ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Training Series

Training Vendor Selection : How to Select good training vendor

“Seorang nabi seringkali tidak dihargai di negerinya sendiri”. Trainer memang bukan nabi sehingga ia tidak dapat untuk membawakan seluruh materi yang dibutuhkan sebuah perusahaan, kalaupun ia mampu membawakan materi tersebut, belum tentu ia akan memberikan hasil yang efektif. Terkadang peran pihak ke-3, training vendor, diperlukan. Bagaimana sebenarnya cara memilih training vendor yang berkualitas dan menjaga hubungan yang profesional?

Melalui half day event ini, peserta diajak memahami bagaimana cara menyusun kriteria vendor yang cocok untuk tempat kerjanya, bagaimana merancang cara untuk melakukan assessment vendor, bagaimana melakukan seleksi dengan tepat serta bagaimana melakukan evaluasi dan tinjauan manajemen.

Outline Materi

  • Dasar-dasar Seleksi Vendor
  • Variable penilaian user dalam perusahaan
  • Variable GTM (Good Training Management)
  • Metode dan Proses Seleksi
  • Evaluasi, Laporan dan Tinjauan manajemen

Facilitator

Ronald Tedjasasmita, S.E., M.Pd.

Organization management development practitioner, who utilize people management system within business development framework, to systematically up-scale people competenies. Ronald has been in training and people development for over 18 years, operating in non-profit organization to multi-national company, from trainer and coach to corporate HR Head.

Training-Training-Vendor-Selection-How-to-Select-good-training-vendor-yogya

Training of Trainer in Organization

Dengan semakin ketatnya persaingan, hanya perusahaan yang mampu mentransformasikan dirinya dan menjadikan organisasi yang hidup (living organization) lah yang bisa survive. Membagi dan menyebarkan pengetahuan di dalam organisasi merupakan ciri perusahaan yang dinamis. Namun, seringkali agen perubahan belum memahami teknik yang efektif untuk mempresentasikan ide, perasaan, dan pengetahuannya tersebut. 

Tujuan Pelatihan

Memahami seni presentasi, hal-hal yang harus disiapkan, hal-hal yang dibutuhkan, metode, mengenal hambatan-hambatan yang timbul pada pelaksanaan, bagaimana mengevaluasi kesuksesan suatu training, serta mampu melakukan praktek presentasi, training, dan fasilitasi dengan efektif.

Sasaran Pelatihan

Memahami dan mampu mempraktekkan presentasi, training, dan fasilitasi yang efektif, serta mampu mengevaluasi keberhasilan suatu training

Outline Pelatihan

  1. Memahami persiapan yang dibutuhkan
  2. Memahami media dan alat presentasi yang efektif
  3. Memahami prinsip-prinsip Adult Learning
  4. Memahami metode yang tepat untuk memfasilitasi training, presentasi, dll.
  5. Pola mengajar yang efektif pada masing-masing karakter
  6. Public speaking
  7. Active Listening
  8. Handling difficult people
  9. Memahami dan trampil mengevaluasi efektifitas training
  10. Praktek

Facilitator

Agus Mauludi

Memiliki pengalaman hampir 20 tahun sebagai praktisi dalam memimpin Bagian Human Resources di Astra Group, Napan Group, dan salah satu perusahaan energi di Indonesia. Saat ini aktif sebagai pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Senior Konsultan di salah satu Konsultan Manajemen Internasional, dan Senior Trainer di Value Consult. Beberapa klien yang pernah ditangani, antara lain: Adaro Indonesia, Pertamina Persero, Telkomsel, Excelkomindo, Jamsostek, Freeport, Pemerintah Brunei, Pemerintah Timor Leste, dan lain-lain.

Agus Mauludi berlatar pendidikan sebagai Psikolog dari Universitas Indonesia. Beberapa topik yang biasa dibawakan dengan sangat baik, antara lain: Leadership, People Management, HR Management, Communication, Negotiation, Training for Trainer, Corporate Culture, dan training-training soft skill lain.

