ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Tag: sales marketing training

Training The 7 Selling Steps for Sales People

Zaman sekarang, lebih banyak  yang di lakukan oleh seorang sales adalah melakukan 2 hal yaitu, “telling dan selling” .Apakah hal itu sudah cukup untuk membuat mereka menjadi survive menjadi seorang penjual? Sudah bias menjadi penjual yang handal? Jawabannya adalah belummmmm……!!!

Untuk memenangkan iklim kompetisi yang begitu ketat ini( bahasa kerennya : hypercompetitive), seorang penjual dituntut tidak hanya bias mengetahui product, tetapi juga harus mempunyai perilaku “ asking” dan “giving the solutions”. Ya…it’s time to change….

Jika ada suatu pertanyaan, mana yang benar, sebagai seorang sales kita harus banyak bicara atau mendengar?  Cara menjawabnya gampang..ingat aja berapa jumlah mulut dan telinga kita? Yang jumlahnya lebih banyaklah yang kita pakai.

Ya..seorang sales peope harus lebih banyak mendengarkan. Cara mendengarkannya adalah dengan aktif bertanya, menanyakan kebutuhan, menggali kebutuhan customernya, karena tidak selamanya kebutuhan itu ditampakkan oleh customer kita, apakah lewat kata-kata ataupun bahasa tubuhnya. Dengan mendengarkan secara aktif, kita jadi tahu apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya customer kita. Tehnik mendengarkan secara aktif (listening) adalah dengan bertanya, berbeda dengan mendengarkan secara pasif (hearing).

Waktunya untuk merubah cara berpikir sebagai penjual yang transaksional menjadi  penjual yang konsultatif.

Sasaran Pelatihan

Setelah berhasil menyelesaikan program ini, peserta akan mampu:

  • Meningkatkan kepercayaan diri untuk mencapai target penjualan.
  • Mengembangkan pola pikir pemenang untuk setiap sales people.
  • Memahami dan mengelola proses penjualan.
  • Memahami fitur eksklusif dan manfaat dari suatu produk.
  • Mengembangkan strategi probing yang kuat untuk menggali kebutuhan customer.
  • Menerapkan keterampilan profesional penjualan tatap muka dengan pelanggan
  • Menangani keprihatinan pelanggan secara profesional
  • Mendapatkan komitmen dari pelanggan

Outline Materi

A. Bagaimana Membangun Self Confidence

  • Hambatan seseorang menjadi tidak percaya diri
  • Apa fondasi rasa percaya diri dan bagiamana keluar dari belenggu keminderan?
  • Berbicara dengan percaya diri

Tujuan sesi ini : Melatih partisipan untuk membangun rasa percaya diri dan membangun keyakinan untuk menyakinkan orang lain

B. Bangga sebagai seorang Sales Force

  • Alasan orang tidak suka menjadi seorang penjual
  • Beda penjual yang sukses dan penjual yang gagal
  • Kisah sukses beberapa penjual yang berhasil

Tujuan sesi ini : Menumbuhkan kebanggaan sebagai seorang penjual dan mampu menemukan kunci keberhasilan seorang penjual serta akhirnya mempunyai kesenangan menjual

C. Research, Analysis dan Planning Skills

  • Mengumpulkan data, menilai calon customer dan mendapatkan informasi
  • Mengadakan riset pasar
  • Menyiapkan product knowledge tools yang relevan di setiap rencana kunjungan

Tujuan sesi ini : Peserta akan mempunyai kemampuan dalam perencanaan kunjungan yang meliputi rute, objektif dan lain-lain serta mengumpulkan bahan-bahan pendukung secara efisien.

D. Opening, Listening dan Questioning Skills

  • Keterampilan di dalam membuka kunjungan dan membangun hubungan awal
  • Menyampaikan tujuan atau agenda kunjungan
  • Mengidentifikasi dan memahami kebutuhan customer

Tujuan sesi ini : Peserta di harapkan mempunyai keterampila cara membuka kunjungan, mendengar yang aktif, membuat pertanyaan dengan benar, tidak terlalu banyak bicara dan yang menggali lebih dalam

E. Presentation dan Handling Objection Skills

  • Menceritakan produk dalam bahasa yang dipahami oleh customer
  • Memaparkan fitur dan manfaat produk secara konsisten

Tujuan sesi ini : Keterampilan yang akan dimiliki peserta di dalam membuat langkah-langkah presentasi dengan menggunakan “Main Idea” yang menggiring ke kebutuhan customer, mampu mengidentifikasi “real problem” dan menjawab dengan solusi yang relevan di dalam menangani keberatan atau penolakan.

