ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Tag: operation training

Training Procurement Negotiation & Contracting Strategy

Kemampuan bernegosiasi dan memahami kontrak merupakan hal penting yang harus dikuasai setiap pihak yang terlibat dalam proses procurement. Keterbatasan skill team procurement dan komite pembelian saat melakukan negosiasi dan kontrak review dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak seimbang.

Oleh karena itu sangatlah penting membekali team procurement dengan metode dan strategi negosiasi serta kemampuan melakukan kontrak review, sehingga perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang diperlukan dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms and conditions.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

1. Melakukan perencanaan dan strategi  negosiasi

2.  Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan

3.  Memahami konsep penting dalam klausul kontrak

4.  Menyusun, menganalisa, dan mempersiapkan kontrak

5.  Melakukan negosiasi dengan supplier tanpa terpengaruh bias penampilan dan strategi mereka.

METODE PELATIHAN

Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep:

v 20% teori berdasarkan literatur praktisi

v 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri

v 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta

TARGET PESERTA

Para Profesional di bidang:

1.   Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian

2.   GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan

3.    Project Manager, Internal Auditor

4.   Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok.

5.   Yang  ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini.

OUTLINE PELATIHAN

Days 1:

1.   Negotiation Skill Review

2.   Negotiation Strategy

3.   Negotiation Terms

4.   Handling Difficult Supplier

5.   Discussion Sharing and Case Study

Days 2:

6.   Regulasi dan Hukum Bisnis

7.   Jenis Kontrak dan Resiko Bisnis

8.   Drafting dan Evaluasi Kontrak Bisnis

9.   Dispute: Mediasi dan Arbitrase

10. Case study and closing review

FACILITATOR :

Deni Danasenjaya, SE. MM.

Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Training-Procurement-Negotiation-&-Contracting-Strategy-yogya

Training Maintenance Manajemen

Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis.

Pelatihan ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan.

Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance.

Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%.

Outline Materi

  • Triangle Maintenance System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting.
  • Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition.
  • Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance.
  • Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance.
  • Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin.
  • Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line.
  • Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart
  • Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance.

Metode Pelatihan

  • Dialog Interaktif / Sharing
  • Diskusi Grup
  • Latihan di Kelas
  • Study Kasus

 Durasi Pelatihan

Seminar / In Class Training >>> 1 hari (8 jam)

 Peserta

  • Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain

Facilitator :

Indro Agung Handoko, ST.

Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture.

Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya.

Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.

Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.

Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain:

  1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%.
  2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.
  3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.
  4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA.
  5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan.
  6. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Training-Maintenance-Manajemen-yogya

Training Writing Beyond Procedures

FOR ADVANCED SOP DEVELOPERS

90% Procedures di tempat kerja hanya berisi panduan kerja yang sudah umum–pada akhirnya tidak digunakan dan menjadi arsip, apabila Procedures mengandung metrics (KPI’s Balanced Scorecard, SLA’s, Risk Management dll) maka ia akan menjadi dokumen yang dinamis karena akan digunakan setiap saat. –Ady Subagya

90% Pengguna Prosedur hanya memerlukan Ketentuan/Pedoman, hanya pemula yang memerlukan Prosedur/ langkah step-by-step—sehingga Pembuat Prosedur harus menguasai pembuatan Ketentuan/Pedoman.—Ady Subagya

Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip.

Hasil survey yang satu lagi adalah bahwa hanya 2 dari 20 orang yang benar-benar belajar dari SOP/ Procedure, yang lainnya mengatakan susah membacanya, lebih enak telepon pembuatnya atau bagian Sisdur atau menanyakan langsung kepada pihak yang lebih paham.

Apabila Prosedur di tempat kerja tidak efektif, ada tetapi tidak digunakan—buat apa membuatnya? Lebih baik menggunakan Flowchart untuk membuat Prosedur yang wajib saja—praktis, pendek dan sederhana, toh tidak digunakan juga.

Hampir semua pengembang dan pembuat Prosedur mempunyai pertanyaan serupa—“Bagaimana membuat Prosedur yang praktis dan mudah dibaca dan dpahami oleh Penggunanya. Sebenarnya jawabannya sederhana, buatlah Prosedur dengan format yang cocok untuk masing-masing Penggunanya, toh tidak ada aturan yang baku bahwa Prosedur harus berformat ini dan itu.

