ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Tag: corporate communication training

Pelatihan Komunikasi Perubahan

Proses perubahan yang efektif bergantung pada banyak faktor, salah satunya adalah komunikasi. Banyak proyek atau program perubahan gagal karena tidak didukung oleh program komunikasi yang efektif. Program komunikasi yang baik memuat hal-hal yang berkaitan dengan alasan perubahan, strategi dan kebijakan komunikasi yang jelas.

Program pelatihan komunikasi perubahan ini dibuat untuk membantu pimpinan menyukseskan proyek/program perubahan guna meningkatkan daya saing organisasi atau perusahaan menjadi organisasi yang efektif dan perusahaan kelas dunia.

Tujuan Pelatihan

  1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang komunikasi perubahan kepada peserta pelatihan
  2. Memberikan solusi mengenai strategi, kebijakan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengelolaan komunikasi yang efektif.

Outline Materi

  1. Manajemen Perubahan
  2. Mempersiapkan Diri Menghadapi Perubahan
  3. Pentingnya Komunikasi Perubahan
  4. Organisasi Pengelola Komunikasi Perubahan
  5. Project Communication Plan
  6. Identifikasi dan Analisis Kelompok yang Perlu Berubah
  7. Pengembangan Rencana Komunikasi
  8. Uji – Coba Komunikasi Perubahan
  9. Praktek Komunikasi Perubahan

Metode Pelatihan

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Games
  4. Tugas Individual dan Kelompok

Peserta

Untuk dapat menerapkan program komunikasi secara efektif, selayaknya yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para pimpinan organisasi dan perusahaan dan tim manajemen perubahan. Namun pelatihan ini juga dapat diikuti oleh konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan

Facilitator

Hendra Kusnoto

Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGMjurusanPsikologiPerkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidangManagementand Business Administration di Melbourne University, Australiadanbeliausempatmengikuti program magangdanbekerja di perusahaanterkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramediapadatahun 2001.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta.

Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka.

Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training-Komunikasi-Perubahan-yogya

Training Effective Public Relations

Sebagai salah satu akibat dari kemajuan tehnologi yang mampu merubah tatanan kehidupan manusia, Public Relations atau PR sudah merupakan fenomena dan sekaligus kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Dalam dunia usaha maupun organisasi lainnya, Public Relations (hubungan masyarakat) kini telah menjadi bahan yang tidak terpisahkan dari aspek komunikasi lainnya seperti pemasaran, promosi, iklan dan penjualan.

Kegiatan PR yang meliputi berbagai fungsi, konsep dan tehnik-tehnik pelaksanaannya telah berkembang menjadi ‘suatu lembaga’ yang dianggap harus ada untuk mendampingi organisasi, apapun bentuk organisasi tersebut.

Sekarang ini, kehidupan sudah menjadi sedemikian kompleksnya, sehingga apa yang dikatakan atau apa yang dikehendaki, agar bisa terpenuhi, manusia maupun organisasi mutlak mendapatkan pengertian atau bahkan kalau mungkin dukungan dari pihak lain, terhadap apa yang dinyatakan. Pengertian, – apalagi dukungan -, dari berbagai pihak yang latar belakangnya bervariasi, makin lama makin sulit untuk didapatkan. Apa yang sering dilakukan adalah menberitahukan kepada khalayak umum tentang ‘siapa dan bagaimana diri kita’. Kegiatan semacam ini, lazimnya disebut PUBLISITAS, yang merupakan salah satu tahap dari keseluruhan kerja PR.

Dalam perkembangannya, PR tidak lagi hanya berfungsi memberitahukan kepada pihak lain tentang siapa dan bagaimana diri kita, tetapi juga memberitahukan kepada ‘kita’ tentang apa dan bagaimana pendapat atau pikiran lain terhadap ‘diri kita’.

