ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Tag: finance training

Pelatihan Budget Modelling using Ms. Excel

Microsof Excel masih merupakan spreadsheet yang sangat aplikatif dan popular dalam menyusun budget. vMasih banyak perusahaan yang menggunakan program ini. Disamping sangat user friendly dan popular. Untuk dapat memanfaatkan dalam menyusun budget, perlu diketahui bagaimana mengoptimalisasi kemampuan program excel dan kebutuhan budget itu sendiri.

Tujuan & Manfaat Pelatihan

  • Mamahami proses budget cycle dan form serta report yang dibutuhkan
  • Mamahami bagaimana membuat spreadsheet yang efisien dan efektif sehingga dapat mengurangi spreadsheet yang banyak dan kesalahan
  • Membuat budget package dan analisa yang dibutuhkan
  • Memahami bagaimana mengkonsolidasi report-report yang dibutuhkan menjadi proforma laporan keuangan
  • Memahami bagaimana menggunakan fasilitas Macro pada Excel
  • Memahami bagaimana menggunakan fasilitas Excel dalam melakukan “What If Analysis”

 

Siapa yang Menjadi Peserta?

  • Finance Manager, Senior Manager, Pemilik yang mengelola sendiri perusahaannya, Staf Professional Bidang Keuangan dan Eksekutif perusahaan yang terlibat dalam pendanaan dan pengembangan perusahaan secara umum.

 

Metode Pelatihan

  • Pelatihan menggunakan metode ceramah dalam memahami konsep, dan latihan/studi kasus dalam mendalami teknik aplikasinya.
  • Action Plan: diakhir session para peserta akan membuat action plan untuk menentukan rencana yang akan diterapkan setelah kembali ke dunia kerja

Pokok-Pokok Bahasan

  • Budgeting cycle dan Report yang dibutuhkan
  • Fasilitas Excel
  • Membangun Spreadsheet hingga menjadi Proforma Laporan Keuangan
  • Teknik mengupdate budget package dengan mudah
  • Bagaimana mengoptimalisasi fungsi audit trail
  • Fasilitas Makro
  • Membuat report-report dalam menganalisa budget
  • What if analysis

Workshop Leader :

Ghani Basyar S.E, M.M

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnins di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesai dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep.

Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan.

Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Training-Budget-Modelling-using-Ms.-Excel-yogya

Training Financial Statements Analysis for Valuation

Latar Belakang

Pelatihan Financial Statement Analysis for Valuation ini akan membekali para peserta dalam menyajikan informasi keuangan dalam  bentuk Neraca (Balansheet ) dan Perhitungan Laba –Rugi (Income Statement) yang sangat berharga mengenai kesehatan suatu perusahaan yang juga bermanfaat bagi pengambilan keputusan investasi dan yang tidak kalah penting dapat  memberikan petunjuk dalam menetapkan kebijakan perusahaan dimasa mendatang. Berdasarkan rasio-rasio akan diketahui apakah perusahaan dalam keadaan liquid atau tidak, solvent atau tidak dan dianalisis sejauhmana profit atau loss yang dihasilkan serta perputaran arus kas dan modal kerja. Laporan keuangan akan dibahas secara mendasar untuk mengawali proses valuasi. Valuasi dilakukan dengan menggunakan discounted cash flow, baik dengan  free cash flow maupun EVA. Valuasi ini hanyalah awal untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besarnya value. Pelatihan ini sangat disarankan bagi mereka yang ingin memahami Manajemen Keuangan secara strategis dan komprehensif.

Dalam dua hari pelatihan diharapkan para peserta mampu melakukan perhitungan praktis dan lengkap dengan isu strategis. Seperti halnya bagaimana perusahaan melakukan expansi bisnisnya pada  IRR dan ROI dari investasi  yang jauh dibawah bunga deposito atau  juga ketika perusahaan memutuskan untuk membeli saham  di pasar modal padahal ROE dari PER perusahaan tersebut jauh dibawah bunga Deposito. para peserta akan mendapatkan sharing  untuk  memahami, melakukan interprestasi dan  menganalisis laporan keuangan dengan benar, sehingga mampu untuk melakukan penilaian (valuasi) perusahaan bila ingin melakukan merger atau akuisis serta keputusan bisnis lainnya.