F. Closing Skills

  • Mengetahui kapan dan bagaiman menutup penjualan
  • Mendengar dan memberikan reaksi terhadap buying signal

Tujuan sesi ini : Peserta dapat menyampaikan kesimpulan kunjungan, menyepakati agenda untuk langkah-langkah selanjutnya dan melakukan penutupan sales dengan berbagai tekhnik.

G. Follow Up Skills

  • Memastikan eksekusi kesepakatan dan tindakan yang telah disetujui
  • Menindaklanjuti apa yang sudah dijanjikan
  • Berpikir tentang sales tidak berhenti pada saat order

Tujuan sesi ini : Peserta tahu dan mampu bagaimana membina hubungan jangka panjang, membuat evaluasi kunjungan, menentukan kunjungan yang akan datang, dan mampu mengidentifikasi peluangyang ada

Metode Pelatihan

  • Sharing
    • Metode pengajaran yang mengutamakan partisipasi peserta di dalam program pelatihan sehingga menciptakan komunikasi dan interaksi dua arah di dalam kelas.
  • Case Study
    • Pembahasan kasus-kasus real yang terjadi di lapangan guna meningkatkan pemahaman pengaplikasian teori dan konsep di lapangan.
  • Role Play with sales scripts
    • Sebagai bentuk aktifitas yang dirancang guna meningkatkan pemahaman pengaplikasian ilmu dengan menggunakan skenario yang mendekati kondisi di lapangan.
  • Games
    • Bentuk aktifitas yang di tujukan untuk penghayatan terhadap materi-materi pembelajaran yang ada.
  • Job Assignment – Action Plan (optional)
    • Pelaksanaan tugas/pekerjaan yang dilakukan berhubungan dengan kegiatan realisasi di lapangan dan dihubungkan dengan kegiatan pelatihan di dalam kelas.

Peserta

  • Sales Force
  • Sales Leader

Durasi Pelatihan

  • Bahasa Indonesia
  • 2 hari pelatihan

Evaluasi Pelatihan

Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pelatihan ini, dilakukan evaluasi/review yang berupa:

  • Tahap L1 (kuesioner penilaian dari peserta)
  • Tahap L2 (observasi personal) , pre dan post test untuk mengetahui penyerapan peserta terhadap pelatihan The 7 Selling Steps for Sales People

Facilitator

Widijatmoko

Core Competencies :

  • Deep expertise and experience in sales and marketing for medical products
  • Excellent interpersonal communication skill
  • Deep knowledge and excellent trainer for Training & Development
  • National Training Manager, PT. Fonterra Brand Indonesia (2011, March – 2014, April)
  • National Sales Training Manager, PT. Abbott Nutrition International Indonesia (2010, February – 2011, March).
  • National Sales Training Manager, PT Unilever Foodsolutions (2008, October – 2010, January)
  • Training Manager, PT. Dua Berlian (National Dist. for SC JOHNSON), 2007, September – 2008, October.
  • Training Manager, PT. Actavis Indonesia (2006, October – 2007, September).
  • Training Manager, PT. Sanofi-Aventis Group (2005 – 2006).
  • Product Specialist, PT. Aventis Pharma (2001 – 2005)
  • Hospital Medical Representative, PT Rhone Poulenc Rorer, (1997 – 2001)
  • Medical Representative PT Pradja Pharin (1996 – 1997)
  • Entertainment Manager PT Oasik Produktama, (1995 – 1996).

Training-The-7-Selling-Steps-for-Sales-People-yogya

Telemarketing Skills Training

Keterampilan kerja menggunakan media telepon saat ini sudah menjadi  salah satu  bagian penting bagi sebuah organisasi, khususnya bagi bidang usaha yang menitik beratkan profitnya pada  penjualan dan pelayanan nasabah via telepon (customer service).