Training-Training-of-Trainer-in-Organization-yogya

The Survival Strategies and Sustainable Economy, When Retirement Arrives

Masa pensiun dari suatu pekerjaan di perusahaan (organisasi) bagi sebagian besar orang adalah merupakan suatu masa yang sangat menakutkan dan menghantuinya pada saat masih bekerja dan menjelang akan diakhirinya hubungan kerja berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Dimasa pensiun, pekerja akan mengalami penurunan pendapatan yang sangat tajam sementara kebutuhan untuk memenuhi perekonomian semakin meningkat, dan bahkan melebihi pendapatan yang berasal dari salary (gaji) disaat masih bekerja, yang disebabkan karena budaya, sebagai seorang kakek/nenek terhadap cucu, membantu perekonomian anak, dalam hal mereka masih belum siap dalam membiayai kebutuhan hidupnya sendiri, di dalam persaingan usaha yang sangat ketat.

Overview

Program “The survival strategy and sustainable economy, when retirement arrives” ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan membangun pondasi perekonomian secara sederhana dan instant, sehingga Para Pensiunan dapat memenuhi kebutuhan pisik (perekonomiannya sendiri),  sosial budaya (harga diri dilingkungan masyarakat) termasuk membantu keluarga yang belum mampu untuk membiayai kebutuhan mereka.

Program ini diselenggarakan dengan metode pembahasan teori yang dilakukan secara singkat dan padat, serta implementasi teori dilingkungan nyata (hidup), sehingga peserta memiliki kemampuan secara instant untuk mengembangkan kemampuan diri sebagai wirausaha, dengan modal relative minim dan pengembangan usaha yang dilakukan secara singkat (tanpa membutuhkan waktu yang lama).

Understanding

Masa pensiun adalah suatu masa dimana seseorang diharuskan berhenti bekerja berdasarkan undang-undang ketenaga kerjaan, karena telah memiliki batasan waktu atau kriteria tertentu untuk dianggap tidak mampu bekerja di perusahaan (organisasi).

Sebagai akibat dari masa pensiun tersebut maka penghasilan berupa uang akan berkurang, sementara kebutuhan hidup yang harus dibiayai semakin meningkat, dan tidak jarang kebutuhan hidup tersebut menjadi lebih tinggi bilamana dibandingkan dengan pada masa masih bekerja di perusahaan (organisasi).

Metode Pelatihan

Methode program ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian utama, yaitu:

  1. Pembahasan berbagai strategi dengan mempergunakan ilmu praktis yang disampaikan secara padat dan ringkas, sehingga peserta memiliki kemampuan secara instant untuk diimplementasikan di dalam lingkungan nyata.
  2. Pembahasan strategi implementasi, dengan berbagai studi kasus dilapangan secara nyata dengan mempergunakan berbagai network yang dimiliki oleh fasilitator/trainer sehingga peserta memiliki overview tentang usaha yang harus dilakukan dalam waktu singkat dan mendapatkan penghasilan berupa uang, yang bisa dipergunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Highlight

  1. Perencanaan pensiun
  2. Strategy mengatasi permasalahan sosial budaya dan perekonomian melalui manuver aktifitas
  3. Strategy melakukan bisnis secara instan
  4. Market riset dan bisnis intelligence secara sederhana
  5. Sustainable financial cash flow
  6. Strategy withdrawal business profit
  7. Increasing cash flow with personal soft loan

Outline Materi

  1. Pengenalan dan menggali potensi diri individu
  2. Mendapatkan peluang bisnis dilingkungan
  3. Market analysis yang berpotensi menjadi besar
  4. Strategy supply chain yang mendukung peluang bisnis
  5. Distribution channel dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan
  6. Investasi pada bisnis instant
  7. Manajemen keuangan sederhana
  8. Peningkatan arus kas melalui pemanfaatan keuntungan atau personal soft loan (internal)
  9. Seleksi produk yang memiliki demand tinggi
  10. Strategy FMCG (fast moving consumer goods)
  11. Market penetration untuk mengalahkan pesaing yang sudah ada (existing)
  12. Warehouse and vendor assessment management

Peserta

  1. Semua orang yang akan memasuki masa pensiun dan memiliki keinginan untuk mempertahankan kehidupan yang berkesinambungan dan membangun pondasi perekonomian, di saat pensiun tiba
  2. Semua orang yang ingin mengetahui strategi mempertahankan hidup dan menciptakan perekonomian yang berkesinambungan.