Manfaat Peserta Workshop

  1. Memahami cara menganalisis, menginterprestasi dan menggunakan laporan keuangan
  2. Mampu mengunakan teknik analisa keuangan untuk bisa menilai perusahaan
  3. Memahami Free Cash Flows, Balansheet dan Income Statement
  4. Mampu mengaplikasikan instrument dan teknik dalam proses penilaian FCFF dan FCFE
  5. Mengetahui posisi perusahaan dalam industrinya
  6. Mampu menyusun dan membuat proyeksi laporan keuangan

Sasaran Peserta Workshop

Para praktisi dan exekutif perusahaan ( finance, treasurer, planning and budgeting analyst, tax, accounting, credit analyst, bankers, investment analyst ) , dewan komisaris perusahaan dan public yang berminat sharing dalam mendalami analisa laporan keuangan .

Materi Workshop

HARI   I

1. INTRODUCTION  KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

  • PENGENALAN MANAJEMEN KEUANGAN
  • PIHAK YANG MEMERLUKAN LAP. KEUANGAN MASA LALU VS SEKARANG
  • JENIS LAPORAN KEUANGAN DAN CARA CEPAT MENGANALISANYA

2. BASIC FINANCIAL STATEMENTS

  •  NERACA ( BALANCE SHEET )
  •  PERHITUNGAN RUGI-LABA ( INCOME STATEMENT )
  •  LAPORAN LABA DITAHAN ( STATEMENT OF RETAINED EARNINGS )
  • LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

HARI  II 

1. ANALISA  RATIO KEUANGAN

  • ANALISA LIKUIDITAS
  • ANALISA  SOLVABILITAS
  • ANALISA RENTABILITAS
  • ANALISA PROFITABILITAS
  • ANALISA  AKTIVITAS

2. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN

  • ANALISA PULANG POKOK ( BREAK EVEN ANALYSIS )
  • ANALISA LEVERAGE OPERASI
  • ANALISIS IMPAS UNTUK KAS
  • ANALISA KEUANGAN SISTEM DU PONT

3. PERKIRAAN KEUANGAN UNTUK VALUASI

  • SIKLUS ARUS KAS ( CASH FLOW CYCLE ) VS FREE CASHFLOW
  • PENGARUH SIKLUS ARUS KAS TERHADAP NERACA DAN EBITDA
  • CASH FLOW EKUITAS DAN HUTANG BAGI PIHAK TERKAIT

4. ANALISA ARUS KAS DAN MODAL KERJA

  • KEGUNAAN LAPORAN ARUS KAS
  • JENIS LAPORAN ARUS KAS
  • TEKNIK ANALISA ARUS KAS

NOTE :   DISARANKAN PESERTA MEMBAWA LAP TOP UNTUK SIMULASI ANALISA  RATIO

DAN VALUASI KEUANGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MS  EXCEL

Workshop Leader :

Ghani Basyar S.E, M.M

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnins di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesai dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep.

Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan.

Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Training-Financial-Statements-Analysis-for-Valuation-yogya

Pelatihan Studi Kelayakan Bisnis

Dalam era yang semakin maju saat ini, telah terjadi pergeseran kebutuhan manusia dari produk konvensional menuju produk yang high end techonology. Pergeseran kebutuhan inilah yang menjadi dasar para enterpreneur untuk melahirkan ide bisnis baru. Ide bisnis baru secara konsep produk mungkin sudah memenuhi kebutuhan pasar, tetapi belum tentu layak secara operasional dan financial dan atau sebaliknya.