Tetapi, apakah ada jaminan Prosedur yang enak dan mudah dibaca akan digunakan seterusnya?

Jawaban dari pertanyaan terakhir sangat terkait dengan pelatihan Writing Beyond Procedure. Pelatihan ini membekali peserta dengan ketrampilan-ketrampilan:

  1. Bagaimana membuat Prosedur berformat Gambar dan Video? Apakah ada ketentuan yang mengesahkan Prosedur berformat Gambar dan Video?;
  2. Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses;
  3. Mengetahui Proses mana yang unik sehingga memerlukan metode (Prosedur), dan proses mana yang generik sehingga pelatihan-pelatihan dapat menggantikan Prosedur;
  4. Bagaimana membuat Ketentuan/ Guideliness yang mengandung Panduan?
  5. Bagaiamana membuat Kebiakan/ Policy yang mengandung Panduan?
  6. Bagaimana ‘merubah’ Ketentuan dan Kebijakan menjadi Prosedur yang mengikat?

Outline Materi

  1. Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja
    SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000.Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat.
  2. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle.
  3. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be.
  4. Manual, Process map, Guidelines dan ProcedureSetiap oganisasi membutuhkan Manual atau Pedoman yang berisi Kebijakan, Nilai, Peraturan Umum, Ketentuan Umum (Guidelines), Process map yang sangat penting digunakan sebagai acuan membuat Prosedur, bahkan seringkali Ketentuan yang dibuat jelas dapat menggantikan Prosedur.Pada sesi ini peserta berlatih membuat Kebijakan dan ketentuan yang menjadi acuan dalam membuat Prosedur.
  5. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan videoPada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan.
  6. Manual Pembuatan ProsedurSesi ini adalah sesi dimana peserta menerima contoh Prosedur Pembuatan Prosedur dan berlatih merubahnya supaya sesuai dengan organisasi masing-masing, dan bahkan dapat dirubah menjadi Manual Pembuatan Prosedur.

Persyaratan

  • Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Pelatihan ini bukan untuk Pemula.

Fasilitas

  • Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP)

Facilitator

Ady A Subagya

Fasilitator adalah seorang konsultan dan trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens dan Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha Graha, Indosat, LAPAN, Yamaha Indonesia, Tobu Indonesia, Kiriu Indonesia, Subur, dan beberapa perusahaan lainnya

Training-Writing-Beyond-Procedures-yogya

Training The Principles of Lean Logistic

Salah satu kesalahpahaman yang umum tentang Filosofi Lean adalah bahwa Konsep Lean hanya ditemukan pada aplikasi di dunia manufaktur. Padahal pada kenyataannya: dampak atau impact dari Filosofi dan konsep Lean begitu signifikan pada aktivitas logistik

Sasaran utama dari Konsep Lean dalam dunia logistik adalah eliminasi Waste (pemborosan), penurunan inventory WIP, penurunan Lead Time proses dan yang paling utama adalah meningkatkan aliran dan kapabilitas Rantai Supply (Supply Chain Capability and Flow)

“Logistics flow is a principal thing to lean thinking!”

Untuk membangun dan mengembangkan Pola Pikir Lean bukanlah hal yang instant & cepat. Organisasi harus membangun dan mengembangkan budaya Continuous Improvement (peningkatan sedidit tetapi terus menerus)

Tujuan Pelatihan

  1. Memperkenalkan konsep Lean Logistic & memberikan pemahaman bagaimana mengaplikasikan lean thinking dalam ruang lingkup logistic
  2. Mengembangkan strategi logistik untuk menanamkan disiplin dalam bidang logistik melalui prinsip-prinsip lean
  3. Mampu mengidentifikasi dan mengenal jenis-jenis pemborosan dalam aktivitas logistic
  4. Mengembangkan strategi dalam menekan pemborosan dalam ruang lingkup logistic

Metode Pelatihan

  • Dynamic class room learning
  • Brainstorming Technique & Session
  • Gemba (shop floor) exercise & practice
  • Mind mapping Technique