Pelatihan ini akan membantu peserta memperkaya keterampilan teknik telepon mereka sehingga dapat meningkatkan rasa lebih percaya diri yang kemudian dapat berdampak kepada peningkatkan penjualan, dan membantu mendapatkan prospek dan nasabah  baru dengan tetap melakukan peningkatan dan mempertahankan pelayanan kepada nasabah mereka saat ini.

Tujuan Pelatihan

  •     Bagaimana teknik komunikasi verbal (vokal) dan pemilihan kata anda dapat membangun percakapan interaktif dengan prospek anda;
  •     Bagaimana menggunakan strategi dan teknik telemarketing yang efektif;

Outline Materi

  •     Konsep penjualan menggunakan telepon (memahami perbedaan penjualan menggunakan telepon dengan tatap muka)
  •     Teknik dasar dan strategi telemarketing
  •     Persiapan aktivitas telemarketing
  •     Penggunaan skrip telemarketing
  •     Penerapan selling skills telemarketing (Probing, Supporting dan Closing)
  •     Manajemen waktu pada aktivitas telemarketing
  •     Menangani perilaku prospek dan keberatan yang timbul

Metode Pelatihan

Ceramah, roleplay, video training, diskusi, dan games

Facilitator

Silvia Agustina S

Telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan soft skill yang berhubungan dengan selling skill, yang satu diantaranya mengenai penjualan menggunakan media telepon (Telemarketing Skill). Pelatihan soft skill lainnya yang pernah dilakukan adalah mengenai Service Excellent, Creative Thinking dan Train the Trainer (TTT).

Sepanjang pengalamannya sebagai Trainer, beliau telah melakukan pelatihan sebagai trainer associate di Media Grup dan tergabung sebagai trainer agen asuransi di sebuah perusahaan asuransi asing.

Silvia Agustina S

Telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan soft skill yang berhubungan dengan selling skill, yang satu diantaranya mengenai penjualan menggunakan media telepon (Telemarketing Skill). Pelatihan soft skill lainnya yang pernah dilakukan adalah mengenai Service Excellent, Creative Thinking dan Train the Trainer (TTT).

Sepanjang pengalamannya sebagai Trainer, beliau telah melakukan pelatihan sebagai trainer associate di Media Grup dan tergabung sebagai trainer agen asuransi di sebuah perusahaan asuransi asing.

Training-Telemarketing-Skills-Training-yogya

Training Social Media Marketing : Strategy for Customer Loyalty Engagement

“Bagaimana cara meningkatkan sales dengan budget minimal?” 

“Apakah perusahaan Anda siap menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN?”

“Bagaimana cara menggerakkan customer untuk mempromosikan produk Anda?”

Join With Oursatisfied Clients

LIVING WORLD | ASTRA INTERNATIONAL | GLOBAL TV | MSIG INSURANCE | SARI HUSADA | EVALUBE |AND MANY MORE

Satu-satunya training hands-on yang mengkombinasikan kemampuan teknis web dan cara berpikir marketing. Dipandu seorang Professional Certified Social Media Marketer dari Singapura yang juga praktisibisnis otomotif, training ini akan meng-update sense marketing Anda dan membuat Anda meraih lebih banyak customer.

Indonesia dengan 55% populasi middle class tengah memasuki masa pertumbuhan ekonomi tinggi. Kaum middle class yang konsumtif dan melek internet membuat marketer Indonesia terus mengupdate teknik-teknik pemasaran terbaru.  Anda pun bisa membuat website Anda menyebar secara viral untuk menarik perhatian 45 juta user internet Indonesia dan 190 juta user internet ASEAN.

Apabila web perusahaan Anda hanyalah sekedar alih fungsi katalog produk, maka janganlah berharap banyak akan efektifitasnya. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dipenuhi perusahaan yang siap dengan strategi social media yang komprehensif.