Dalam pelatihan ini, anda akan dibekali dengan konsep dasar bagaimana membuat studi kelayakan yang aplikatif, sehingga anda para enterpreneur/business development memiliki gambaran yang detail mengenai berbagai aspek yang akan terlibat ketika ide bisnis anda jalankan. Oleh karena itu, hasil studi kelayakan bisnis ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan apakah menerima atau menolak ide atau rencana bisnis anda. 

Tujuan Pelatihan

  1. Peserta dibekali konsep yang komprehensif  bagaimana merumuskan studi kelayakan bisnis yang baik.
  2. Peserta mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan tidak mendukung kelayakan bisnis dari berbagai aspek yang akan dievaluasi.
  3. Peserta mampu membuat proyeksi keuangan yang lengkap berdasarkan asumsi-asumsi dasar yang dibangun dari berbagai aspek.
  4. Peserta mampu membuat evaluasi keuangan dengan menggunakan discounted cash flow, Internal Rate of Return dan Net Present Value.

 Metode Pelatihan

  1. Ceramah untuk memahami konsep Studi Kelayakan Bisnis.
  2. Diskusi untuk mengidentifikasi aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis dalam praktek.
  3. Studi Kasus untuk mengaplikasikan konsep Studi Kelayakan Bisnis.

 Outline Materi

  1. Aspek Pemasaran
  2. Aspek Operasional
  3. Aspek Manajemen dan Organisasi
  4. Aspek Kelayakan Keuangan

 Peserta

  1. Manajer/Officer Business Development
  2. Kreditor (bank dan lembaga pembiayaan)
  3. Investor
  4. Konsultan dan lainnya

Facilitator

Subur Harahap, SE, Ak, Dipl.FP, MM, CFP

Subur Harahap saat ini menjabat sebagai Finance & Accounting Manager perusahaan penerbangan charter nasional, Managing Partner SUHA Planner Financial Planning & Management Consultant dan Ketua Koperasi Simpan Pinjam Karyawan Derazona Helicopters. Subur Harahap memiliki Lisensi Wakil Manager Investasi dari Bapepam-LK Departemen Keuangan Republik Indonesia, register akuntan negara  (Ak) dan designation Certified Financial Planner (CFP) yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi International Financial Planning Standard Board Indonesia yang merupakan cabang dari Financial Planning Standard Board – United States of America. Subur Harahap mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Magister Manajemen dari Institut Bisnis dan Informatika Indonesia – Jakarta.

Training Risk Based Internal Audit

Fungsi Internal Audit adalah salah satu fungsi penting di suatu perusahaan. Internal Auditor kadang-kadang dipandang sebelah mata oleh kolega dari unit lain karena dianggap tidak professional, hanya mencari-cari kesalahan saja. Padahal Internal Audit mempunyai peran strategis dalam membawa kepentingan perusahaan, bahkan mungkin pemegang saham untuk memastikan setiap unit di dalam perusahaan berjalan dengan baik.

Workshop 3 hari ini memberikan overview mengenai kemampuan teknik dasar yang perlu dimiliki seorang Internal Auditor yang professional. Peserta akan mempelajari konsep internal audit dan mendapatkan teknik-teknik yang diperlukan untuk dapat menjalankan audit secara efektif.

Partisipan akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai proses dokumentasi dan evaluasi teknik-teknik internal control/fieldwork. Dengan menggunakan kasus-kasus yang didesain secara khusus untuk keperluan tersebut. Disamping itu, partisipan juga akan mengevaluasi elemen-elemen kritis dari internal audit seperti meng-assess resiko, membuat flowchart, merencanakan program audit, melaksanakan audit dan menerapkan hasil untuk menyelesaikan masalah-masalh bisnis. Partisipan juga akan melatih keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam proses internal audit  seperti berinteraksi dengan auditee, membuat laporan dan memberikan rekomendasi.

