ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Tag: pr training

Effective PR Campaign

Dalam pembentukan citra perusahaan, lembaga maupun produk salah satunya diperlukan kegiatan kampanye Public Relations (PR) yang sistematis, intergratif dan kreatif. Selain untuk mengkampanyekan program kerja, aktivitas dan informasi, tujuan kampanye adalah untuk memperkenalkan, meningkatkan kesadaran atau pengertian dan mencari dukungan public dari sasaran khalayaknya (target audience), dan sekaligus mempengaruhi serta membujuk sasaran khalayak yang terkait dan dituju (significant public), perkembangan berikutnya dikenal dengan stake holder (khalayak sasaran yang terkait).

Sesuatu yang dijual tentu menunjukkan nilai lebih, baik dari segi mutu maupun penampilan. Sehingga di dalam dunia marketing, pada pandangan pertama bungkus bisa sangat menentukan dibandingkan isi. Produk sehebat apa pun, dengan kualitas tinggi sekalipun bisa tidak laku kalau pembungkusnya tidak menarik atau berkesan tidak bisa dipercaya. Keberhasilan pembentukan citra diantaranya dibutuhkan strategi-strategi yang tepat. Pesan kampanye misalnya harus tersampaikan secara cepat, dengan tahapan pesan yang jelas dan dilakukan dengan apik hingga bisa diterima target audience.

  1. Kampanye produk (Product oriented campaigns) merupakan kegiatan kampanye yang berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan ke publiknya.
  2. Kampanye pencalonan kandidat (Candidate Oriented Campaigns) adalah kampanye yang berorientasi politik, seperti kampanye Pemilu dan Pilkada.
  3. Kampanye ideologi atau misi sosial (Ideological or Cause Oriented Campaigns) adalah kampanye yang bersifat khusus keagamaan, berdimensi sosial, atau perubahan sosial, seperti melaksanakan kampanye Anti Narkoba, Anti HIV/AID dan Pengentasan Kemiskinan.

Agar kampanye Public Relations dapat efektif, maka diperlukan langkah-langkah yang sistematis  mulai dari analisa situasi, perumusan tujuan, penetapan khalayak, perumusan pesan, pemilihan media, strategi, alokasi sumberdaya sampai evaluasi dan review program kampanye public relations.

Tujuan Pelatihan

  1. Ppeserta training mampu membuat proposal kampanye public relations yang menarik dan punya nilai jual dengan tahapan-tahapan sistematis, jelas dan efektif.
  2. Peserta memahami teori kampanye dengan contoh aplikasi.
  3. Peserta akan berlatih membuat proposal singkat kampanye PR.

Outline Materi

  1. Pengantar perencanaan Kampanye
  2. Membuat analisis situasi
  3. Merumuskan tujuan dengan tepat
  4. Pemilihan khalayak
  5. Pemilihan media yang tepat
  6. Perumusan pesan persuasif
  7. Perumusan Strategi jitu
  8. Pengalokasian Sumber Daya
  9. Evaluasi dan review
  10. Pembuatan Proposal kegiatan

Facilitator

Gufroni Sakaril, Drs, MM,

Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berpengalaman dalam bidang Public Relations dan telah 10 tahun menjadi Head of Public Relations PT Indosiar Visual Mandiri.  Selain itu berpengalaman mengajar di bidang Public Relations di berbagai Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, diantaranya  Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye public relations, lobby negosiasi dan advokasi, penulisan public relations, dasar-dasar public relations, publikasi dan lain-lain. Beberapa instansi/lembaga yang pernah menjadi kliennya diantaranya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Abilympic Indonesia dan sering menjadi panitia event-event nasional.

Training-Effective-PR-Campaign-yogya

Training Effective PR Advocacy

Upaya mendorong suatu perubahan secara gradual agar para pengambil keputusan lebih membuat keputusan yang berpihak pada masyarakat sebagai stake holder diperlukan advokasi. Mengingat seringkali suatu keputusan atau kebijakan pemerintah (daerah) dibuat kurang melibatkan unsur masyarakat dan hanya mengacu pada peraturan di atasnya, atau memihak suatu kepentingan tertentu yang mungkin jauh dari keberpihakan untuk masyarakat.

Dalam advokasi agar para pengambil keputusan mau berubah, maka perlu dilakukan komunikasi, lobby, negosiasi, dan lain-lain yang semuanya harus dilakukan secara persuasif. Persuasi adalah suatu cara komunikasi yang bertujuan untuk meng-enhance model berpikir seseorang sehingga dapat menjadi lebih fleksibel dan memiliki pilihan yang lebih banyak. Program advokasi dan komunikasi perubahan perilaku memerlukan aspek persuasi ini untuk mampu menghasilkan arah yang jelas dalam penyampaian suatu pesan.