Strategi marketing terkini brand-brand ternama Indonesia dan dunia akan disingkap. Social Media Marketing, sebuah trend marketing yang tengah dibahas oleh berbagai media. Metro TV, Bisnis Indonesia, SWA, Marketeers tak ada yang melewatkan topik ini sebagai bahasan.Social Media Marketing akan menjadi suatu function wajib dalam struktur organisasi marketing.

 “StrategiMarketing+ Praktik Langsung Teknis Socmed Marketing”

Outline Materi

  1. Why Socmed Marketing – Speaker’s Experience – Middle Class Boom
  2. Content Marketing & SEO – SMM Guideline – Customer 3000 – Search Engine Optimization (SEO) – Best Practices Indonesian Company – EffectiveStoryline
  3. Social Media Campaign – SMM Strategy Canvas – Online Advertising
  4. Customer Engagement Strategy – Complaint Handling – Editorial Calendar  – 5 Monitoring Radar – ROI Calculation – Socmed Organization Evolution

New Training Experience

  • LOTS OF Case Study | VISUAL Presentation |MARKETING STRATEGY Canvas | CRASH COURSE SEO

Tujuan Pelatihan

  1. Low Cost-High Impact | Mendapatkan calon pembeli ataupun pembeli dengan biaya murah.
  2. Systematic Marketing Plan |Mengkonsep marketing plan yang tajam dan selaras dengan tujuan perusahaan.
  3. Search Engine Marketing |Membuat web Anda menjadi mudah ditemukan di halaman pertama Google.
  4. IT Expansion |Menularkan cara berpikir marketing kepada rekan-rekan IT.

Peserta

  • Marketing Communication, Public Relation, Corporate Communication, After-sales Marketing, Customer Relation, Marketing Planning, HRD, Sales, Web Admin, IT, dan semua yang ingin memasarkan idenya.

         Update SENSE MARKETING Anda & rebut lebih banyak customer.

Training ini akan memperlengkapi Anda dengan puluhan ide cerdas aplikatif, tools-tools hebat, kemampuan teknis social media, serta konsep marketing strategy yang efektif.

TESTIMONY ABOUT THE SPEAKER

“Fandy is a true marketer. He has wide knowledge of marketing,especially in automotive business. He’s smart and energetic.”–Bernard Simanjuntak, Sales Control & Commercial Manager at PT. Robert Bosch Indonesia

“Fandy is a bright person who never stops learning and always has creative idea and improving everytime we meet. I can’t stop being amazed everytime we have our discussion. Ideas are for life.”– Andree Arif, People Development Manager at Asco Automotive

“Fandy is a hardworking & dilligent man, he will make sure that every task given to him is done. Good analytical thinking and conceptual framework also detail with data.”– Irhan Farhan, Dealer Development Manager at General Motors

Investasikan Waktu Berharga Anda pada Training Bermutu yang Meningkatkan Skill & Teknik.

Facilitator 

FANDY YASIN
Fandy Yasin adalah eksekutif muda yang berpengalaman menangani pasar otomotif regional Asia Pasifik.Berprestasi sebagaiTop 5 Astra Jardine Executive Training Scheme dan Astra Frontline Management Program, Fandy terlibat langsung dalam penyusunan strategi pengembangan bisnis perusahaan. Project-project yang dihandle Fandy meningkatkan penjualanhingga 5 kali lipat. Semasa kuliah, 5 risetnya di bidang Industrial Engineering dipresentasikan pada berbagai seminar nasional dan internasional.Founderdari PowerpointSLIDER.com ini sering diminta sebagai konsultan dan trainer di bidang komunikasi marketing.
Training-Social-Media-Marketing-Strategy-for-Increasing-Loyalty-&-Sales-yogya

Training New Product Development (NPD)

Tahukah anda bahwa riset Delloitte dan Touche (1998) menunjukkan bahwa 95 % produk baru mengalami kegagalan. Sementara, AC Nielsen dalam risetnya (1999) di Eropa menunjukkan 90%  produk baru mengalami kegagalan.

Karenanya perlu ketelitian agar produk baru bisa “selamat” dipasar.