Referensi

  1. Juster, F. Thomas; Suzman, Richard (1995). “An Overview of the Health and Retirement Study”. The Journal of Human Resources30 (Special Issue on the Health and Retirement Study: Data Quality and Early Results): S7–S56.doi:10.2307/146277JSTOR146277.
  2. Gruber, Jonathan and David Wise, eds. (1999). Social Security and Retirement around the World. University of Chicago Press.
  3. Gustman, Alan and Thomas Steinmeier (2003). “Retirement Effects of Proposals by the President’s Commission to Strengthen Social Security.” NBER Working Paper No. 10030
  4. Feldstein, Martin and Jeffrey B. Liebman (2002). “Social Security,” in Handbook of Public Economics, Vol. 4, Elsevier Press
  5. Friedberg, Leora (2000). “The Labor Supply Effects of the Social Security Earnings Test.” Review of Economics and Statistics, Vol. 82, No. 1, pp. 48–63
  6. Liebman, Jeffrey B., Erzo F.P. Luttmer and David G. Seif (2008). “Labor Supply Responses to Marginal Social Security Benefits: Evidence from Discontinuities.” NBER Working Paper No. 14540
  7. Brown, Jeffrey R., Courtney Coile and Scott J. Weisbenner (2006). “The Effect of Inheritance Receipt on Retirement.” NBER Working Paper No. 12386
  8. Gustman, Alan, Thomas Steinmeier and Jahid Tabatabai (2009). “How Do Pension Changes Affect Retirement Preparedness? The Trend to Defined Contribution Plans and the Vulnerability of the Retirement Age Population to the Stock Market Decline of 2008–2009.” Presented at 11th Annual Joint Conference of the Retirement Research Consortium, August 10–11, 2009, National Press Club, Washington, DC
  9. Coile, Courtney B. and Phillip B. Levine (2009). “The Market Crash and Mass Layoffs: How the Current Economic Crisis May Affect Retirement,” presented at NBER Summer Institute Workshop on Aging, July 21–25, 2009.
  10. Dwyer, Debra and Olivia Mitchell (1999). “Health problems as determinants of retirement: Are self-rated measures endogenous?” Journal of Health Economics, Vol. 18, No. 2, pp. 173–193
  11. Davis, C. H., & Sun, E. (2006). Business development capabilities in information technology SMEs in a regional economy: An exploratory study. The Journal of Technology Transfer, 31(1), 145-161.
  12. Kind, S., & Knyphausen-Aufseß, Z. (2007). What is ‘business development’? The case of biotechnology. The Case of Biotechnology. Schmalenbach Business Review, 59(2), 176–199.
  13. Lorenzi, V., & Sørensen, H. E. (2014). Business Development Capability: Insights from the Biotechnology Industry. Symphonya. Emerging Issues in Management, (2), 1-16.
  14. Kotler, Philip; Kevin Lane Keller (2009). “1”. A Framework for Marketing Management (4th ed.). Pearson Prentice Hall.ISBN0-13-602660-5.
  15. Adcock, Dennis; Al HalborgCaroline Ross(2001). “Introduction”. Marketing: principles and practice(4th ed.). Xavier thomas. p. 15. ISBN9780273646778. Retrieved 2009-10-23.
  16. Kotler, Philip & Keller, L. Kevin (2012). Marketing Management 14e. Pearson Education Limited 2012
  17. Adcock, Dennis; Al Halborg; Caroline Ross (2001). “Introduction”. Marketing: principles and practice. p. 16.ISBN9780273646778. Retrieved 2009-10-23.
  18. “Marketing Management: Strategies and Programs”, Guiltinan et al., McGraw Hill/Irwin, 1996
  19. Dev, Chekitan S.; Don E. Schultz (January–February 2005). “In the Mix: A Customer-Focused Approach Can Bring the Current Marketing Mix into the 21st Century”. Marketing Management14 (1).
  20. “Swarming the shelves: How shops can exploit people’s herd mentality to increase sales”. The Economist. 2006-11-11. p. 90.
  21. D.S. Hochbaum, E. Moreno-Centeno, P. Yelland, and R.A. Catena. Rating Customers According to Their Promptness to Adopt New Products, Operations Research 59(5): 1171-1183, 2011
  22. “Segmentation, Targeting, and Positioning”. University of Southern California. Retrieved 21 May 2013.
  23. Stolley, Karl. “Primary Research”. Purdue Online Writing Lab. Retrieved 21 May 2013.
  24. Goldstein, D.; Lee, Y. (2005). “The rise of right-time marketing”. The Journal of Database Marketing & Customer Strategy Management12 (3): 212–225.doi:10.1057/palgrave.dbm.3240258.
  25. Dacko, Scott G. (2008). The advanced dictionary of marketing. pp. 377–378. ISBN0-19-928600-0.