Tujuan Pelatihan

  1. Peserta mampu memahami lobby, negosiasi dan advokasi
  2. Meningkatkan keterampilan advokasi
  3. Dapat menerapkan teknik-teknik advokasi
  4. Peserta mampu mempersiapkan argumentasi dengan baik
  5. Peserta memahami  tahapan-tahapan negosiasi
  6. Peserta siap dalam melakukan hearing dengan eksekutif maupun legislatif

Outline Materi

  1. Pengantar Lobby, negosiasi dan advokasi
  2. Tahap-tahap persiapan dalam lobby,negosiasi dan advokasi
  3. Proses penciptaan iklim yang kondusif
  4. Proses pembukaan dalam negosiasi dan advokasi
  5. Komunikasi sebagai inti lobby, negosiasi dan advokasi
  6. Tahap – tahap negosiasi
  7. Macam-macam taktik
  8. Menghadapi Situasi Sulit
  9. Cara Mempertahankan Perhatian
  10. Merumuskan isu strategis
  11. Hearing dengan eksekutif dan legislatif

Facilitator

Gufroni Sakaril, Drs, MM,

Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berpengalaman dalam bidang Public Relations dan telah 10 tahun menjadi Head of Public Relations PT Indosiar Visual Mandiri.  Selain itu berpengalaman mengajar di bidang Public Relations di berbagai Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, diantaranya  Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye public relations, lobby negosiasi dan advokasi, penulisan public relations, dasar-dasar public relations, publikasi dan lain-lain. Beberapa instansi/lembaga yang pernah menjadi kliennya diantaranya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Abilympic Indonesia dan sering menjadi panitia event-event nasional.

Training-Effective-PR-Advocacy-yogya

Effective PR Activities Best Practise for PR Officer

PR Officer memiliki peran besar dalam menunjang tercapainya tujuan dan target perusahaan. Untuk merealisasikan peran tersebut, tidaklah mudah. Pengetahuan dan keterampilan bagi PR Officer harus memadai, disamping tata kelola untuk menciptakan dan mengimplementasikan berbagai aktivitas PR yang tepat sasaran. Ini berarti, PR Officer—dimanapun ia berkiprah—HARUS mampu meng-kreasi program dan aktivitas PR bagi Perusahaan yang efektif. Tanpa kemampuan dari PR Officer yang memadai, niscaya rencana dan kinerja yang dijalankan menjadi kurang efektif. Lalu, apa saja best practices atau hal-hal yang terkait dengan keterampilan dasar bagi seorang PR Officer dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bagi perusahaan ?

Adalah hal penting untuk selalu meng-update kemampuan sebagai PR Officer dalam konteks kompetisi bisnis yang terus berkembang di era sekarang. Caranya, tentu dengan meng-optimalkan aktivitas PR di perusahaan (baik internal maupun eksternal) melalui strategi dan metode yang tepat guna, sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Untuk itu, bergabunglah dalam WORKSHOP “Effective PR Activities; Best Practise for PR Officer”. Sudahkah Anda memulainya ? Workshop ini memberikan tips praktis yang berharga sesuai kebutuhan perusahaan KITA.

Jadwal Pelatihan

  • 08:20                Registrasi Peserta
  • 08:30                Strategi Dasar Aktivitas Public Relations + Kompetensi PR Officer
  • 10:30                Coffee Break
  • 10:45                Best Practise 1 : Internal & Eksternal Communications – Know How ?
  • 12:10                Makan Siang
  • 13:10                Best Practise 2 : Keterampilan Dasar PR Officer
  • 15:00                Coffee Break
  • 15:15                Best Practise 3 : Improving Communications Skills (Speaking & Writing)
  • 16:30                Evaluasi : Best Practise for PR Officer
  • 17:00                Closing

Facilitator

Drs. Syarifudin Yunus

Adalah praktisi dan akademisi bidang Corporate Communications/Public Relations (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Beliau aktif sebagai praktisi PR di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan/jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Beliau pernah menjadi wartawan Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang mencakup keterampilan Menulis, Berbicara, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Beliau juga tercatat sebagai redaktur pelaksana beberapa media inhouse hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister di Pasca Sarjana UKI Jakarta.

Training-Effective-PR-Activities-Best-Practise-for-PR-Officer-yogya