 

Outline Materi

1.  STANDAR PROFESI AUDIT INTERNAL

KODE ETIK

TUJUAN

PENETAPAN

STRANDAR PERILAKU AUDIT INTERNAL

STANDAR PROFESI

STANDAR ATRIBUT

1000            Tujuan, Kewenangan, Dan Tanggungjawab

1100            Independensi Dan Objektivitas

1200            Keahlian Dan Kecermatan Profesional

1300            Program Jaminan Dan Peningkatan Kualitas Fungsi AUDIT INTERNAL

STANDAR KINERJA

2000            Pengelolaan Fungsi Audit Internal

2100            Lingkup Penugasan

2200            Perencanaan Penugasan

2300            Pelaksanaan Penugasan

2400            Komunikasi Hasil Penugasan

2500            Pemantauan Tindaklanjut

2600            Resolusi Penerimaan Risiko oleh Manajemen

2.      INTERNAL AUDIT CHARTER

  • Pendahuluan
  • Dasar
  • Maksud dan Tujuan

i.    Visi

ii.   Misi Dan Tujuan

iii.  Kewenangan

iv.  Tanggungjawab (Akuntabilitas)

v.   Ruang Lingkup Audit

vi.  Standar Pelaksanaan Pekerjaan

vii.  Pengesahan

3.      INTRODUCTION TO INTERNAL AUDITING

SEJARAH, PERKEMBANGAN, DAN GAMBARAN UMUM AUDIT INTERNAL

  1. Evolusi dan sejarah audit internal, pencapaian identitas auditor internal.
  2. Perbedaan antara audit internal dan eksternal.
  3. Definisi audit internal. Audit internal sebagai sebuah profesi.
  4. Perbedaan profesi auditor internal dan profesi di bidang perdagangan dan di bidang teknis.
  5. Kemajuan di bidang audit internal.
  6. Pernyataan Tanggung jawab IIA.
  7. Kode Etik IIA. Standar Praktik Profesional Audit Internal IIA, kerangka kompetensi.
  8. Program sertifikasi auditor internal, pengakuan profesional, sertifikasi khusus.
  9. Format-format dan pendekatan audit internal.
  10. Penilaian sendiri atas Kontrol, kekhususan audit.
  11. Penggunaan tenaga auditor dari luar perusahaan, audit Internal sebagai sebuah fungsi utama.
  12. Pemberian jasa kepada manajemen, Makna independensi dalam audit internal.
  13. Menggalakkan pelaporan kesalahan dan kecurangan dari karyawan dalam perusahaan.
  14. Lampiran: Auditor Internal sebagai Seorang Konsultan.

4.      TEKNIK-TEKNIK AUDIT INTERNAL (CONTROL) 

  1. Kontrol sebagai kunci utama bagi auditor internal, kontrol, sebagai kata benda dan kata kerja, dua tingkatan dalam setiap sistem.
  2. Jembatan penghubung antara auditor dan klien, akses dan pelaporan mengenai kontrol.
  3. Definisi kontrol: definisi awal, definisi menurut akuntan publik dan definisi menurut auditor internal.
  4. Perluasan konsep kontrol internal pada SAS 78, tujuan kontrol: untuk mencapai tujuan organisasi, model-model kontrol internal.
  5. Konsep COSO, model COCO, audit kontrol menurut COSO dan kontrol operasional.
  6. Kontrol yang didefinisikan oleh studi SAC.
  7. Kontrol untuk mencegah, mendeteksi, dan memperbaiki, menghilangkan probabilitas, bukan kemungkinan kontrol.
  8. Manfaat-manfaat kontrol, sistem-sistem kontrol, tujuan, standar, perbandingan, tindakan perbaikan.
  9. Lingkaran tertutup atau sistem umpan balik, elemen-elemen sebuah sistem, pentingnya kontrol, standar kontrol internal.
  10. Tanggung jawab manajemen atas kontrol, sarana mencapai kontrol.
  11. Karakteristik-karakteristik kontrol, masalah-masalah kontrol.
  12. Elemen manusia, bagaimana mencapai Kontrol: pengorganisasian, kebijakan, prosedur, personalia, akuntansi, penganggaran dan pelaporan.
  13. Dampak regulasi terhadap kontrol, peranan auditor internal, kontrol akuntansi internal pendekatan siklus.
  14. Dampak pengaturan organisasi terhadap kontrol internal, pengurangan kontrol organisasi virtual.
  15. Empat fungsi dan kontrol manajemen, mengapa sistem kontrol harus dirinci, kontrol yang berlebihan.

