari manajemen berdasarkan sasaran, dan manajemen kinerja bahwa organisasi melakukan penyelarasan kegiatan berdasarkan rantai komando dengan seluruh unit bisnis termasuk unit yang berbeda.
  3. Mengalokasikan sumber daya termasuk uang tunai, orang-orang dan perhatian manajerial untuk mendukung pelaksanaan, dan peraturan yang sederhana sebagai payung hukumnya dalam mengalokasi struktur sumber , tapi tidak meninggalkan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan keadaan yang berubah.
  4. Kepemimpinan dalam melakukan eksekusi tergantung pada kepemimpinan yang efektif di setiap tingkatan dalam organisasi, dimana para pemimpin yang terbaik dalam melakukan penataan dan memimpin diskusi untuk menutup kesenjangan antara strategi dan eksekusi.
  5. Komitmen dari suatu Organisasi untuk mengeksekusi pada strategi sepanjang karyawan di setiap tingkatan dalam organisasi membuat dan menyampaikan komitmen yang sejalan dengan strategi dan kegiatan lainnya dalam organisasi.
  6. Budaya organisasi yang harus mengakui dan menghargai karyawan yang membuat dan menyampaikan komitmen secara ambisius, sementara juga memastikan bahwa mereka memberikan hasil dengan cara yang konsisten dengan nilai-nilai inti yang positif.

Metode Training

  1. Eksekusi strategi 360 derajat untuk meningkatkan rencana eksekusi strategi individu dalam memberikan wawasan yang berharga dan kesempatan untuk refleksi dan diagnosis seluruh program.
  2. Individu memperkenalkan kerangka kerja yang terintegrasi dengan eksekusi yang sejalan upaya lintas – organisasi dan mendorong kelincahan, dan mencakup beberapa hal untuk menerjemahkan wawasan eksekusi di mana individu menerapkan alat-alat dan kerangka kerja untuk organisasi dan gaya kepemimpinan.
  3. Merencanakan eksekusi untuk melaksanakan strategi – memastikan program khusus telah dirancang dengan hasil survei 360 derajat, melalui bimbingan dan pembelajaran berbasis teman sebaya, keterampilan melaksanakan eksekusi strategi yang tertantang.
  4. Melaksanakan rencana eksekusi yang unik dan pondasi yang terperinci melalui proses yang sistematis dalam organisasi yang harus diikuti untuk melaksanakan strategi yang berhasil, yang didasarkan pada penelitian tentang bagaimana perusahaan menjadi sukses se-tingkat internasional secara efektif dalam mengimplementasikan rencana strategisnya

Peserta

  1. Direktur, Komisaris, Pemilik dan Pendidi perusahaan
  2. Anggota tim Eksekutif yang mengelola seluruh perusahaan
  3. Manajer unit bisnis
  4. Bagian dari tim yang mengelola unit bisnis (misalnya direktur SDM untuk suatu daerah)
  5. Mereka yang mengelola proyek yang melintasi unit

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Strategi-Implementasi-Program-Untuk-Mencapai-Keberhasilan-yogya

Strategic Human Resource Management

Pada saat ini dunia sedang berada dalam suasana ketidakpastian akibat dari krisis ekonomi dan keuangan yang berkepanjangan. Dari pengalaman para ahli manajemen, krisis hanya bisa diatasi apabila suatu negara, termasuk organisasi lainnya, seperti perusahaan, NGO dan sebagainya hanya bisa survive apabila memiliki SDM yang berkualitas. Sehingga mereka berpandangan bahwa satu-satunya cara yang efektif adalah membangun manusianya terlebih dahulu baru strategi dan lainnya.

Dalam konteks ini, kami menawarkan suatu bentuk program pelatihan yang disebut dengan Strategic Human Resource Management yang didisain berdasarkan pengalaman para pakar manajemen kelas dunia, khususnya yang bergerak dalam bidang SDM. Dengan demikian kami berharap dengan mengikuti program ini diharapkan para pimpinan organisasi mampu merealisasikan visi organisasi yang diinginkan sehingga organisasi nya bisa tumbuh menjadi organisasi kelas dunia.

Tujuan Pelatihan

  1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep manajemen SDM strategis yang selaras dengan strategi organisasi kepada peserta pelatihan
  2. Memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan strategi manajemen SDM, termasuk pengembangan strategi, kebijakan, sistem dan implementasi program-program manajemen SDM berkelas dunia sehingga dapat membangun keunggulan kompetitif di masa depan

Metode Pelatihan

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Games
  4. Tugas Individual dan Kelompok

Peserta

Untuk dapat menerapkan proses perubahan yang efektif, selayaknya yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para pimpinan organisasi dan perusahaan, staf yang tergabung di dalam tim manajemen perubahan, khususnya di bidang SDM. Namun demikian pelatihan ini juga dapat diikuti oleh para konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan.

Outline Materi

  1. Human Resources: Strategic Partner Or Paper-pusher?
  2. Trends Affecting Human Resource Management
  3. HR Transformation: Progress Made But the Journey Continues
  4. HR’s Contribution to Business Strategy
  5. Human Resource Management: a Strategic Function
  6. A Strategic Management Approach to Human Resource
  7. Organization’s Strategy and Process
  8. Strategic Human Resource Management
  9. The Strategic Role of Human Resource Management
  10. Talent Management
  11. Effective Competency Based HR Strategy in Practice
  12. Human Resource Scorecard
  13. The Manager’s Roles in Strategic Human Resource Management

Facilitator

Hendra Kusnoto

Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGMjurusanPsikologiPerkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidangManagementand Business Administration di Melbourne University, Australiadanbeliausempatmengikuti program magangdanbekerja di perusahaanterkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramediapadatahun 2001.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta.

Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka.

Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training-Strategic-Human-Resource-Management-yogya