ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Operation Series

Ekspor Impor dan Kepabeanan

MENGAPA PELATIHAN PENTING UNTUK DIIKUTI?

Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari isntansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit.

Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK),

Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor.

Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor.

OUTLINE MATERI

  1. Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility)
    • Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
    • Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat
    • Fasilitas Vooruitslag
    • Pelayanan Segera (Rush Handling)
    • Fasilitas Jalur Prioritas
    • Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification)
    • Fasilitas Fiskal Kepabeanan
    • Pembebasan / Keringanan Bea Masuk
    • Pengembalian Bea Masuk
    • Perlakuan Tarif Preferensi (AFTA), (ACFTA), (AKFTA), (AIFTA)
  2. New Incoterms 2010 (Syarat Penyerahan Barang)
    • EX Works
    • FCA, FAS, FOB
    • CFR, CIP, CPT, CIP
    • DAF, DES, DEQ, DDU, DDP
  3. Metode Pembayaran Internasional
    • Advance Payment, 2. Open Account,
    • Consignment, 4. Collection,
    • L/C
  4. International Transportation
    • Shipping Company
      • Reguler Liner Service
      • Tramper Service
      • Charter Party
    • Shipment ( Pengapalan )
      • Pengertian dari Shipment
      • Pihak yang terlibat dlm shipment
      • Tanggung Jawab Dan Kewajiban
  5. Transport Documents
    • Pengertian
    • Bill of Lading (B/L)
    • Master Dan House B/L
    • AWB
    • Master Dan House AWB
  6. Bill of Lading (B/L)
    • Fungsi dari B/L
    • Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L
    • Cara peralihan / endorsement B/L
    • Pengertian – pengertian :
      • Received for Shipment
      • Shipped on Board
      • Clean on Board
      • Dirty / Foul (B/L)
      • Shipped on Deck
  7. Dokumen Ekspor – Impor
    • Dokumen Finansial (Financial Documents)
    • Shipping Documents
      • Commercial Invoice
      • Packing / Weight List
      • Bill of Lading (B/L)
      • Air Way Bill / AWB
      • Marine Insurance
      • Certificate of Origin (SKA)
  8. Letter Of Credit
    • Manfaat Dan Fungsi L/C
    • Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C
    • Dasar Hukum L/C
    • Pihak-pihak yang Terkait
    • Jenis-Jenis L/C :
      • Revocable >< Irrevocable
      • Sight >< Usance
      • Confirm >< Unconfirm
      • Restricted >< Unrestricted
      • Transferable >< Back to Back L/C
      • Revolvng L/C >< Standby L/C
      • Red Clause L/C
  9. Prosedur Ekspor Dengan L/C
    • Pengertian Dan Persyaratan Ekspor
    • Pajak Dan Pungutan Ekspor
    • Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor
      • Harga Patokan Ekspor
      • Surat Tanda Bukti Setoran
      • Surat Sanggup Bayar
    • Memahami syarat Dan kondisi L/C
    • Tata cara memeriksa Dokumen
    • Discrepancies Dan Penanganannya
    • Negosiasi Dokumen Ekspor
    • Collection Basis
    • Diskonto
  10. Prosedur Impor Dengan L/C
    • Pengertian Dan Persyaratan Impor
    • Pungutan Negara Dalam Rangka Impor
    • Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk
    • Surat Setoran Pabean Cukai Pajak
    • Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22
    • Sales Contract
    • Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C
    • Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C
    • Penerimaan dan Penanganan Dokumen
    • Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran)
  11. Pengeluaran Barang Impor
    • Dokumen Pemberitahuan
    • Pembayaran Pajak / Pungutan Negara
    • Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas
    • Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik)
  12. Jalur Prioritas
    • Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat
    • Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas
  13. Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas
    • Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi

WORKSHOP LEADER :

  Sutomo Asngadi, SS, MM(cand)

Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies).

Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll.

Training-Ekspor-Impor-dan-Kepabeanan-yogya

Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination)

Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….???

Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya

Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut.

Di dalam training akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi.

Outline Materi

  • Sejarah Perkembangan Dunia Industri
  • Apa itu Small Defect
  • Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect
  • Apa itu Ideal State
  • Konsep Small Defect dengan Zero Break Down
  • Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage
  • Restoration of Deterioration & Defect
  • Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect
  • Apa itu 3-Gen dan 2-Gen
  • Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down
  • Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen

Metode Pelatihan

Seminar / In Class Training / In house Training

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di kelas & Case Study

Durasi Pelatihan

  • Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam)

Peserta

  • Teknisi / Supervisor / Foreman Maintenance / Engineering
  • Operator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor Produksi
  • Dan lain-lain.

Facilitator

Indro Agung Handoko, ST.

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.

Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.

Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.
  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.
  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.
  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.
  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Training-Zero-Break-Down-through-SMDE-(Small-Defect-Elimination)-yogya

Writing Beyond Procedures

FOR ADVANCED SOP DEVELOPERS

90% Procedures di tempat kerja hanya berisi panduan kerja yang sudah umum–pada akhirnya tidak digunakan dan menjadi arsip, apabila Procedures mengandung metrics (KPI’s Balanced Scorecard, SLA’s, Risk Management dll) maka ia akan menjadi dokumen yang dinamis karena akan digunakan setiap saat. –Ady Subagya

90% Pengguna Prosedur hanya memerlukan Ketentuan/Pedoman, hanya pemula yang memerlukan Prosedur/ langkah step-by-step—sehingga Pembuat Prosedur harus menguasai pembuatan Ketentuan/Pedoman.—Ady Subagya

Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip.

Hasil survey yang satu lagi adalah bahwa hanya 2 dari 20 orang yang benar-benar belajar dari SOP/ Procedure, yang lainnya mengatakan susah membacanya, lebih enak telepon pembuatnya atau bagian Sisdur atau menanyakan langsung kepada pihak yang lebih paham.

Apabila Prosedur di tempat kerja tidak efektif, ada tetapi tidak digunakan—buat apa membuatnya? Lebih baik menggunakan Flowchart untuk membuat Prosedur yang wajib saja—praktis, pendek dan sederhana, toh tidak digunakan juga.

Hampir semua pengembang dan pembuat Prosedur mempunyai pertanyaan serupa—“Bagaimana membuat Prosedur yang praktis dan mudah dibaca dan dpahami oleh Penggunanya. Sebenarnya jawabannya sederhana, buatlah Prosedur dengan format yang cocok untuk masing-masing Penggunanya, toh tidak ada aturan yang baku bahwa Prosedur harus berformat ini dan itu.

Tetapi, apakah ada jaminan Prosedur yang enak dan mudah dibaca akan digunakan seterusnya?

Jawaban dari pertanyaan terakhir sangat terkait dengan pelatihan Writing Beyond Procedure. Pelatihan ini membekali peserta dengan ketrampilan-ketrampilan:

  1. Bagaimana membuat Prosedur berformat Gambar dan Video? Apakah ada ketentuan yang mengesahkan Prosedur berformat Gambar dan Video?;
  2. Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses;
  3. Mengetahui Proses mana yang unik sehingga memerlukan metode (Prosedur), dan proses mana yang generik sehingga pelatihan-pelatihan dapat menggantikan Prosedur;
  4. Bagaimana membuat Ketentuan/ Guideliness yang mengandung Panduan?
  5. Bagaiamana membuat Kebiakan/ Policy yang mengandung Panduan?
  6. Bagaimana ‘merubah’ Ketentuan dan Kebijakan menjadi Prosedur yang mengikat?

Outline Materi

  1. Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja
    SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000.Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat.
  2. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle.
  3. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be.
  4. Manual, Process map, Guidelines dan ProcedureSetiap oganisasi membutuhkan Manual atau Pedoman yang berisi Kebijakan, Nilai, Peraturan Umum, Ketentuan Umum (Guidelines), Process map yang sangat penting digunakan sebagai acuan membuat Prosedur, bahkan seringkali Ketentuan yang dibuat jelas dapat menggantikan Prosedur.Pada sesi ini peserta berlatih membuat Kebijakan dan ketentuan yang menjadi acuan dalam membuat Prosedur.
  5. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan videoPada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan.
  6. Manual Pembuatan ProsedurSesi ini adalah sesi dimana peserta menerima contoh Prosedur Pembuatan Prosedur dan berlatih merubahnya supaya sesuai dengan organisasi masing-masing, dan bahkan dapat dirubah menjadi Manual Pembuatan Prosedur.

Persyaratan

  • Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Pelatihan ini bukan untuk Pemula.

Fasilitas

  • Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP)

Facilitator

Ady A Subagya

Fasilitator adalah seorang konsultan dan trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens dan Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha Graha, Indosat, LAPAN, Yamaha Indonesia, Tobu Indonesia, Kiriu Indonesia, Subur, dan beberapa perusahaan lainnya

Training-Writing-Beyond-Procedures-yogya

Warehouse Management for Achieving the Performance

Keberhasilan kinerja Supply Chain akan dipengaruhi oleh kinerja gudang (Warehouse Management), yang banyak diabaikan oleh penanggung jawab Warehouse dalam melaksanakan fungsinya.