5.       PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT) 

  1. Filosofi COSO, siapa yang memanfaatkan penilaian risiko?
  2. Merencanakan penilaian risiko dan eksposur, memperluas audit berbasis risiko.
  3. Organisasi tanpa proses manajemen risiko.
  4. Risiko audit dan komponen-komponennya pada audit laporan keuangan.
  5. Persediaan risiko, petanyaan-pertanyaan dasar mengenai risiko.
  6. Auditor internal dan risiko EC, risiko EDI, risiko manajemen.
  7. Membuat rencana penilaian risiko, manajemen risiko.
  8. Tujuan-tujuan proses manajemen risiko, metode analitis.
  9. Menggunakan bagan alir, kuisioner pengendalian internal dan analisis matriks.
  10. Pengendalian dan kontrol preventif, detektif dan korektif
  11. Metodologi ilustratif COSO, metode lain pemberian nilai.
  12. Pertimbangan-pertimbangan pengungkapan risiko.
  13. Kebutuhan akan beberapa sarana dan kesimpulan.

6.      SURVEI PENDAHULUAN (PRELIMINARY AUDIT SURVEY)  

  1. Perencanaan audit internal di kantor besar.
  2. Menyiapkan daftar pengingat, catatan kesan, dan kuisioner.
  3. Menentukan jadwal pertemuan awal dengan klien dan melakukan tanya jawab.
  4. Menentukan tujuan, sasaran, standar, pengendalian risiko.
  5. Penilaian risiko dan kualitas manajemen.
  6. Indikator-indikator manajemen yang efektif.
  7. Ciri-ciri manajemen yang tidak efektif.
  8. Kendala-kendala manajemen yang efektif, mengobservasi kualitas karyawan.
  9. Melakukan pengamatan fisik dan menyiapkan bagan alir.
  10. Melaporkan hasil survei, menganggarkan survei pendahuluan.

7.      PROGRAM AUDIT (AUDIT PROGRAM)

  1. Program audit, pedoman dan sarana pengendalian mandiri.
  2. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan program audit, kapan harus disiapkan, bagaimana penyiapannya dan siapa yang menyiapkan.
  3. Manfaat-manfaat program audit yang tepat, kapan menyiapkan program.
  4. Tanggung jawab auditor internal.
  5. Penekanan pada risiko, pengendalian dan standar.
  6. Ruang lingkup audit dari audit ketaatan hingga audit efektivitas.
  7. Mendefinisikan keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas.
  8. Tujuan dan prosedur-prosedur audit, perbandingan dengan tujuan dan prosedur operasional.
  9. Contoh-contoh berbagai prosedur audit, bagaimana menyiapkan program audit.
  10. Menggunakan latar belakang informasi yang diperoleh selama survei pendahuluan.
  11. Mengidentifikasi tujuan, risiko, dan pengendalian.
  12. Program audit sebagai alat mempertahankan diri bagi auditor, contoh-contoh program audit pembelian dan pemasaran.
  13. Program audit komprehensif, bagian Pengangkutan, contoh program proforma: kotak penyimpanan yang aman.
  14. Ambiguitas dalam bahasa program, hubungan program dengan laporan audit final.
  15. Mekanisme program, penugasan staf untuk audit berskala kecil.
  16. Pedoman penyusunan program audit, kriteria-kriteria program audit.