Untuk tetap bertahan di market, diperlukan kemampuan membuat produk baru,  baik melalui Market Penetration, Market Development, Product Development atau Diversification. Mengapa product development  itu penting? Sebab masa depan pertumbuhan perusahaan ditentukan oleh sukses produk baru. Disamping itu sudah menjadi tradisi bahwa cita-cita seorang usahawan atau pemasar yang paling mengesankan — kalau memang tidak boleh disebut paling tinggi — adalah sukses melahirkan atau melakukan launching produk baru.

Keluarga Tirto Utomo yang dibantu seorang Willy Sidharta berhasil menjadi kaya raya berkat satu merek saja yakni AQUA. Pengalaman lebih dramatis dialami Harry Sanusi yang meraih sukses berkat permen Kino. Dengan keberhasilannya itu nama Kino dijadikan payung kerajaan bisnisnya. Lihat juga Barry Lesmana yang namanya mendunia karena sukses me-launching produk baru di BCA dan Citibank. Atau seorang Sudhamek AWS yang meraih sukses berkat produk kacang atau dr. Boenjamin Setiawan melalui obat panu bernama Kalpanax. Dapatkan jurus-jurus yang sudah terbukti sukses di workshop ini.

Tujuan Pelatihan

Membekali peserta dengan berbagai tools agar peserta siap membangun produk  yang handal dan siap bertempur di pasar yang hyperkompetitif,

Outline Materi 

Hari 1

  1. Understanding Organization Goals and Road Map –
  2. Ansoff Matrix –
  3. Red Ocean vs Blue Ocean –
  4. Launching new product
  5. .Kegagalan peluncuran produk baru.
  6. Mendapatkan ide produk baru.
  7. IKSF: Customer and Competitor.
  8. Memahamai ekspektasi dan GAP.

Hari 2

  1. Menciptakan kemasan yang menjual,
  2. Apa yang harus dilakukan sebelum memasarkan produk,
  3. Bagaimana strategi mengembangkan brand baru,
  4. Bagaimana melakukan Segmentasi,
  5. Targeting dan positioning,
  6. Bagaimana menetapkan harga,
  7. Bagaimana melakukan promosi,
  8. Bagaimana membangun channel of distribution,
  9. Melakukan persiapan launching,
  10. Selling in dan menciptakan selling out,
  11. Menciptakan kepuasan pelanggan,
  12. Melakukan evaluasi serta mempertahankan produk yang sukses agar tetap bertahan di pasar.

Facilitator

Daniel Saputro, MM., MBA.

Daniel Saputro MM.MBA dan Team BusinessBuddy

21 tahun di perbaikan kinerja organisasi

Senior Corporate Consultant  dan Facilitator  MiniMBA di grup besar

  • International: Nuqul Group ( Jordan ) – Banpu (Thailand ) dll
  • Government : Jamsostek –  Bea Cukai – Sekretariat DPR – Jasa Sarana BUMD-  BioFarma – Dept Keuangan – Pertamina – LPP BUMN dll
  • Domestic: Indocement  – Astra – Triputra – Bosowa – Tunas Ridean Group – MusimMas – Capella – CPSSoft – ILP – Darya Varia – Medifarma – Prafa dll
  • Pengajar Bisnis dan Marketing di program S2
  • Kontributor tabloid Kontan, Swa dan Jakarta Post

Training-New-Product-Development-(NPD)-yogya

Training Merchandising Principles

  • Sebagian besar shopper mengambil keputusan untuk membeli setelah berada di outlet, karena ia tertarik untuk membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan untuk dibeli
  • Tertarik untuk membeli hanya akan muncul bila produk ditata rapi, bisa dilihat dan dijangkau  (visible dan accessible oleh pembeli)
  • Guna membuat konsumen tertarik dan memutuskan untuk membeli maka Sales Person wajib memiliki  pengetahuan & keterampilan tentang tehnik menata dan menampilkan produk di outlet,  baik di Traditional Channel maupun di Modern Channel.

Tujuan Pelatihan

Setelah selesai mengikuti program ini para peserta akan :
  • Memiliki pemahaman dan kesadaran akan perannya  sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pasar dan berusaha memperoleh lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk yang dijual di outlet.
  • Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana meletakkan, memajang serta menata peoduk di outlet (baik di Traditional Trade maupun di Modern Trade, yang mudah dilihat dan dijangkau oleh pembeli).