Outline Materi

Outline Day-1

Key Component

Topic Discussed/Delivered

Remark

About Lean

Mengapa harus Lean, Definisi & Benefit Lean

Slide & Lean sample in video

Exercise

Mengembangkan peluang dari Sasaran Lean Logistic

Flip Chart & Brainstorming

Lean Thinking: concept & principles

Gemba (shop floor) 5S, prinsip-prinsip dasar Kaizen (continuous improvement), The Basic of 7-waste, lean quote

Slide

Exercise

Pengembangan Visi dan Misi Departemen

Flip Chart & Brainstorming

Waste in Logistic

Detail The River of Waste (Pemborosan) dalam logistic: Inventory, Transportasi, Ruangan dan Fasilitas, Waktu, Pakaging, Administrasi dan Pengetahuan

Slide

Exercise

Identifikasi Waste dalam shop floor

Flip Chart & Mind Mapping

Essential Lean Tools in Logistic

Prinsip Dasar 5S, Visual Management, Value Stream mapping

Outline Day-2

Key Component

Topic Discussed/Delivered

Remark

Waste Elimination

Brainstorming Session – Lean Project Program for Lean Logistic

Mind Mapping Technique

Logistic Flow – The Asset Flow

1. People Flow – keterampilan SDM yang harus dikembangkan

2. Inventory Flow – Memahami Safety Stock & Inventory Management: ordering strategy, inventory Audit (Sistematic Cycle Count)

3. Fixed Resources Flow – The management of Warehouse, Facility and Equipment

Slide

Logistic Flow – The Information Flow

1. Data Flow – Decision based on accurate data

2. Knowledge Flow – Standardized Work & Continuous Improvement

3. Communication Flow – Hoshin Plan and Strategic Communication

Slide

Logistic Flow – The Financial Flow

1.COGS & Biaya Operational, Logistics Activities & Hidden Operating Costs

2. Inventory Carrying Cost & Ordering Cost

Slide

Application of Lean Logistic

Pull System & Consolidation Center

Slide & Video

KPI – Logistic

Mengenal KPI – Key Performance Indicator yang sesuai untuk Logistic

Slide

Exercise

Mengembangkan KPI Logistic yang sesuai

Flip Chart & Brainstorming

Facilitator

Ir. Imanadi
Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 dan mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Dalam perjalanan karirnya Imanadi juga pernah mengikuti short course di luar negeri seperti di Singapura dan Amerika Serikat. Ia telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan.
Training-The-Principles-of-Lean-Logistic-yogya

Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Purchasing

Kemampuan bernegosiasi merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh staf Purchasing dan komite pembelian, karena keterbatasan skill saat melakukan negosiasi dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang.

Oleh karena itu sangatlah penting membekali para Professional dengan metode dan strategi negosiasi, sehingga perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang diperlukan dari supplier terpilih dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms and conditions.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk:

  1. Melakukan perencanaan dan strategi  negosiasi
  2. Memahami standar etika bernegosiasi
  3. Memahami metode melakukan analisa penawaran berdasarkan hasil sourcing serta terms and conditions yang diperoleh
  4. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan
  5. Melakukan negosiasi dengan supplier tanpa terpengaruh bias penampilan dan strategi mereka.

Metode Pelatihan

Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep:

  • v 20% teori berdasarkan literatur praktisi
  • v 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri
  • v 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta

Target Peserta

Para Profesional di bidang:

  1. Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian
  2. GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan
  3. Project Manager, Internal Auditor
  4. Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok.
  5. Yang  ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini.

Ouline Materi

Days 1

1.   Negotiation Skills Review

2.   Limitation and Restriction

3.   Negotiation Strategy

4.   Negotiation Tool Kits

5.   Discussion Sharing and Case Study

Days 2

6.   Sourcing Analysis

7.   Negotiation Terms

8.   Amendment, Cancellation, and Dispute

9.   Handling Difficult Supplier

10. Role Play Simulation and Closing Review

Facilitator

Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA

Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA.

Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Training-Strategi-Negosiasi-Untuk-Purchasing-yogya