8.      PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK) I 

  1. Pekerjaan lapangan suatu proses yang sistematis dan merupakan Persyaratan profesional.
  2. Skeptisisme yang sehat.
  3. Strategi untuk melakukan pekerjaan lapangan.
  4. Tim audit yang diarahkan secara mandiri.
  5. Audit berhenti-kemudian-lanjut.
  6. Penilaian sendiri ats pengendalian.
  7. Elemen-elemen pekerjaan lapangan.
  8. Tujuan-tujuan audit dan tujuan-tujuan operasi.
  9. Auditing SMART.
  10. Pengukuran kinerja.
  11. Penerapan dan pembuatan standar.
  12. Penggunaan tolok ukur.
  13. Uji evaluasi.
  14. Teknik-teknik pemeriksaan transaksi-transaksi atau proses-proses tertentu: mengamati, mengajukan pertanyaan, menganalisis, memverifikasi, menginvestigasi, dan mengevaluasi.

9.      PEKERJAAN LAPANGAN (AUDIT FIELD WORK)  II

  1. Menerapkan teknik audit, audit fungsional, audit organisasional, studi dan konsultasi manajemen, audit program, audit atas kontrak.  
  2. Audit terintegrasi, penggunaan konsultan, pemanfaatan sumber daya dari luar dan dari mitra.  
  3. Pemeriksaan analitis: analisis tren, analisis rasio, analisis regresi, teknik-teknik analitikal lainnya. 
  4. Bahan bukti hukum dan bahan bukti audit.  
  5. Penanganan bahan bukti yang rawan dan pekerjaan lapangan dalam lingkungan berteknologi tinggi.  
  6. Auditing berkelanjutan.  
  7. Masalah-masalah audit internal sehubungan dengan risiko, e-commerce/e-business, dan audit berkelanjutan 

10.      AUDIT SISTEM  INFORMATIKA (INFORMATION SYSTEM AUDIT)

  1. Tujuan kontrol aplikasi, kategori kontrol dan jenis-jenis kontrol
  2. Kontrol masukan (input), otorisasi dan validasi masukan, transmisi dan konversi data penanganan kesalahan
  3.  Kontrol otorisasi masukan (Input authorization control)
  4. Kontrol pengolahan (process), pemeliharaan ketepatan data, pengujian terprogram atas batasan dan memadainya pengolahan kontrol fail
  5. Kontrol keluaran (output), rekonsiliasi keluaran, penelaahan dan pengujian hasil pengolahan distribusi keluaran
  6. Record retention

11.     TEMUAN AUDIT (AUDIT FINDINGS)

  1. Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
  2. Temuan audit yang dapat dilaporkan.
  3. Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
  4. Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
  5. Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
  6. Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
  7. Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
  8. Kecukupan tindakan perbaikan.
  9. Wewenang dan status audit.
  10. Sifat-sifat temuan audit, standar dan saran-saran perbaikan.
  11. Temuan audit yang dapat dilaporkan.
  12. Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan dan penambahan nilai.
  13. Tingkat signifikansi dan elemen-elemen temuan audit.
  14. Pembahasan temuan dan catatan temuan audit.
  15. Keahlian komunikasi dan pemeriksaan pengawasan.
  16. Melaporkan temuan audit dan tindak lanjut.
  17. Kecukupan tindakan perbaikan.
  18. Wewenang dan status audit.

12.      DOKUMENTASI KERTAS KERJA AUDIT (AUDIT WORKING PAPERS)

  1. Pengertian kertas kerja audit dan fungsinya.
  2. Penyusunan dokumentasi kertas kerja audit
  3. Otomisasi kertas kerja dan kertas kerja elektronic
  4. Pemberian indeks dan referensi silang (Cross Indexing)
  5. Kertas kerja pro forma
  6. Penyimpanan kertas kerja audit
  7. Izin penggunaan kertas kerja audit
  8. Pengawasan terhadap kertas kerja audit
  9. Penyimpanan kertas kerja audit
  10. Administrasi hasil audit
  11. Administrasi kelengkapan pelaksanaan audit