Sistem manajemen gudang (Warehouse Management) merupakan link yang terintegrasi dengan rantai pasokan, karena memastikan bahwa produk yang benar telah dikirimkan dalam jumlah dan kualitas yang tepat, dan dalam kondisi baik, pada waktu yang diperlukan, dengan biaya minimal, dimana manajemen gudang yang efektif dapat meminimalkan biaya dan memastikan operasional yang efisien dari rantai pasokan, yang berupa panduan yang lengkap untuk praktek pengoperasian gudang dengan strategi terbaik, yang meliputi penggunaan teknologi yang terbaru dalam menangani isu-isu yang timbul.

Di dalam bisnis modern, pengambangan fungsi warehouse akan terjadi sampai pada memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan proaktif menanggapi permintaan pelanggan, perputaran persediaan dan persyaratan peraturan dengan solusi manajemen gudang yang dirancang untuk operasi gudang dan rantai pasokan yang sangat khusus, dalam memaksimalkan produktivitas dan memungkinkan alur proses kerja yang mengurangi kesalahan, melalui penerapan solusi manajemen gudang, sehingga akan mendapatkan keuntungan dan penghematan biaya, proses yang efisien, dan meningkatkan keuntungan.

Sasaran Pelatihan

  1. Memahami dan menguasai elemen yang mempengaruhi kinerja warehouse management
  2. Dapat melakukan control atau pengendalian terhadap fungsi warehouse
  3. Dapat menguasai dan memahami operasional dan bisnis proses pada warehouse, untuk meningkatkan keuntungan

Outline Pelatihan

  1. Pengenalan dan pemahaman yang mendalam tentang warehouse
  2. Fungsi manajemen gudang (warehouse management), termasuk dan tidak terbatas pada, proses, efisiensi dan efektifitas, ketersediaan stok, distribution channel, dan risks management
  3. Faktor warehouse management, termasuk dan tidak terbatas pada pengertian warehouse dan operasional, kontrol atas produk yang bergerak (keluar-masuk), lokasi penyimpanan dan susunan, permintaan supply (sales & marketing), vendor penyedia bahan baku, produktifitas tenaga kerja dan penilaian gudang serta kualitas sumber daya manusia.
  4. Bisnis proses, kinerja jalur distribusi dan assessment sumber daya manusia, vendor assessment dan warehouse assessment

Strategi Pelatihan

  1. Penjabaran teori yang komprehensif yang diseimbangkan dengan praktek terbaik menurut standard internasional (ISO), dan memberikan umpan balik untuk dapat disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada lingkungan kerja.
  2. Melakukan simulasi melalui proses imitasi untuk memberikan pengalaman yang perspektif, sehingga mendapatkan strategi terbaik untuk diimplementasikan dilingkungan kerja yang nyata

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-Warehouse-Management-for-Achieving-the-Performance-yogya

Warehouse Best Practice

Warehouse merupakan bagian penting dari supply chain management sebagai pintu dalam melayani customer. Akurasi stock, order picking system,   dalam meningkatkan kecepatan pelayanan, merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan operasional gudang.Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola warehouse .  Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari gudang  serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi yang pada akhirnya meningkatkan service level kepada customer.

Tujuan Pelatihan

  • Maximize customer service and provide fast and accurate issuing.
  • Plan and control the warehousing operation to minimize the operational costs.
  • Guarantee safety to the warehouse personnel and facilities.
  • Improving stock accuracy.

Peserta

Pelatihan ini sangat penting bagi: mereka yang terlibat dalam aktivitas warehouse pada level supervisor. Program ini juga tepat bagi mereka yang tertarik untuk memahami lebih dalam mengenai interaksi warehouse & fungsi lain dalam material management seperti purchasing, inventory control & distributor.

Hari pertama

Introduction to Warehousing Management

  • Basic warehouse operation: receiving, putaway, order picking, sortation & delivery
  • Objectives and Functions of Warehousing Management
  • Problems in Warehousing

Organizing the Storage and Material Handling

  • Layout of the Warehouse
  • Storage Utilization and Organization
  • Stock Location
  • Fixed Versus Random Location
  • Material Handling Equipment
  • How to Improve the Receiving/ Issuing Material Handling Operations

Hari kedua:

  • Inventory accuracy
    • Periodic & cycle count
    • Cycle count method: ABC, control group
    • Common cause of error
    • Qualification of counter & investigator

Safety in the Warehouse

  • Housekeeping and Safety in a Warehousing Environment
  • Safety Hazards
  • Unsafe Acts and Conditions
  • Planning for Safety

Productivity in the Warehouse

  • Definition of Productivity
  • Causes of Lost Time
  • Determine KPI in warehouse
  • Warehousing Management through Performance Analysis

Metode pelatihan

Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan.

Facilitator

Ir. Imanadi
Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 dan mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Dalam perjalanan karirnya Imanadi juga pernah mengikuti short course di luar negeri seperti di Singapura dan Amerika Serikat. Ia telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan.
Training-Warehouse-Best-Practice-yogya