Outline Materi

  • Pengertian Merchandising sebagai In-Outlet Execution
  • Mengapa dan untuk apa Merchandising diperlukan
  • Pengertian istilah “Impulse Purchase”
  • Mengenal Perilaku Shopper dalam proses membeli barang dewasa ini
  • Memahami konsep L2P3 sebagai Prinsip Dasar Merchandising
  • Standar Persediaan Produk di outlet sebagai salah satu P dari L2P3
  • Hubungan antara ketersediaan produk di outlet dengan Merchandising
  • Bagaimana memelihara ketersediaan produk  di outlet
  • Peran Sales Team Leader dalam membuat tersedianya stok yang cukup di outlet
  • Menawarkan stok yang cukup dengan “Making Order”
  • Mengenal Jenis-jenis Display di Modern Channel dan di Traditional Store
  • Mengenal Jenis-jenis Peralatan Display serta fungsinya
  • Mengenal Jenis-jenis material promosi (POP Material) serta fungsinya
  • Fungsi Interruptor, Persuader, dan Reminder di Traditional Store
  • Standar penyajian produk menurut  merk (Brand Order)
  • Apa yang dimaksud dengan Brand Facing dan Standar penerapannya
  • Standar penyajian produk menurut kemasan (Package Order)
  • Cara menata produk di peralatan display Dg system Vertical Block & Single Brand
  • Apa yang dimaksud dengan Point Of Engagement (POE)
  • Standar lokasi penempatan Merchandising Equipments di outlet
  • Standar lokasi penempatan POP Materials di outlet
  • Bagaimana meyakinkan Customer tentang Profit Story Display
  • Bagaimana tehnik melakukan edukasi tentang Merchandising kepada Customer
  • Bagaimana jika Customer menolak penempatan peralatan Display
  • Tehnik mengatasi penolakan Customer  dengan metode LAER Process
  • Proses step by step dalam membangun Display
  • Standar pemeliharaan, terutama untuk Cold Drink Equipment

Sasaran Pelatihan

  • Sales & Distribution Team, sebagai ujung tombak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan  dan penampilan produk di outlet

Metode Pelatihan

  • Memberi penjelasan atau  menerangkan materi (lecturing).
  • Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan

Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang meliputi antara lain :

  • Role Play melakukan “Making Order”
  • Latihan pengenalan pada Produk, POP Material dan Peralatan Display
  • Latihan menunjuk lokasi Display yang tepat di outlet
  • Praktek menata produk sesuai Brand Order, Brand Facing, & Package Order
  • Role Play menawarkan Display kepada Customer dengan Profit Story
  • Role Play tehnik Mengatasi Penolakan Customer  dg LAER  Process
  • Latihan membangun Display  (bila memungkinkan dan dianggap perlu)

Durasi Pelatihan

  • Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif
  • Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit.
  • Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihan  dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program)
  • Sebagian besar waktu digunakan untuk  Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint

Persyaratan Peserta

Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook

Facilitator

Semba Biawan

Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional.

Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol.

Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain :

  • Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines
  • Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student
  • Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta
  • Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong.
  • Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur
  • Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia
  • Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila
  • OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta.
  • Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur

Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada.

Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan.

Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center.

Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public) yang berkaitan dengan Leadership & Komunikasi, Sales & Distribusi, Customer Service, Human Resources Management & Training Management, Problem Solving &  Decision Making, dan soft skills lainnya  (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir).

Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering diminta untuk menjadi pembicara (speaker) di berbagai  seminar manajemen  yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Educational Institutions dan  Professional Associations, di samping ia juga banyak menulis di majalah dan surat kabar antara lain di Suara Karya, Bali Post, Bulletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah
SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Leadership & Komunikasi yang berjudul “Your Words Your Power” yang diterbitkan oleh Gramedia Group, diikuti oleh bukunya yang kedua yang diterbitkan oleh penerbityang sama (Gramedia Group) pada Maret 2013  yang berjudul : “Teknik Menjual Diri – Dalam Merebut Lowongan Kerja” .

Training-Merchandising-Principles-yogya