13.      LAPORAN HASIL AUDIT (AUDIT REPORT) 

1.   Kriteria dan standar laporan hasil audit

2.   Bahan-bahan laporan dari Kertas Kerja Audit Terkini

(Current Audit Work Papers) dan Permanen (Permanent Work Papers):

  • Latar Belakang Aktivitas Operasi Auditee
  • Daftar Audit Objectives
  • Semua temuan (audit finding) dan hubungannya dengan proses Internal Control Questionnaire (ICQ), Internal Control Evaluation Process (ICEP) dan Konsolidasi uji kepatuhan (Compliance Audit Test)

3. Susunan materi laporan hasil audit yang informatif dan efektif :

  • Latar belakang keterangan (Background information)
  • Ringkasan penting dari temuan dampak / tingginya tingkat risiko
  • Hasil temuan audit (Nomor, Nama dan Tingkat risiko High-Medium-Low Risk).
  • Susunan 4 bagian interim audit memorandum:
    • Latar belakang (Background),
    • Temuan (Finding),
    • Dampak/tinggi-rendahnya tingkat risiko (Exposure) dan
    • Saran (Recommendation) termasuk tanggapan dan janji perbaikan dari Auditee (Improvement/Corrective action).

4. Bentuk laporan dan macam laporan :

  • Laporan formal atau informal
  • Laporan final atau progress report
  • Laporan tertulis atau lisan
  • Laporan pendapat atas semua temuan kelemahan.

14.      STUDI KASUS OPERATIONAL AUDITING

Facilitator

Bambang Pramono, MBA.

Telah lebih dari 20 tahun berkarir dalam area internal audit, akuntansi dan IT.  Sampai ke posisi AVP, Internal Audit di suatu perusahaan nasional.  Ia telah berkarir dalam perusahaan manufacturing, oil and gas dan memiliki pengalaman bekerja di beberapa Negara di luar Indonesia, seperti Australia, Amerika, Perancis dan Filipina.

Lulusan SI dan MBA dalam bidang Akuntansi ini juga aktif di IIA (Institute of Internal Auditors) yang menyebabkan ia diantaranya secara intensive terlibat di dalam pembuatan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank.  Ia juga trainer dalam bidang Internal Audit untuk berbagai Perusahaan dan pembicara dalam berbagai seminar.

Training-Risk-Based-Internal-Audit-yogya

Training Restaurant Management

Ini merupakan program pelatihan yang di fokuskan bagi mereka yang ingin lebih memperdalam pengetahuannya dalam “Restaurant management”, begitu pula bagi pemilik atau pengusaha restaurant terlebih lagi bagi mereka yang sudah menduduki jabatan management dari sebuah restaurant.

Peserta program pelatihan ini akan diberi penjelasan mengenai hal – hal penting yang berhubungan dengan operasional restaurant pada umumnya, mulai dari Persaingan pasar, peningkatan pelayanan, peningkatan pendapatan & kepegawaian dan masih banyak lagi.

Course Lessons

  • Lesson One : Overview of the House
  • Lesson Two: Goals, Safety and Profits
  • Lesson Three: Customer Service Essentials
  • Lesson Four: Guest Recovery and Problematic Guests
  • Lesson Five: Hiring and Team-building
  • Lesson Six : Quality Services & Training
  • Lesson Seven: Scheduling
  • Lesson Eight: Supervision, Counseling And Discipline
  • Lesson Nine: Controlling Food And Beverage Costs
  • Lesson Ten: Maximizing Revenue
  • Lesson Eleven: Sanitation, Liability And Legal Consideration

Facilitator

Regulthafus.C.T.Andrikus

“Seorang Hospitality Specialist dengan pengalaman kerja di beberapa hotel dalam & luar negeri. Awal career di mulai dari Food & Beverage kemudian ke Sales & Marketing dengan Jabatan terakhir sebagai General Manager di beberapa hotel berbibtang dengan standard international”.

Training-Restaurant-Management-yogya