Dengan demikian kita menjadi mampu merencanakan tindak lanjut dalam usaha kita mencapai tujuan organisasi yang meliputi apa yang harus dilakukan, bagaimana caranya dan dengan sarana apa sebagai pendukung. Seluruh kegiatan tersebut merupakan mata rantai kerja PR. Jadi, diperlukan usaha peningkatan ketrampilan untuk merancang dan mempengaruhi publik, yang dapat dilakukan dengan mengikuti suatu seminar intensif.

Tujuan Pelatihan

Agar  memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan berbagai ide, melaksanakan rancangan program kepada berbagai kelompok masyarakat sasaran organisasi, untuk mendapatkan pengertian dan dukungan, disertai dengan kemampuan untuk mengevaluasi perilaku masyarakat, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan prosedur organisasi sesuai dengan kepemtingan masyarakat.

Outline Materi

Hari Pertama

Sessi  1        :   Peranan Public Relations dalam operasi perusahaan

    • Fungsi dan peranan PR
    • Manfaat Public Relations
    • Kedudukan PR dalam organisasi

                       :   Psikologi Public relations

    • Dua faktor karakteristik masyarakat sasaran
    • Psikolosi pesan dan strukturnya
    • Sistem komunikasi antar individu (interpersonal communications)

Sessi  2        :   Manajemen dan kode etik Public Relations

    • Menyadari sasaran umum PR
    • Tahap-tahap yang dibutuhkan
    • Kode etik IPRA
    • Kode etik Perilaku berdasarkan sidang IPRA

                     :   Perencanaan Kerja PR

    • Proses kegiatan PR
    • Langlah-langkah kegiatan
    • Hambatan – hambatan

Sessi 3          :   Management Crisis

    • Apa itu krisis
    • Katagori krisis dan bentuknya
    • Manajemen Krisis dan Citra Perusahaan / Lembaga / Institusi
    • Penanggulangan Krisis
    • Pra, Masa dan setelah Krisis

Sessi 4           :   Corporate Image Identity 

    • Membentuk opini publik
    • Hal membentuk citra perusahaan/ lembaga / institusi
    • Sifat dari opini public

Hari Kedua

Sessi  5        :   Protokoler

    • Pengertian Protokoler dan hubungan dengan kegiatan PR
    • Pemahaman tentang tatatertib dan etiket ke-protokoler-an
    • Ruang lingkup tugas kegiatan protokol.
    • Tata krama Pergaulan Bisnis, dasar pelaksanaan protokol
    • Persiapan-persiapan  fisik

Sessi 6          :   Public Speaking and Master of Ceremony

    • Thema acara:  keperluan petugas Master of Ceremony
    • Master of Ceremony dalam upacara
    • Acara Resmi, Semi Resmi, Acara Hiburan
    • Bahasa Protokoler –  Resmi dan Bahasa Komunikatif

Sessi  7        :   Media Relations, Press Release dan Pidato

    • Pengertian dan kegiatan
    • Menulis Press Release
    • Jenis-jenis pidato
    • Pidato, format dasar – general model dan model rinci

Sessi  8        :   Press Conference – tindak lanjut Media Relations

    • Mengapa Press Conference
    • Beberapa ‘tipe’ penyelenggaraan
    • Aktifitas yang terjadi

Facilitator

Drs . Achmad Sablie, Psi

Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari UI, pengalaman dibidang Marketing dan HR Management, terakhir sebagai Head of HRD Division di RCTI, HR Director di Hero Group of Companies, Human Resources Development Huffco / VICO Indonesia (Oil and Gas Coy) dan PT Semen Cibinong. Banyak memberikan pelatihan dan seminar dibidang Communication, Soft Skills dan HR Management, Senior Instruktur sekolah Pengembangan Pribadi John Robert Powers, Senior Consultant di Gede Prama Dynamics Consulting dan masih aktif sebagai konsultan internal HR di sebuah perusahaan manufacturing. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya Leadership, Psychological Training – Emotional Intelligence, Adversity Quotient, Assertiveness, Transactional Analysis, Motivation dan beberapa lainnya -,  Women Empowerment, Supervisory Management, Performance Management dan semua fungsi Human Resources Management. Beberapa perusahaan Oil & Gas, bank-bank BUMN maupun Swasta, industri perkayuan, industri otomotif dan industri lain seperti PT Krakatau Steel, PT Telkom, PT PLN menjadi klien yang pernah ditangani.

