ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Managerial Skills Series

Basic Communication Skills Training

Komunikasi adalah ketrampilan dasar yang diperlukan untuk dapat berinteraksi dengan optimal di tempat kerja.  Permasalahan yang muncul dalam kaitan dengan kerja sama, hubungan atasan – bawahan, ataupun hubungan antara departemen di dalam organisasi, seringkali disebabkan oleh kuranganya kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik.  Baik itu pemilihan kata, intonasi suara ataupun kemampuan mengekspresikan pendapat dengan jelas.

Pelatihan ini didisain untuk menjadi dasar bagi pelatihan komunikasi yang diperlukan oleh semua anggota organisasi.  Tujuan dari pelatihan ini adalah mengingatkan akan pentingnya ketrampilan komunikasi di dalam organisasi, serta memberikan pemahaman dan latihan beberapa ketrampilan utama dalam komunikasi.

Outline Materi

  • Proses Komunikasi
  • Building blocks yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan baik
  • Struktur content dalam komunikasi: mengajukan pertanyaan, mengajukan keberatan, menyampaikan masukan.
  • Ketrampilan mendengarkan empatik dan bahasa tubuh
  • Komunikasi Asertif
  • Menangani keluhan

Facilitator

Dianti Arudi, MBA.

Komunikasi tidak hanya karir profesional Dianti namun juga menjadi personal interest yang bersangkutan. Memulai pengalamannya dalam bidang komunikasi sebagai Journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, surat kabar ekonomi Jepang, Dianti kemudian melanjutkan karirnya dalam area yang membutuhkan komunikasi intens

Dianti menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan, Master in Business Administration, di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI)

Training-Basic-Communication-Skills-Training-yogya

Applied Communication Training

Pelatihan komunikasi adalah sebuah pelatihan dasar yang mempunyai efek yang besar dalam pengembangan soft skill seseorang.  Begitu banyak pelatihan komunikasi telah dikembangkan, namun jarang ditemukan pelatihan yang bersifat integratif.  Pelatihan ini kami siapkan dengan maksud tersebut.

Dalam pelatihan ini, peserta akan dibawa pertama-tama untuk memahami aspek-aspek apa saja yang ada yang bisa menghambat mereka dalam berkomunikasi, termasuk hambatan dalam rasa Percaya Diri, Pengelolaan Prioritas dan Stabilitas Emosi.  Setelah itu peserta akan mulai memahami dan melatih 3 sub skills dalam komunikasi: body language, emphatic listening dan questioning skills.

Dengan pemahaman akan 3 sub skill tersebut, barulah bangunan aplikasi komunikasi yang pertama bisa didirikan: giving instructions, assertive communications, coaching, giving feedbacks dan handling complaints.  Kelima skilss sets tersebut dalam pelatihan ini akan diupayakan untuk disediakan waktu untuk latihan, perorangan maupun berkelompok, walaupun hanya singkat saja.  Pada saat pelatihan, sebuah buku skill set yang bisa digunakan untuk meng-assess ketrampilan-ketrampilan tersebut juga disediakan.

Bagian terakhir pelatihan ini akan memberikan prinsip-prinsip singkat dalam aplikasi dari ketrampilan komunikasi pada 3 aktivitas organisasi penting lainnya: rapat, presentasi dan negosiasi.

Tujuan Pelatihan

  1. Membekali peserta dengan kiat berkomunikasi efektif melalui pemahaman potensi diri
  2. Membekali peserta dengan kemampuan dasar untuk penggunaan komunikasi yang efektif
  3. Membekali peserta dengan aplikasi ketrampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaaan sehari-hari melalui serangkaian latihan terpandu

Outline Materi

  • Pemahaman apa yang disebut komunikasi
  • Mengidentifikasikan dan mengatasi halangan dalam komunikasi
  • Mind set yang diperlukan dalam komunikasi:
    • pengembangan rasa Percaya Diri,
    • Manajemen Prioritas dan
    • Manajemen Emosi.
  • Tiga sub skill komunikasi:
    • bahasa tubuh,
    • mendengarkan empatik dan
    • ketrampilan bertanya
  • Lima skill set komunikasi yang utama:
    • memberikan instruksi,
    • berkomunikasi asertif,
    • coaching,
    • memberi umpan balik efektif dan
    • menangani keluhan.
  • Tiga aplikasi komunikasi: manajemen rapat, presentasi efektif dan negosiasi.

Metode Pelatihan

Pembahasan singkat, kasus dan latihan individual maupun kelompok

Facilitator

Dianti Arudi & G. Suardhika

Dianti Arudi, SS, MBA

Mengawali karir sebagai seorang journalist pada the Nihon Keizai Shimbun, Dian mengalami langsung, belajar dan berubah, serta mendapat manfaat dari ketrampilan komunikasi. Karir selanjutnya sebagai marketing professional sekaligus trainer dan konsultan pada beberapa institusi jasa semakin memperluas pengalamannya khususnya dalam bisnis jasa. Sebagai trainer, Dian berkesempatan melakukan training baik public classes maupun in-house di berbagai industri mulai dari manufaktur elektronika hingga jasa catering, dari percetakan hingga shipping. Dian memperoleh Master in Business Administration dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), Jakarta – Monash University, Australia.