Facilitator

Setiono Winardi SH., MBA.

Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training-The-Survival-Strategies-and-Sustainable-Economy,-When-Retirement-Arrives-yogya

Quality Control of Training

Identify core instructor competencies, evaluate the effectiveness of instructors, subject matter experts and TQM facilitators.  Diagnose training program deficiencies and develop strategies to improve training.  Monitor and evaluate existing training with trend analysis and identify and implement quality improvement measures.

Learning Objectives

At the end of the training, the participant will be able to:

  1. How to monitor and evaluate existing training programs for quality
  2. Identify how to maintain training program effectiveness
  3. How to find mentors in your training department
  4. Assess the quality of an instructor’s skills
  5. Create a performance plan to improve an instructor’s skills
  6. Use coaching and counseling techniques to improve an instructor’s skills

Methods

  • Lecturettes
  • Discussions
  • Case Studies
  • Role Plays
  • Action Plans

Workshop Content

1. What is Effective Instruction ?

  • Identify  core instructor competencies
  • Evaluate current staff performance
  • Coach and develop trainers to eliminate deficiencies
  • Keep up to date with new training skills
  • Workable instructor performance planning
  • How to conduct a training department audit
  • How to evaluate on-the-job instruction
  • How to evaluate quality facilitators and subject matter experts (SMEs)

2. Improving Instructional Technique

  • Evaluate  aspects of your training style
  • How to build retention
  • 50-50 training – talking isn’t training
  • Use adult learning concepts to enhance learning
  • Five steps of adult learning
  • Match your training style to adult learning needs of the group

3. Diagnose Training Deficiencies Correctly

  • Is the deficiency a training issue?
  • Did learning take place?
  • How to evaluate the content of training
  • Were the right methods used?
  • What other factors influence successful training?
  • How to design an effective training evaluation instrument

4. Improving Instructional Design

  • Develop trainee materials that work
  • Develop exercises and activities
  • Create “discovery learning” in your activities
  • Create inventories, skill practice and multi-part exercises
  • How to develop effective case studies
  • Use a checklist to develop complete handouts

5. Monitor and Evaluate the Results of Existing Training

  • Evaluate trainee reactions
  • Use trend analysis to evaluate and use feedback from participants
  • How to tell if participants use new skills after training
  • Measure bottom-line results effectively
  • Tips to get the most from each training dollar
  • How to measure the cost effectiveness of your training
  • How to measure the cost of training vs. not training

6. Quality Improvement Measures for Training

  • Are you asking the right feedback questions?
  • What to do if training didn’t work
  • How improve your organization’s training programs
  • How to involve supervisors to extend the results of training
  • Are improvement measures worth doing?

Facilitator

Drs. Bambang Haryanto, M.Ed

Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center.

Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi.

Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Training-Quality-Control-of-Training-yogya

Measuring Training Impacts At Work

  • Masih ada kita temui pemahaman yang keliru tentang training yang berhasil, di mana keberhasilan yang dimaksud ternyata didasarkan pada keberhasilan penyelenggaran, padahal keberhasilan sebuah Program Training, dilihat dari seberapa jauh ex-peserta Training menerapkan pengetahuan & keterampilan yang telah dipelajri, di tempat kerja
  • Tujuan Training tidak berhenti pada membuat peserta menjadi mampu, tapi bagaimana membuat peserta menerapkan kemampuannya itu di tempat kerja. Oleh karena itu monitoring & evaluasi hasil Training di tempat kerja adalah merupakan salah satu tahap yang sangat penting, bahkan 70% keberhasilan Training tergantung pada tahap ini
  • Program ini akan banyak memberikan pengetahuan & keterampilan tentang bagaimana cara melakukan monitoring dan evaluasi terhadap ex-peserta sebuah Training setelah mereka kembali ke tempat kerja (Measuring Training Impact At Work).

Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti Program ini para peserta akan :

  • Memiliki pemahaman yang benar tentang Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya
  • Mengenal hal-hal yang menjadi hambatan yang membuat tidak berhasilnya Program Training selama ini
  • Memiliki kemampuan dalam mengantisipasi dan mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi sehingga Program Training menjadi efektif dan berhasil
  • Memiliki pengetahuan & keterampilan tentang cara merancang System & Mekanisme Monitoring dan Evaluasi hasil Training ditempat kerja, termasuk merencanakan, melaksanakan, serta menindaklanjuti hasilnya.

Outline Materi

  • Pengertian Training sebagai salah satu metode Belajar (Learning) yang efektif
  • Mengapa dan bilamana Training dibutuhkan
  • Apa yang disebut dengan Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya
  • Persepsi yang keliru (miss-concept) tentang Training
  • Saling keterkaitan antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat Training berhasil
  • Peran Monitoring & Evaluasi hasil Training di tempat kerja terhadap keberhasilan Training
  • Apa sebenarnya Sasaran Akhir sebuah Training
  • Mengapa Training tidak berhasil
  • Mengenal hambatan-hambatan penerapan hasil Training di tempat kerja
  • Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi hambatan
  • Bagaimana merancang System Monitoring & Evaluasi hasil Training
  • Aspek-aspek yang perlu dievaluasi dalam proses Training
  • Korelasi antara Training Manager, Line Manager, Trainer, Organizer, dan Peserta dalam proses Evaluasi
  • System Evaluasi di Kelas, dan system evaluasi di tempat kerja
  • Monitoring & Evaluasi hasil Training di tempat kerja, pengertian dan sasaran
  • Proses tahap demi tahap dalam melakukan evaluasi hasil Training di tempat kerja
  • Memahami arti Key Indicator dan Standards dalam melakukan evaluasi
  • Bagaimana merancang Pola Dasar Evaluasi
  • Mekanisme monitoring & evaluasi
  • Obyek atau sasaran evaluasi
  • Ketentuan-ketentuan tentang hasil evaluasi
  • Dua cara dalam melakukan follo up hasil evaluasi
  • On-the-Job Training sebagai salah satu tindaklanjut hasil evaluasi
  • Post-Training Evaluation Handbook sebagai pedoman evaluasi

Peran Line Manager dalam proses Staff Training & Development 

Peserta

Line Manager (yang sangat berkompeten melakukan monitoring & evaluasi terhadap anak buahnya di tempat kerja), karena mereka berkepentingan untuk memperoleh ana buah yang well-trained dan well-motivated. Juga tentunya personel di Bagian Training, termasuk Internal Trainer untuk Bagian-bagian tertentu.

Durasi Pelatihan

2  (dua) hari @ 7 (tujuh) jam efektif per hari, atau 14 (empatbelas) jam efektif

Metode Pelatihan

Menerangkan konsep, diikuti dengan memberikan contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta latihan merancang System & Mekanisme Monitoring dan Evaluasi, serta role play bagaimana melakukan evaluasi langsung dan memberi feedback pada saat anakbuahnya bekerja – di tempat kerja

Persyaratan Peserta

Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook

Facilitator

Semba Biawan

Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional.

Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol.

Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain :

  • Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines
  • Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student
  • Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta
  • Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong.
  • Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur
  • Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia
  • Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila
  • OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta.
  • Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur

Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada.

Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan.

Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center.

Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public) yang berkaitan dengan Leadership & Komunikasi, Sales & Distribusi, Customer Service, Human Resources Management & Training Management, Problem Solving &  Decision Making, dan soft skills lainnya  (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir).

Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering diminta untuk menjadi pembicara (speaker) di berbagai  seminar manajemen  yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Educational Institutions dan  Professional Associations, di samping ia juga banyak menulis di majalah dan surat kabar antara lain di Suara Karya, Bali Post, Bulletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah
SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Leadership & Komunikasi yang berjudul “Your Words Your Power” yang diterbitkan oleh Gramedia Group, diikuti oleh bukunya yang kedua yang diterbitkan oleh penerbityang sama (Gramedia Group) pada Maret 2013  yang berjudul : “Teknik Menjual Diri – Dalam Merebut Lowongan Kerja” .

Training-Measuring-Training-Impacts-At-Work-yogya