Training-Effective-Public-Relations-yogya

Training Effective PR Advocacy

Upaya mendorong suatu perubahan secara gradual agar para pengambil keputusan lebih membuat keputusan yang berpihak pada masyarakat sebagai stake holder diperlukan advokasi. Mengingat seringkali suatu keputusan atau kebijakan pemerintah (daerah) dibuat kurang melibatkan unsur masyarakat dan hanya mengacu pada peraturan di atasnya, atau memihak suatu kepentingan tertentu yang mungkin jauh dari keberpihakan untuk masyarakat.

Dalam advokasi agar para pengambil keputusan mau berubah, maka perlu dilakukan komunikasi, lobby, negosiasi, dan lain-lain yang semuanya harus dilakukan secara persuasif. Persuasi adalah suatu cara komunikasi yang bertujuan untuk meng-enhance model berpikir seseorang sehingga dapat menjadi lebih fleksibel dan memiliki pilihan yang lebih banyak. Program advokasi dan komunikasi perubahan perilaku memerlukan aspek persuasi ini untuk mampu menghasilkan arah yang jelas dalam penyampaian suatu pesan.

Tujuan Pelatihan

  1. Peserta mampu memahami lobby, negosiasi dan advokasi
  2. Meningkatkan keterampilan advokasi
  3. Dapat menerapkan teknik-teknik advokasi
  4. Peserta mampu mempersiapkan argumentasi dengan baik
  5. Peserta memahami  tahapan-tahapan negosiasi
  6. Peserta siap dalam melakukan hearing dengan eksekutif maupun legislatif

Outline Materi

  1. Pengantar Lobby, negosiasi dan advokasi
  2. Tahap-tahap persiapan dalam lobby,negosiasi dan advokasi
  3. Proses penciptaan iklim yang kondusif
  4. Proses pembukaan dalam negosiasi dan advokasi
  5. Komunikasi sebagai inti lobby, negosiasi dan advokasi
  6. Tahap – tahap negosiasi
  7. Macam-macam taktik
  8. Menghadapi Situasi Sulit
  9. Cara Mempertahankan Perhatian
  10. Merumuskan isu strategis
  11. Hearing dengan eksekutif dan legislatif

Facilitator

Gufroni Sakaril, Drs, MM,

Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berpengalaman dalam bidang Public Relations dan telah 10 tahun menjadi Head of Public Relations PT Indosiar Visual Mandiri.  Selain itu berpengalaman mengajar di bidang Public Relations di berbagai Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, diantaranya  Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye public relations, lobby negosiasi dan advokasi, penulisan public relations, dasar-dasar public relations, publikasi dan lain-lain. Beberapa instansi/lembaga yang pernah menjadi kliennya diantaranya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Abilympic Indonesia dan sering menjadi panitia event-event nasional.

Training-Effective-PR-Advocacy-yogya

Training Designing Effective Internal Communications Program

Di era kompetitif sekarang ini, strategi untuk menciptakan “value & power communications” menjadi aspek penting dalam pencapaian strategi bisnis perusahaan. Diantaranya dengan mengoptimalkan Internal Communications program. Seberapa efektif kah internal communications perusahaan kita ? Harus diakui, efektivitas arus informasi di kalangan karyawan (internal) merupakan titik kritis dalam mencapai sukses perusahaan. Melalui program Internal Communications yang efektif, kinerja Perusahaan PASTI tumbuh signifikan pula.

Dari pemikiran itulah, investasi untuk memberdayakan Internal Communications sangat penting bagi pencapaian tujuan bisnis. Di dalam workshop ini partisipan akan diberikan trik dan strategi untuk mendisain dan melaksanakan suatu program internal communication  yang efektif, disamping berbagi pengalaman praktis untuk mengubah taktik kita  dalam berkomunikasi dengan para karyawan.