G. Suardhika,MBA

Memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia . Salah satu topik unggulan pelatihan yang biasa dibawakan diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching.  Beberapa klien yang pernah ditanganinya: AQUA,OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia )

Training-Applied-Communication-Training-yogya

Training Analytical Creative Thinking

Perubahan yang terjadi begitu cepat dalam dunia usaha, kerumitan masalah terus bertambah, dan akhirnya manusia kerja dituntut menyesuaikan diri dan membangun dirinya menghadpi rintangan dan tantangan. Akibatnya semua orang harus berpikir kreatif untuk mendukung kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Berpikir kreatif akan membawa seorang menjadi penggagas, dan dengan kreatifitas akan mewujudkan gagasan ke dalam kenyataan. Kreatifitas merupakan kekuatan daya cipta yang mewujudkan karya dan kerja yang bertumpu pada inovasi. Jalinan yang terjadi antara konsep berpikir kreatif dan kreatifitas dilakukan dengan dua tahap berbeda; berpikir lalu berbuat. Berpikir kreatif adalah sebuah ‘petualangan’, tetapi harus menjadi dasar untuk berbuat. Walaupun ‘Petualangan’ berkonotasi coba-coba, dengan pencarian yang gigih dan didukung pengalaman, berpikir kreatif akan sangat berguna dalam peningkatan usaha mencapai tujuan perusahaan. Aspek-aspek pengelolaan aset perusahaan adalah yang paling penting, namun sulit. Dengan peningkatan berpikir kreatif maka kreatifitas tidak akan berhenti.

Pelatihan ini  dimaksudkan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan tentang potensi diri individu. Pembahasan meliputi aplikasi tentang potensi diri manusia dalam kehidupan organisasi, secara efektif & efisien dalam praktek pengelolaan diri untuk pengembangan karir & organisasi. Pengetahuan tentang manusia dalam kehidupan organisasi, memberikan acuan bagi upaya pengembangan diri dalam implementasi keputusan strategi perusahaan.

Tujuan Pelatihan

Tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah:

  1. Meningkatkan keterampilan analitis yang akan berdampak kepada  berpikir kreatif untuk membangun kreatifitas kerja sehingga terbentuk motivasi positif dalam bekerja.
  2. Membangun sikap dan pola pikir positif yang terlatih dalam melakukan sintetis dan berimajinasi yang lebih kuat yang merupakan kombinasi kekuatan mental didukung kualitas pribadi yang membentuk pikiran kreatif luar biasa.

Outline Materi

Pelatihan dilakukan dengan pendekatan klasikal, diskusi, dan sharing. Materi pelatihan adalah:

1.  Meningkatkan Ketrampilan Analitis

  • Mengenal potensi diri
  • Modal untuk sukses bekerja

2.  Breaking the limits

  1. Mengenal pembatas fisik
  2. Menghancurkan tembok pembatas prestasi

3.  Mengolah Kreatifitas

  • Membuat permulaan dalam ‘perencanaan’
  • Melatih Kreatifitas

4.  Pengembangan Modal Dasar

  • Meningkatkan kemampuan fisik
  • Meningkatkan kemampuan intelektual
  • Meningkatkan kemampuan mental
  • Meningkatkan kemampuan pengendalian emosional
  • Meningkatkan kemampuan spiritual.

5.  Kreatif dalam Memikirkan Kehidupan dan Kerja

  • Daya kreasi dan sikap kreatif sebagai kewajiban

6.  Membangun etos kerja yang tangguh

  • Memahami kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
  • Meningkatkan etos kerja.

7.  Menjaga dan memelihara perilaku kehidupan

  • Memahami perilaku positif, produktif, dan kontributif
  • Implementasi perilaku positif, produktif, dan kontributif.

Peserta

Seluruh karyawan perusahaan/organisasi dan setiap orang yang perlu digerakkan dalam berpikir kreatif yang akan membawa menjadi penggagas, dan mewujudkan gagasan ke dalam kenyataan meningkatkan kerja.

Facilitator

Drs . Achmad Sablie, Psi

Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari UI, pengalaman dibidang Marketing dan HR Management, terakhir sebagai Head of HRD Division di RCTI, HR Director di Hero Group of Companies, Human Resources Development Huffco / VICO Indonesia (Oil and Gas Coy) dan PT Semen Cibinong. Banyak memberikan pelatihan dan seminar dibidang Communication, Soft Skills dan HR Management, Senior Instruktur sekolah Pengembangan Pribadi John Robert Powers, Senior Consultant di Gede Prama Dynamics Consulting dan masih aktif sebagai konsultan internal HR di sebuah perusahaan manufacturing. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya Leadership, Psychological Training – Emotional Intelligence, Adversity Quotient, Assertiveness, Transactional Analysis, Motivation dan beberapa lainnya -,  Women Empowerment, Supervisory Management, Performance Management dan semua fungsi Human Resources Management. Beberapa perusahaan Oil & Gas, bank-bank BUMN maupun Swasta, industri perkayuan, industri otomotif dan industri lain seperti PT Krakatau Steel, PT Telkom, PT PLN menjadi klien yang pernah ditangani.

Training-Analytical-Creative-Thinking-yogya