Jadwal Pelatihan

08:30    Registrasi Peserta

09:00    Strategic Value of Internal Communications for Our Company (New Trend)

10:30    Coffee Break

10:45    Tools & Techniques Program untuk Internal Communications yang EFEKTIF

12:10    Lunch

13:10    Leadership & Ownership Internal Communications – Internal Branding

15:00    Coffee Break

15:15    CHANGING Workspace for Our Company – Practise Plan & Presentation

16:30    Evaluating of Internal Communications

17:00    Closing

Facilitator

Drs. Syarifudin Yunus

Adalah praktisi dan akademisi bidang Corporate Communications/Public Relations (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Beliau aktif sebagai praktisi PR di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan/jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Beliau pernah menjadi wartawan Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang mencakup keterampilan Menulis, Berbicara, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Beliau juga tercatat sebagai redaktur pelaksana beberapa media inhouse hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister di Pasca Sarjana UKI Jakarta.

Training-Designing-Effective-Internal-Communications-Program-yogya

Pelatihan CSR Strategi Menuju GCG

Tanggung jawab sosial dikenal sebagai tanggung jawab sebuah organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan melalui perilaku transparan dan etis, konsisten dengan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan, sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma perilaku internasional dan terintegrasi dalam seluruh organisasi.

Indonesia sudah memiliki Undang-undang No 40, Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan BUMN, yang menganjurkan dan mengharuskan perusahaan tertentu menjalankan CSR. CSR itu seharausnya beyond the rules and regulations, yang mendorong agar menjalankan CSR adalah moral obligation. Yang mengatur CSR dalam Undang-undang PT ada tiga pasal. Pasal 1 C, Definisi TGSL (Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan), dalam pasal ini disebutkan mengenai moral obligation yang menyebutkan komitmen perusahaan untuk ikut serta dalam social responsibility. Di Pasal 66 mengenai keterbukaan, perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan kegiatan CSR-nya melalui publisitas Laporan Tahunan. Pasal 74 disebutkan bahwa bagi perusahaan yang mengelola sumber daya alam atau terkait dengan sumber daya alam untuk melaksanakan CSR.

Bagi perusahaan yang bergerak di sektor industri lainnya jelas CSR lebih merupakan moral obligation serta seyogyanya ikut memberikan social responsibility. Dari segi perspektif Public Relations, program-program CSR terbukti meningkatkan image & trust pemangku kepentingan terhadap perusahaan/industri tersebut.

Jadi merupakan obligasi, obligation to participate mengikuti CSR workshop.

Tujuan Pelatihan

  1. Pemahaman yang jelas mengenai Konsep CSR
  2. Pemahaman Undang-Undang Perseroann Terbatas Tahun 2007, sehubungan dengan ketentuan melaksanakan CSR
  3. Mengetahui Panduan, yaitu ISO 26000
  4. Memahami pentingnya moral obligation and social responsibility sesuai budayaIndonesia
  5. Belajar menyusun strategi dan taktik menjalankan program-proggram CSR
  6. Belajar dari success stories perusahaan-perusahaan yang berkembang pesat berkat  program CSR-nya
  7. Memahami dan dapat mengadopsi strategi pelaksanaan CSR sekaligus strategi Public Relations-nya
  8. Problem solving: menghadapi berbagai rintangan di lapangan, melalui Pubic Trust dan Negotiation Skills
  9. Mengetahui Strategi Media Relations, sebagai support skills & knowledge dalam membentuk, meningkatkan dan mengembangkan corporate image.
  10. Melatih menyiapkan dan menulis Press Release dan artikel untuk publikasi, yang merupakan soft ware media Relations
  11. Strategi menuju Good Corporate Governance (GCG)
  12. Menyiapkan Monitoring dan Evaluation, sebagai alat kontrol dan alat ukur untuk perbaikan dan pengembangan

Konsep Pemikiran Utama

  1. Maraknya pembahasan CSR di forum luas menjadikan salah satu pemikiran utama bahwa perencanaan CSR yang akan diadakan haruslah unik dan berdaya guna
  2. Unik karena pemikiran CSR yang akan dirancang haruslah merupakan core business  industri yang ditangani. Berhubungan dengan produk/jasa yang dihasilkan. Kreatif, unik dan harus berkelanjutan  (Program kecil, sporadik, belum dapat dikategorikan sebagai CSR. Misalnya: sumbang donor darah, kunjungan ke panti asuhan, mengundang kaum duafa, orang jompo menikmati hidangan dan hiburan di tempat rekreasi, sumbangan untuk musibah bencana.)
  3. Harus berdaya guna. Dalam bentuk workshop, sehingga peserta mendapatkan manfaat dalam menyusun strategi merancang, melaksanakan dan mengevaluasi berbagai program yang benar-benar merupakan program CSR khusus dan unik sesuai core business sektor industri yang ditangani.

Outline Materi

  1. Berdasarkan definisi CSR yang paling terkenal dan diakui secara universal yaitu Definisi dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) – Badan Dunia Bagi Pengembangan Berkelanjutan: “The continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large”  (Komitmen berkelanjutan dari usaha bisnis yang  secara etis dan berkontribusi untuk pengembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup dari tenaga kerja beserta keluarganya termasuk pula komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya)
  2. Mengikuti perkembangan CSR yang sedapatnya memiliki sertrifikasi ISO 26000 seperti yang dituangkan dalam Draft International Standard (DIS) ISO 26000: “Organization relation to the society in which it operates and to its impact on the environment has become a critical part of measuring its overall performance and its ability to continue operating effectively. This is, in part, a reflection of the growing recognition of the need for ensuring healthy ecosystems, social equity and good organizational governance.”  ISO 26000  menjelaskan secara komprehensif panduan penyelenggaraan CSR antara lain membahas: pengertian social responsibility, peran stakeholders dalam  social responsibility, sustainable development atau pengembangan berkelanjutan, prinsip-prinsip social responsibility diantaranya akuntibilitas, transparansi, ethical behavior, respect for stakeholder interests, respect for the rule of law, respect for international norms of behavior, respect for human rights, juga membahas mengenai dampak sehubungan dengan interest terhadap ekspektasi
  3. CSR menuju Good Corporate Governance (GCG) memiliki arti yang sangat penting dalam menjalankan suatu organisasi professional, baik di sektor pemerintahan (BUMN) maupun di industri swasta. Mengerti dan memanfaatkan GCG dapat meningkatkan:
    • Meningkatakan kinerja perusahaan melalui proses pengambilan keputusan yang lebih baik.
    • Meningkatkan efisiensi operasionil perusahaan sekaligus memberikan perhatian dan pelayanan kepada stakeholders. Meningkatkan kepercayaan sharesholders.
    • Meningkat corporate image, dan lebih penting corporate value
    • Organisasi/Perusahaan dapat bekerja lebih baik karena berdasarkan best practices.
    • Tercapainya employee satisfaction dan stakeholders satisfaction.

Facilitator

Drs. Ludwig Suparmo, M.Si

Beliau memulai kariernya dari bawah, ketika berumur 20 tahun, sebagai detailer/promosi obat secara ilmiah, kemudian meningkat ke jenjang supervisor, field manager, commercial officer, manager periklanan dan manager komunikasi. Sejak 20 tahun terakhir menjadi konsultan komunikasi dan manajemen, trainer dan pengajar di beberapa institusi perguruan tinggi. Mendapat pendidikan dan pelatihan manajemen di Manila, Philippines,  Presentation Skills dan Negotiation Skills di London, United Kingdom. Setelah terjun sebagai praktisi langsung, menyempatkan diri di hari tuanya menyelesaikan pendidikan Master (S2) dalam waktu 18 bulan dan lulus sebagai  peserta terbaik.

Training-CSR-Strategi-Menuju-GCG-yogya